Menu

Mode Gelap

Nasional · 23 Feb 2026 22:15 WITA

Menkeu Purbaya Ancam Blacklist Alumni LPDP yang Pamer Paspor Inggris Anak


 Menkeu Purbaya Ancam Blacklist Alumni LPDP yang Pamer Paspor Inggris Anak Perbesar

Soalindonesia–JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa geram terhadap sikap alumni beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Dwi Sasetyaningtyas, yang viral usai memamerkan paspor Inggris anaknya di media sosial.

Dalam video yang beredar, Purbaya menegaskan akan mem-blacklist yang bersangkutan dari seluruh instansi pemerintahan.

“Nanti saya akan blacklist dia. Di seluruh pemerintahan enggak akan bisa masuk. Itu hal yang kami soalkan,” kata Purbaya, Senin (23/2/2026).

Ia menegaskan pemerintah akan menegakkan aturan yang berlaku di LPDP dan memastikan yang bersangkutan menyelesaikan seluruh tanggung jawabnya.

“Jadi kami akan menegakkan aturan yang ada di LPDP. Sehingga yang bersangkutan menyelesaikan tanggung jawabnya ke LPDP,” sambungnya.

READ  Mentan Ungkap 250 Ton Beras Impor Ilegal Masuk Lewat Pelabuhan Sabang: “Sudah Direncanakan Sejak Awal”

Diminta Kembalikan Dana Beserta Bunga

Purbaya mengungkapkan pimpinan LPDP telah berkomunikasi dengan suami Dwi Sasetyaningtyas. Dalam pembicaraan tersebut, pihak keluarga disebut bersedia mengembalikan dana beasiswa yang telah diterima, termasuk bunganya.

“Pak Dirut sudah bicara dengan suami terkait. Dan dia sepertinya sudah setuju untuk mengembalikan uang yang dipakai oleh LPDP. Termasuk bunganya loh. Jadi bukan uang yang dipakai,” tegasnya.

Menurut Purbaya, pengembalian dana beserta bunga merupakan perlakuan yang adil, mengingat dana tersebut bersumber dari negara.

“Kan kalau saya taruh uang itu di bank, ya juga ada bunganya kan. Dengan treatment yang fair,” ujarnya.

Ia pun mengingatkan para penerima beasiswa LPDP agar menjaga sikap dan tidak menghina negara, mengingat dana pendidikan tersebut berasal dari pajak rakyat dan sebagian dari utang negara yang dialokasikan untuk pengembangan sumber daya manusia.

READ  Kejagung Tetapkan Dua Bos Sritex Kakak-Beradik Jadi Tersangka TPPU, Sita Aset Rp 510 Miliar

“Itu uang dari pajak dan sebagian dari utang yang kita sisihkan untuk memastikan SDM kita tumbuh. Tapi kalau dipakai untuk menghina negara, ya kita minta uangnya dengan bunganya kalau gitu,” tegas Purbaya.

Viral di Media Sosial

Nama Dwi Sasetyaningtyas sebelumnya viral setelah mengunggah video yang menyatakan anak keduanya telah resmi menjadi warga negara Inggris dan memegang paspor negara tersebut. Dalam unggahannya, ia juga menyampaikan pernyataan yang dinilai menyesalkan statusnya sebagai warga negara Indonesia.

“Udah resmi jadi British Citizen. Tapi cukup saya aja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan paspor kuat WNA,” ucapnya dalam video yang kemudian menuai beragam reaksi publik.

READ  Presiden Prabowo di KTT APEC: Dunia Harus Bangkit di Atas Ketegangan dan Ketakutan

Belakangan diketahui, Dwi merupakan alumni LPDP yang berada di bawah pengelolaan Kementerian Keuangan Republik Indonesia. LPDP mengelola Dana Abadi Pendidikan untuk membiayai studi magister (S2) dan doktor (S3) warga Indonesia di perguruan tinggi dalam dan luar negeri guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia nasional.

Kasus ini pun menjadi sorotan luas, terutama terkait komitmen penerima beasiswa terhadap tanggung jawab moral dan administratif setelah menerima pendanaan dari negara.

Artikel ini telah dibaca 5 kali

Baca Lainnya

Seskab Teddy Tegaskan Produk AS Tetap Wajib Sertifikasi Halal dan Izin BPOM

23 Februari 2026 - 22:06 WITA

KPK Ingatkan Prosedur Pengadaan 105 Ribu Mobil Impor untuk Program Koperasi Merah Putih

23 Februari 2026 - 21:57 WITA

Menag RI Datangi Komisi Pemberantasan Korupsi, Jubir KPK: Teladan Positif dalam Pencegahan Gratifikasi

23 Februari 2026 - 12:47 WITA

Indonesia Resmi Jadi Wakil Komandan ISF dalam Dewan Perdamaian Gaza

22 Februari 2026 - 01:28 WITA

Prabowo Nilai Tarif Global 10% AS Tetap Menguntungkan Indonesia

22 Februari 2026 - 01:09 WITA

Prabowo Minta Risiko Tarif Global Baru AS Dikaji, Pemerintah Siapkan Skenario

22 Februari 2026 - 01:01 WITA

Trending di Nasional