SoalIndonesia—Karubaga, Tolikara – Bupati Tolikara, Willem Wandik, S.Sos, bertindak sebagai Inspektur Upacara pada peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 yang berlangsung khidmat di Karubaga, Kabupaten Tolikara. Upacara tersebut dihadiri unsur Forkopimda, DPRK Tolikara, TNI-Polri, pimpinan OPD, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, serta masyarakat dari berbagai wilayah di Kabupaten Tolikara.
Dalam amanatnya, Bupati Willem Wandik menegaskan bahwa peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak boleh dimaknai hanya sebagai agenda seremonial tahunan, tetapi harus menjadi momentum untuk menghidupkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan masyarakat dan pembangunan daerah. Ia menekankan bahwa kehadiran negara harus benar-benar dirasakan hingga ke kampung-kampung dan distrik terpencil di wilayah pegunungan Tolikara.
“Pancasila harus hidup di tengah rakyat. Pancasila harus dirasakan oleh masyarakat melalui pelayanan pemerintah, pendidikan yang berkualitas, kesehatan yang memadai, serta pembangunan yang berkeadilan,” tegas Bupati Willem Wandik dalam pidatonya.
Menurutnya, tantangan geografis yang dihadapi Kabupaten Tolikara membutuhkan perhatian dan kebijakan khusus agar prinsip keadilan sosial dapat diwujudkan secara nyata. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Tolikara terus memperjuangkan peningkatan konektivitas udara, penyediaan listrik yang lebih merata, penguatan sektor pendidikan, serta pembangunan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan dan kedamaian sebagai wujud pengamalan nilai-nilai Pancasila. Ia menegaskan bahwa Tolikara sebagai “Tanah Injil” harus menjadi wilayah yang menjunjung tinggi kasih, toleransi, dan semangat gotong royong dalam membangun masa depan generasi muda.
“Jangan biarkan generasi muda mewarisi konflik dan perpecahan. Wariskan kepada mereka pendidikan, karakter, iman, dan kesempatan untuk maju. Inilah bentuk nyata pengamalan Pancasila di Kabupaten Tolikara,” ujar Bupati.
Lebih lanjut, Willem Wandik memperkenalkan visi Tolikara RAMAH yang merupakan akronim dari Religius, Berbudaya, Mandiri, Adil, dan Sejahtera. Menurutnya, nilai-nilai tersebut merupakan implementasi nyata Pancasila dalam pembangunan daerah, mulai dari peningkatan pelayanan publik, pendidikan berpola asrama, penguatan ketahanan pangan, hingga pemerataan pembangunan di seluruh distrik.
Upacara Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 di Karubaga berlangsung dengan penuh khidmat dan semangat kebangsaan. Momentum tersebut menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat Tolikara untuk terus menjaga persatuan, memperkuat rasa cinta tanah air, serta bersama-sama mewujudkan pembangunan yang berkeadilan demi kemajuan Kabupaten Tolikara.
Dengan semangat Hari Kesaktian Pancasila, Pemerintah Kabupaten Tolikara berkomitmen untuk terus menghadirkan pelayanan yang lebih baik, pembangunan yang merata, dan kesejahteraan yang dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat dari Karubaga hingga pelosok distrik di wilayah pegunungan Tolikara.











