Menu

Mode Gelap

Nasional · 11 Jul 2026 02:25 WITA

Bank Indonesia: Penjualan Eceran Juni 2026 Tetap Terjaga, Didukung Libur Sekolah dan Permintaan Konsumen


 Bank Indonesia: Penjualan Eceran Juni 2026 Tetap Terjaga, Didukung Libur Sekolah dan Permintaan Konsumen Perbesar

Soalindonesia–JAKARTA – Bank Indonesia (BI) memperkirakan kinerja penjualan eceran pada Juni 2026 tetap menunjukkan ketahanan di tengah dinamika ekonomi nasional. Hal tersebut tercermin dari proyeksi Indeks Penjualan Riil (IPR) yang diperkirakan mencapai 221,6.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan kinerja penjualan secara tahunan masih didukung oleh pertumbuhan pada sejumlah kelompok barang, terutama suku cadang dan aksesori kendaraan serta perlengkapan rumah tangga lainnya.

Meski demikian, secara bulanan penjualan eceran diperkirakan mengalami kontraksi sebesar 0,8 persen (month to month/mtm). Namun, penurunan tersebut dinilai lebih baik dibandingkan kontraksi sebesar 1,5 persen pada bulan sebelumnya.

READ  Menlu Sugiono dan Ketua MPR Ahmad Muzani Temui Pimpinan Iran, Sampaikan Belasungkawa dan Perkuat Hubungan Bilateral

“Perkembangan ini dipengaruhi oleh mulainya periode libur sekolah pada akhir Juni 2026,” ujar Ramdan dalam keterangan tertulis, Jumat (10/7/2026).

Bank Indonesia juga mencatat Indeks Penjualan Riil pada Mei 2026 berada di level 223,4. Capaian tersebut didukung oleh meningkatnya penjualan pada kelompok suku cadang dan aksesori kendaraan, bahan bakar kendaraan bermotor, serta barang budaya dan rekreasi.

Secara bulanan, penjualan eceran pada Mei 2026 mengalami kontraksi sebesar 1,5 persen. Meski masih mengalami penurunan, angka tersebut menunjukkan perbaikan dibandingkan April 2026 yang terkontraksi hingga 11,6 persen.

READ  Menhukham Supratman Larang Pangan Impor di Lingkungan Kementerian Hukum, Dorong Produk Lokal

Menurut Ramdan, perbaikan kinerja penjualan pada Mei dipengaruhi meningkatnya aktivitas belanja masyarakat selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), seperti Kenaikan Yesus Kristus, Iduladha, dan Hari Raya Waisak.

“Perkembangan tersebut dipengaruhi permintaan masyarakat pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional, yaitu Kenaikan Yesus Kristus, Iduladha, dan Waisak,” jelasnya.

Dari sisi harga, Bank Indonesia memperkirakan tekanan inflasi akan mengalami peningkatan pada Agustus 2026. Hal itu tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Agustus 2026 yang diproyeksikan mencapai 178,0, lebih tinggi dibandingkan IEH Juli 2026 yang berada pada level 175,8.

READ  Presiden Prabowo Kumpulkan Pejabat Pemerintah di Istana, Bahas Arahan Strategis Nasional

Peningkatan ekspektasi harga tersebut terutama dipengaruhi oleh kenaikan harga bahan baku di sejumlah sektor.

Sementara itu, untuk November 2026, tekanan harga diperkirakan relatif stabil. BI memproyeksikan IEH November berada pada level 167,5, hampir tidak berubah dibandingkan IEH Oktober 2026 yang tercatat sebesar 167,6.

Dengan tetap terjaganya kinerja penjualan eceran serta ekspektasi inflasi yang masih terkendali, Bank Indonesia optimistis aktivitas konsumsi masyarakat akan terus menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi nasional pada paruh kedua tahun 2026.

Artikel ini telah dibaca 9 kali

Baca Lainnya

Pemerintah Resmikan Perdagangan Karbon Kehutanan, Menhut: Dukungan Presiden Prabowo Jadi Kunci

11 Juli 2026 - 03:08 WITA

Pemerintah Siapkan Investasi Data Center 1,3 GW, Dorong Indonesia Jadi Hub Digital Regional

11 Juli 2026 - 02:19 WITA

Presiden Prabowo: Rencana Penjualan Sejumlah BUMN Strategis ke Asing Dihentikan

11 Juli 2026 - 02:14 WITA

Menlu Sugiono dan Ketua MPR Ahmad Muzani Temui Pimpinan Iran, Sampaikan Belasungkawa dan Perkuat Hubungan Bilateral

11 Juli 2026 - 02:09 WITA

Pemerintah Pastikan Pusat Finansial Internasional Indonesia Dibangun di Bali

11 Juli 2026 - 01:54 WITA

Resmikan Lima Bendungan di NTB, Presiden Prabowo Ingatkan Aparatur Negara Utamakan Kepentingan Rakyat

11 Juli 2026 - 01:41 WITA

Trending di Nasional