Soalindonesia–JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi dan LPG subsidi tabung 3 kilogram tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026.
Pernyataan itu disampaikan Bahlil dalam acara Dialog Kedaulatan Pangan dan Energi menuju pertumbuhan ekonomi nasional di Institut Pertanian Bogor, yang dikutip pada Minggu (3/5/2026).
Menurut Bahlil, pemerintah tetap menjaga stabilitas harga energi subsidi meskipun harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price berpotensi menyentuh angka USD 100 per barel.
“Saya janji kepada Bapak Ibu semua ya, sampai 31 Desember, sekalipun harga ICP USD 100, Insyaallah harga BBM dan LPG subsidi tidak akan naik. Ini baru gerakan kerakyatan,” ujar Bahlil.
Soroti Desakan Kenaikan Harga
Bahlil mengungkapkan adanya pihak-pihak tertentu yang justru mendorong kenaikan harga energi subsidi tersebut. Hal ini menjadi perhatian serius pemerintah.
“Tapi saya bagian elit, harga tidak naik, disuruh kita naik. Ada apa maksudnya?” ucapnya.
Ia menegaskan pemerintah tetap berpihak pada kepentingan rakyat dengan menjaga daya beli masyarakat melalui stabilitas harga energi.
Pasokan Minyak Dipastikan Aman
Selain soal harga, Bahlil juga memastikan pasokan minyak mentah nasional dalam kondisi aman untuk satu tahun ke depan. Hal ini didukung adanya tambahan pasokan dari Rusia.
“Terakhir kemarin kita di Rusia. Di Rusia kita sudah dapat. Satu tahun ini clear. Jadi untuk stok crude kita, satu tahun ke depan, Insyaallah sudah selesai,” jelasnya.
Pemerintah diketahui memiliki komitmen impor minyak mentah dari Rusia sebesar 150 juta barel yang akan direalisasikan secara bertahap hingga akhir 2026. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan energi nasional di tengah dinamika geopolitik global.
Fokus Jaga Ketahanan Energi
Meski demikian, Bahlil belum merinci volume impor yang akan segera masuk maupun kilang yang akan mengolah minyak mentah tersebut di dalam negeri.
Ia menegaskan pemerintah saat ini fokus memastikan ketersediaan berbagai jenis BBM, mulai dari solar hingga bensin dengan beragam angka oktan, agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi di tengah kondisi global yang masih bergejolak.
Dengan kebijakan ini, pemerintah berharap stabilitas harga dan pasokan energi dapat terus terjaga serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.











