Soalindonesia–Katingan – Bripda Nopandri Ramadhana, anggota Polres Katingan yang dilaporkan hilang saat operasi penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kelemei, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono membenarkan penemuan jenazah tersebut pada Sabtu (5/7). Menurutnya, tim gabungan menemukan jasad korban di aliran Sungai Katingan dengan jarak sekitar empat kilometer dari lokasi terjadinya penggerebekan.
“Benar, tim gabungan berhasil menemukan jenazah yang diduga Bripda Nopandri di Sungai Katingan. Jasad korban ditemukan dalam radius sekitar empat kilometer dari lokasi kejadian penggerebekan,” ujar Dodik.
Jenazah Bripda Nopandri kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Palangka Raya untuk menjalani proses identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut.
“Jenazah dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Perkembangan selanjutnya akan kami sampaikan,” katanya.
Bareskrim Polri Sampaikan Duka Mendalam
Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri turut menyampaikan belasungkawa atas gugurnya Bripda Nopandri saat menjalankan tugas negara.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, menyatakan almarhum gugur dalam pelaksanaan tugas memberantas peredaran narkotika.
“Almarhum gugur saat menjalankan tugas. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan,” ujarnya.
Eko menegaskan bahwa insiden tersebut menjadi perhatian serius Bareskrim Polri. Hingga kini, tim gabungan masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara menyeluruh kronologi kejadian sekaligus memburu pihak-pihak yang bertanggung jawab.
Bareskrim Polri juga telah berkoordinasi dengan Polda Kalimantan Tengah dan Polres Katingan dalam proses penyelidikan serta pengejaran terhadap para pelaku.
“Kami mengimbau masyarakat untuk mendukung proses penegakan hukum dengan memberikan informasi yang dapat membantu penyelidikan. Setiap informasi yang diterima akan kami tindak lanjuti,” kata Eko.
Penggerebekan Berujung Perlawanan
Insiden bermula saat jajaran Satresnarkoba Polres Katingan melakukan penggerebekan terhadap jaringan bandar narkoba di Desa Tumbang Kelemei. Dalam operasi tersebut, petugas mendapat perlawanan dari para pelaku hingga menyebabkan jatuhnya korban di pihak kepolisian.
Sebelumnya, Aiptu Yudhie Perdana Putra dinyatakan gugur dalam peristiwa tersebut. Sementara dua anggota lainnya, yakni Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, sempat dilaporkan hilang setelah operasi berlangsung.
Dalam perkembangan penyelidikan, aparat telah mengamankan seorang tersangka berinisial S yang diduga merupakan bagian dari kelompok bandar narkoba yang melakukan penyerangan terhadap petugas.
Polisi memastikan proses penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku lain masih terus dilakukan guna mengungkap seluruh pihak yang terlibat dalam insiden berdarah tersebut.











