Soalindonesia—Tolikara, Papua Pegunungan — Pemerintah Kabupaten Tolikara kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan keagamaan. Bupati Willem Wandik secara resmi menandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) bagi BP Calon Wilayah Kembu bersama 12 klasis di Wina.
Penandatanganan hibah tersebut menjadi bukti nyata perhatian pemerintah daerah terhadap penguatan pelayanan gereja serta pembinaan umat di wilayah Kembu dan sekitarnya. Dukungan ini sekaligus sejalan dengan visi besar Tolikara sebagai pusat wisata rohani di kawasan Papua Pegunungan.
Dalam keterangannya, bantuan hibah ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang kegiatan pelayanan, mempererat kebersamaan jemaat, serta mendorong pertumbuhan iman umat secara berkelanjutan.
Sejak memimpin Tolikara, Willem Wandik terus menghadirkan berbagai terobosan pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Fokus pembangunan tidak hanya pada infrastruktur, tetapi juga mencakup sektor ekonomi kreatif, pendidikan, kebudayaan, dan keagamaan.
Kepemimpinan yang dekat dengan rakyat menjadi ciri khasnya. Ia dikenal sebagai kepala daerah yang aktif turun langsung ke lapangan untuk menyerap aspirasi masyarakat dan memastikan program berjalan efektif.
Langkah-langkah responsif yang diterapkan Willem Wandik juga dinilai memberi kontribusi signifikan terhadap capaian pembangunan di tingkat regional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, Provinsi Papua Pegunungan tercatat sebagai wilayah dengan tingkat penurunan angka kemiskinan tertinggi di Tanah Papua. Capaian ini tidak lepas dari sinergi program pemerintah daerah, termasuk Tolikara, dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Kebijakan yang berpihak pada masyarakat kecil, pendekatan langsung ke lapangan, serta penguatan sektor-sektor strategis menjadi faktor penting dalam menekan angka kemiskinan dan membuka peluang ekonomi baru bagi warga.
Langkah-langkah strategis tersebut pun mendapat apresiasi luas dari masyarakat. Kehadiran pemerintah yang responsif dan peduli dinilai mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan warga Tolikara.
Dengan berbagai kebijakan yang pro-rakyat, Willem Wandik terus mendorong pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada fisik, tetapi juga memperkuat nilai-nilai spiritual sebagai fondasi kehidupan masyarakat.











