Soalindonesia–JAKARTA Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menyampaikan belasungkawa atas gugurnya tiga anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Katingan, Kalimantan Tengah, saat menjalankan operasi penggerebekan terhadap bandar narkoba di Desa Tumbang Kelemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kamis (2/7/2026).
Menurut Sahroni, pengorbanan ketiga personel tersebut merupakan bukti nyata dedikasi aparat kepolisian dalam memberantas peredaran narkotika. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan para anggota yang gugur mendapat penghargaan atas jasa-jasanya.
“Turut berduka bagi tiga anggota yang telah gugur. Semoga keluarga yang ditinggalkan tetap istikamah,” ujar Sahroni kepada wartawan, Minggu (5/7/2026).
Ia menilai gugurnya anggota kepolisian saat menjalankan tugas merupakan bentuk pengabdian yang layak mendapatkan apresiasi dari pimpinan Polri.
“Gugur dalam perjuangan itu suatu perjuangan besar yang patut diapresiasi oleh pimpinan Polri,” katanya.
Selain menyampaikan duka cita, Sahroni mendesak Polri untuk segera menangkap seluruh pelaku yang terlibat dalam penyerangan terhadap aparat. Menurutnya, tindakan kekerasan terhadap anggota kepolisian tidak boleh dibiarkan dan harus ditindak secara tegas.
“Kejar semua pelaku dan tindak tegas semua yang terlibat, jangan lemah, ini berbahaya,” tegasnya.
Ia juga meminta aparat penegak hukum mengusut kasus tersebut hingga ke akar jaringan peredaran narkoba, termasuk memburu bandar besar yang menjadi target operasi.
“Kejar juga bandar besarnya dan jangan lengah,” tambahnya.
Dalam peristiwa tersebut, tiga anggota Satresnarkoba Polres Katingan gugur, yakni Aipda Yudhie Perdana Putra, Briptu Anumerta Nopandri Ramadhana, dan Aiptu Sumaryanto.
Aipda Yudhie Perdana Putra meninggal dunia akibat luka bacok saat penggerebekan berlangsung. Sementara itu, jasad Briptu Anumerta Nopandri Ramadhana ditemukan di Sungai Katingan pada Sabtu (4/7/2026), sedangkan jasad Aiptu Sumaryanto ditemukan mengapung di tepi Sungai Katingan, Desa Tumbang Kelemei, pada Minggu (5/7/2026).
Hingga kini, kepolisian telah mengamankan dua terduga pelaku berinisial S dan R. Proses pengejaran terhadap pelaku lain yang diduga terlibat dalam penyerangan masih terus dilakukan guna mengungkap seluruh jaringan yang terlibat dalam kasus tersebut.











