Menu

Mode Gelap

Nasional · 11 Jul 2026 02:14 WITA

Presiden Prabowo: Rencana Penjualan Sejumlah BUMN Strategis ke Asing Dihentikan


 Presiden Prabowo: Rencana Penjualan Sejumlah BUMN Strategis ke Asing Dihentikan Perbesar

Soalindonesia–LOMBOK – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan pemerintah telah menghentikan rencana penjualan sejumlah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) strategis kepada pihak asing. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian industri nasional dan menjaga aset strategis negara.

Pernyataan itu disampaikan Presiden saat meresmikan lima bendungan di Indonesia yang dipusatkan di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (10/7/2026).

Dalam sambutannya, Prabowo mengatakan beberapa perusahaan strategis, terutama di sektor industri pertahanan, sebelumnya sempat direncanakan untuk dilepas kepada investor asing. Namun, setelah menjabat sebagai Presiden, ia memutuskan menghentikan rencana tersebut.

“Banyak sekali perusahaan yang seolah-olah tadinya mau dijual ke asing. Saya larang! Tadinya industri pertahanan mau dijual, PT PAL mau dijual, PT Pindad mau dijual, PTDI dibunuh, mau dijual, kita bangkitkan,” ujar Prabowo.

READ  KRL Commuter Line Kembali Normal Hari Ini Setelah Demo Ricuh DPR

Menurut Presiden, pemerintah kini fokus membangkitkan kembali kemampuan industri pertahanan nasional agar mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri sekaligus meningkatkan daya saing di tingkat internasional.

Ia mencontohkan perkembangan PT PAL Indonesia yang kini dinilai telah memiliki kemampuan memproduksi kapal perang modern hingga kapal selam.

“PT PAL sekarang sudah bisa bikin kapal-kapal perang yang hebat, sudah bisa bikin kapal selam. PT PAL akan bikin kapal-kapal canggih,” katanya.

Selain menyinggung industri pertahanan, Prabowo juga mengaku terkejut dengan jumlah BUMN yang ditemuinya setelah resmi menjabat sebagai Presiden. Awalnya ia memperkirakan jumlah BUMN hanya sekitar 300 hingga 400 perusahaan.

READ  Rusdi Masse Jadi Magnet, Pengusaha Muda Wajo Merapat ke PSI

Namun setelah dilakukan pendataan, pemerintah menemukan terdapat sekitar 1.077 BUMN, belum termasuk anak perusahaan, cucu perusahaan, hingga berbagai entitas turunannya.

Presiden menilai struktur perusahaan yang sangat banyak tersebut berpotensi menimbulkan persoalan tata kelola dan efisiensi.

Ia mengungkapkan, hingga saat ini pemerintah telah menutup sekitar 240 BUMN yang dinilai tidak efisien dan bermasalah. Jumlah itu ditargetkan bertambah menjadi 250 perusahaan pada akhir Juli 2026.

Sementara itu, hingga akhir Desember 2026, pemerintah menargetkan menutup sekitar 800 BUMN yang terus mengalami kerugian, tidak produktif, serta tidak memberikan manfaat ekonomi bagi negara.

READ  Puan Maharani Sampaikan Duka atas Banjir Bali, Desak Pemerintah Gerak Cepat Pulihkan Warga dan Infrastruktur

Menurut Prabowo, kebijakan penataan BUMN tersebut telah memberikan dampak terhadap efisiensi anggaran negara.

“Dari gaji direksi saja sampai sekarang, overhead dan gaji kita sudah bisa menghemat mendekati Rp70 triliun,” ungkapnya.

Pemerintah berharap langkah restrukturisasi dan penataan BUMN dapat menciptakan perusahaan negara yang lebih sehat, profesional, efisien, serta mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional dan memperkuat kedaulatan Indonesia di berbagai sektor strategis.

Artikel ini telah dibaca 7 kali

Baca Lainnya

Pemerintah Resmikan Perdagangan Karbon Kehutanan, Menhut: Dukungan Presiden Prabowo Jadi Kunci

11 Juli 2026 - 03:08 WITA

Bank Indonesia: Penjualan Eceran Juni 2026 Tetap Terjaga, Didukung Libur Sekolah dan Permintaan Konsumen

11 Juli 2026 - 02:25 WITA

Pemerintah Siapkan Investasi Data Center 1,3 GW, Dorong Indonesia Jadi Hub Digital Regional

11 Juli 2026 - 02:19 WITA

Menlu Sugiono dan Ketua MPR Ahmad Muzani Temui Pimpinan Iran, Sampaikan Belasungkawa dan Perkuat Hubungan Bilateral

11 Juli 2026 - 02:09 WITA

Pemerintah Pastikan Pusat Finansial Internasional Indonesia Dibangun di Bali

11 Juli 2026 - 01:54 WITA

Resmikan Lima Bendungan di NTB, Presiden Prabowo Ingatkan Aparatur Negara Utamakan Kepentingan Rakyat

11 Juli 2026 - 01:41 WITA

Trending di Nasional