Soalindonesia–MEDAN – Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumatera Utara memastikan ledakan yang menghancurkan sebuah rumah di kawasan Perumahan Grand Polonia, Kota Medan, pada Senin (20/7/2026), bukan disebabkan oleh bom. Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan ledakan berasal dari kebocoran gas yang tertanam di kawasan perumahan tersebut.
Kasubdit Fisika dan Komputer (Fiskom) Bidang Labfor Polda Sumut, AKBP Roy Tenno Siburian, mengatakan tim forensik tidak menemukan adanya residu bahan peledak di lokasi kejadian.
“Tidak ada residu yang menunjukkan bahwa ledakan itu berasal dari bahan peledak atau bom,” kata Roy saat ditemui di lokasi, Rabu (22/7/2026).
Roy menjelaskan, pola kerusakan bangunan menjadi salah satu indikator utama dalam menentukan sumber ledakan. Menurutnya, karakteristik ledakan akibat bom berbeda dengan ledakan yang dipicu kebocoran gas.
“Kalau bom selalu memiliki pusat ledakan yang jelas, sehingga kerusakan menyebar dari satu titik. Sementara pada ledakan gas, kerusakan terjadi hampir merata di seluruh ruangan karena tekanan menyebar ke berbagai arah,” jelasnya.
Meski demikian, penyidik masih melakukan pendalaman untuk memastikan titik kebocoran gas tersebut. Polisi berencana melakukan leak test atau uji kebocoran guna mengetahui lokasi pasti sumber gas yang memicu ledakan.
Roy juga menjelaskan alasan penghuni rumah diduga tidak mencium bau gas sebelum ledakan terjadi. Menurutnya, gas metana memiliki karakteristik berbeda dengan gas LPG.
“Kalau LPG cenderung mengendap ke bawah sehingga mudah masuk melalui celah pintu. Sedangkan gas metana bergerak ke atas hingga berkumpul di langit-langit. Karena itu, gas tidak selalu masuk ke ruangan sehingga tidak tercium oleh penghuni,” ujarnya.
Hingga kini, tim forensik juga belum dapat memastikan posisi para korban saat ledakan terjadi maupun sumber pemantik yang memicu ledakan. Roy mengatakan banyak faktor yang dapat memicu ledakan apabila konsentrasi gas metana telah mencapai titik mudah terbakar.
Peristiwa ledakan tersebut terjadi pada Senin (20/7/2026) sekitar pukul 15.30 WIB di sebuah rumah di Perumahan Grand Polonia, Kota Medan. Dugaan awal menyebut ledakan dipicu kebocoran pipa gas yang tertanam di kawasan perumahan.
Akibat insiden itu, tujuh orang menjadi korban, terdiri atas tiga orang meninggal dunia dan empat orang mengalami luka-luka. Seluruh korban telah berhasil dievakuasi, sementara kepolisian masih melanjutkan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kebocoran gas tersebut.











