SoalIndonesia—Tolikara – Kehidupan toleransi antarumat beragama di Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua Pegunungan, mendapat apresiasi dari Kementerian Agama Republik Indonesia. Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Staf Khusus Menteri Agama RI, Dr. H. Bunyamin M. Yapid, LC., MH, yang menilai Tolikara sebagai salah satu daerah dengan praktik kerukunan beragama yang patut dicontoh.
Menurutnya, Tolikara menunjukkan wajah Papua yang damai dan penuh persaudaraan, di mana masyarakat dari berbagai latar belakang keyakinan hidup berdampingan secara harmonis.
“Tolikara merupakan kabupaten di Papua Pegunungan yang sangat menjunjung tinggi toleransi antarumat beragama. Di momentum bulan Ramadan ini pun, saudara-saudara kita di sana mempertontonkan kemesraan dan kebersamaan antarumat beragama,” ujar Dr. Bunyamin.
Ia berharap semangat kebersamaan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain di seluruh wilayah Papua agar terus menjaga kedamaian dan memperkuat persaudaraan di tengah perbedaan.
“Kami berharap keharmonisan antarumat beragama di Tolikara bisa menjadi contoh bagi daerah lain di Papua, sehingga nilai-nilai perdamaian terus hidup dan dirasakan oleh seluruh masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Tolikara Willem Wandik menegaskan bahwa toleransi antarumat beragama telah menjadi pondasi kehidupan masyarakat di daerah yang dikenal dengan sebutan Lembah Nawi Arigi tersebut.
Menurutnya, kehidupan yang rukun tanpa sekat telah lama menjadi budaya sosial masyarakat Tolikara dan menjadi kekuatan penting dalam membangun daerah.
“Toleransi ini sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari keseharian masyarakat kami di Tolikara. Hidup rukun berdampingan tanpa sekat walau berbeda keyakinan, itu adalah kekuatan kami dalam membangun daerah,” jelas Wandik.
Komitmen menjaga kerukunan tersebut juga tercermin dalam berbagai kegiatan sosial keagamaan yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Tolikara selama bulan suci Ramadan.
Salah satunya melalui kegiatan Amalia Ramadan yang diwujudkan dengan pembagian takjil kepada umat Muslim di Kota Karubaga dan sekitarnya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Tolikara, Dr. Yosua Noak Duw, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan moral dari pemerintah daerah kepada umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa.
“Pemerintah Kabupaten Tolikara berinisiatif melakukan pembagian takjil sebagai bentuk dukungan kepada saudara-saudara kita umat Muslim yang sedang menunaikan ibadah puasa Ramadan. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi simbol kebersamaan dan persaudaraan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati bersama seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) berkomitmen untuk terus menjaga kebersamaan serta memperkuat nilai toleransi di tengah masyarakat.
Kegiatan pembagian takjil tersebut turut melibatkan berbagai organisasi perempuan di daerah, seperti TP-PKK, Dharma Wanita Persatuan (DWP), dan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Tolikara.
Perwakilan TP-PKK, Rosita Duwit, menyampaikan bahwa seluruh takjil yang dibagikan disiapkan langsung oleh ibu-ibu dari organisasi perempuan sebagai bentuk kepedulian dan partisipasi dalam mendukung kehidupan sosial keagamaan masyarakat.
Kegiatan yang digelar pada Sabtu, 7 Maret 2026 tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Para pengguna jalan dan umat Muslim di Kota Karubaga terlihat antusias menerima takjil yang dibagikan.
Pemerintah Kabupaten Tolikara bahkan berencana menjadikan kegiatan ini sebagai agenda rutin setiap pekan selama bulan Ramadan, sebagai simbol persaudaraan lintas iman yang terus dirawat di tanah Papua Pegunungan.
Melalui langkah-langkah sederhana namun penuh makna ini, Tolikara kembali menunjukkan bahwa perbedaan keyakinan bukanlah sekat, melainkan kekuatan untuk membangun masyarakat yang damai, harmonis, dan saling menghormati.











