Soalindonesia–JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia akhirnya bertemu dengan sosok di balik lagu viral “MBG” yang sempat ramai diperbincangkan di media sosial. Pertemuan tersebut terjadi setelah Bahlil mengaku mencari pencipta lagu itu selama kurang lebih tiga bulan.
Momen tersebut dibagikan Bahlil melalui akun Instagram pribadinya pada Minggu (2/8/2026). Dalam unggahannya, ia menyampaikan apresiasi kepada kreator lagu yang selama ini memilih tetap anonim.
“Setelah 3 bulan mencari siapa pencipta lagu MBG, akhirnya bertemu juga. Terima kasih untuk karyanya,” tulis Bahlil dalam unggahan tersebut.
Dalam video yang diunggah, Bahlil memperkenalkan langsung sosok kreator lagu viral tersebut.
“Kamu tahu lagu MBG nggak?” tanya Bahlil.
“Tahu, Pak,” jawab sang kreator.
“Ini yang ciptain ini, baru temukan,” ujar Bahlil.
Bahlil mengungkapkan bahwa dirinya telah lama berusaha mencari pembuat lagu tersebut melalui berbagai relasi. Ia pun penasaran dengan proses kreatif di balik lagu yang sempat viral di berbagai platform media sosial.
Menjawab pertanyaan itu, sang kreator menjelaskan bahwa lagu “MBG” lahir ketika isu Selat Hormuz menjadi perhatian publik. Menurutnya, ia terinspirasi karena melihat kebijakan pemerintah yang dinilai berhasil menjaga harga bahan bakar minyak (BBM) tetap stabil.
“Pak Bahlil kan bisa nahan harga BBM. Jangan hanya dibuat meme saja, kita harus memuji juga kalau kerjanya bagus,” ujarnya.
Ia menambahkan, lirik lagu tersebut disusun dari berbagai komentar warganet di kanal YouTube Total Politik yang kemudian dipilih dan dirangkai menjadi sebuah lagu.
Yang menarik, kreator mengungkapkan seluruh proses produksi lagu dilakukan menggunakan teknologi artificial intelligence (AI), mulai dari penyusunan musik hingga suara vokal.
“Pakai AI semuanya. Jadi full AI. Dari suara, dari musik, AI semua. Kalau untuk komentar, saya pilih-pilih yang cocok saja,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa frasa “bolu ketan” yang ikut populer dalam lagu tersebut berasal dari komentar warganet yang kemudian dimasukkan ke dalam lirik.
Mendengar penjelasan tersebut, Bahlil mengaku baru mengetahui bahwa lagu viral itu diproduksi sepenuhnya dengan bantuan teknologi AI melalui penggunaan prompt.
Di akhir pertemuan, sang kreator mengungkapkan alasan dirinya selama ini memilih tetap anonim meski sempat dihubungi sejumlah pihak, termasuk tokoh politik dan pengurus Partai Golkar. Ia akhirnya bersedia bertemu setelah mendengar pernyataan Bahlil dalam sebuah perbincangan bersama Raffi Ahmad di Makkah.
“Kalau orang yang kita hormati sudah menyampaikan keinginannya, saya yang muda-muda tentu tidak bisa menolak,” katanya.
Pertemuan tersebut menjadi perhatian publik karena tidak hanya mengungkap identitas kreator lagu yang sempat misterius, tetapi juga memperlihatkan semakin luasnya pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dalam industri kreatif di Indonesia.











