SoalIndonesia Karubaga – Kabupaten Tolikara memiliki posisi yang sangat penting dalam perjalanan sejarah Gereja Injili Di Indonesia (GIDI). Daerah yang dikenal sebagai salah satu pusat pertumbuhan gereja di Pegunungan Tengah Papua ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perkembangan pelayanan, penginjilan, hingga pelaksanaan berbagai forum strategis gereja, termasuk Sidang Badan Pekerja Lengkap (BPL).
Sejak awal masuknya pekabaran Injil di wilayah Pegunungan Tengah pada dekade 1950-an, kawasan yang kini menjadi Kabupaten Tolikara telah berkembang menjadi salah satu basis pelayanan utama GIDI. Sejarah mencatat, Karubaga dan Kanggime menjadi wilayah penting dalam penyebaran Injil setelah para misionaris membuka pos-pos pelayanan di kawasan tersebut pada akhir 1950-an hingga awal 1960-an.
Perkembangan pelayanan yang begitu pesat menjadikan Tolikara tidak hanya sebagai pusat pertumbuhan jemaat, tetapi juga melahirkan banyak hamba Tuhan, penginjil, gembala, dan pemimpin gereja yang kemudian mengabdi di berbagai wilayah pelayanan GIDI di seluruh Indonesia.
Dalam perjalanan organisasi gereja, Sidang Badan Pekerja Lengkap (BPL) memiliki peran strategis sebagai forum tertinggi pengambilan keputusan pelayanan di antara pelaksanaan sidang raya sinode. Melalui forum inilah berbagai kebijakan gereja dirumuskan, mulai dari evaluasi pelayanan, penyusunan program kerja, penguatan misi penginjilan, pelayanan pendidikan, kesehatan, hingga pengembangan organisasi gereja.
Berbagai keputusan penting dalam sejarah GIDI juga lahir melalui forum-forum persidangan gereja. Salah satunya adalah gagasan pendirian Sekolah Tinggi Teologi GIDI yang pertama kali diusulkan dalam Sidang Raya Sinode ke-14 di Wolo pada tahun 1993. Gagasan tersebut kemudian kembali dibahas pada Sidang Raya Sinode ke-15 di Mulia pada 1998, disetujui dalam forum BPL di Nabire pada 1999, dan akhirnya terealisasi dengan berdirinya STT GIDI pada tahun 2000. Hal ini menunjukkan bahwa forum BPL memiliki kontribusi besar dalam menentukan arah pembangunan pelayanan GIDI dari masa ke masa.
Sebagai salah satu wilayah pelayanan terbesar GIDI, Tolikara telah beberapa kali dipercaya menjadi tuan rumah berbagai agenda gerejawi, baik tingkat wilayah maupun sinode. Setiap penyelenggaraan selalu memberikan dampak positif bagi masyarakat, mulai dari meningkatnya semangat pelayanan, pembangunan sarana ibadah, perbaikan infrastruktur, hingga tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat.
Momentum tersebut kembali hadir ketika Kabupaten Tolikara dipercaya menjadi tuan rumah Sidang Badan Pekerja Lengkap (BPL) dan Badan Pekerja Pusat (BPP) GIDI Tahun 2026 yang akan dipusatkan di Kanggime, Wilayah Toli.
Kepercayaan ini menjadi kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bagi pemerintah daerah bersama seluruh masyarakat dan jemaat GIDI untuk menyukseskan agenda pelayanan berskala nasional tersebut.
Pemerintah Kabupaten Tolikara bersama panitia pelaksana terus melakukan berbagai persiapan, mulai dari pembangunan infrastruktur pendukung, penataan lokasi kegiatan, penyediaan akomodasi peserta, hingga penguatan koordinasi lintas sektor agar pelaksanaan sidang berjalan aman, lancar, dan sukses.
Lebih dari sekadar forum organisasi, Sidang BPL merupakan momentum mempererat persaudaraan, memperkuat kesatuan pelayanan, serta merumuskan arah pelayanan gereja dalam menjawab tantangan zaman. Kepercayaan yang kembali diberikan kepada Tolikara menjadi bukti bahwa daerah ini tetap memegang peranan penting dalam sejarah dan masa depan pelayanan GIDI.
Melalui semangat kebersamaan antara pemerintah, gereja, dan masyarakat, Sidang BPL-BPP GIDI 2026 diharapkan menjadi tonggak baru yang memperkuat pelayanan Injil, mempererat persaudaraan antarwilayah, serta melanjutkan warisan iman yang telah dibangun para pelopor penginjilan di Tanah Papua selama lebih dari enam dekade.











