Menu

Mode Gelap

Nasional · 1 Des 2025 22:46 WITA

Cak Imin Surati Tiga Menteri Kabinet KMP, Minta Evaluasi Total Kebijakan Terkait Banjir Sumatera


 Cak Imin Surati Tiga Menteri Kabinet KMP, Minta Evaluasi Total Kebijakan Terkait Banjir Sumatera Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar mengungkapkan bahwa dirinya telah mengirim surat resmi kepada tiga menteri Kabinet Merah Putih (KMP) untuk meminta evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan dan mitigasi bencana.

Surat tersebut ditujukan kepada Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, serta Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurrofiq.

Langkah ini diambil menyusul bencana banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh dalam beberapa hari terakhir.

READ  Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi Tambahan Kuartal IV 2025, Target 30 Juta Keluarga

“Sebagai wujud komitmen dan kesungguhan kita sebagai pemerintah. Bahasa NU-nya, Tobat Nasuha. Itu kuncinya,” ujar Cak Imin dalam sambutannya di Workshop Kepala Sekolah SMK untuk Program SMK Go Global, Kota Bandung, Senin (1/12/2025), sebagaimana disiarkan melalui kanal YouTube Kemenko Pemberdayaan Masyarakat.

Menurutnya, konsep Tobat Nasuha dalam konteks pemerintahan berarti melakukan evaluasi total atas seluruh kebijakan dan langkah yang berdampak pada alam dan lingkungan hidup. Ia menegaskan pentingnya introspeksi mendalam agar bencana serupa tidak terus berulang dari tahun ke tahun.

“Kunci Tobat Nasuha adalah evaluasi total. Pemerintah harus mengevaluasi seluruh kebijakannya yang berkaitan dengan alam. Supaya bencana alam tidak terjadi lagi di Indonesia,” tegasnya.

READ  Pemerintah Luncurkan Program Magang Bergaji untuk Fresh Graduate, Kuota Awal 20 Ribu Peserta

Dengan nada prihatin, Wakil Ketua DPR RI periode lalu itu menyebut bahwa berbagai kerusakan lingkungan saat ini tidak lepas dari kelalaian manusia.

“Dari sejak kita berpikir, melangkah, dan berbuat. Kiamat bukan sudah dekat. Kiamat sudah terjadi akibat kelalaian kita sendiri,” ujarnya.

Minta Siklus Bencana Akhir Tahun Tak Terulang

Cak Imin menekankan bahwa bencana hidrometeorologi yang kerap terjadi pada November–Desember setiap tahun tidak boleh lagi dianggap sebagai siklus rutin yang tidak bisa dicegah. Ia mendorong pembenahan menyeluruh terhadap kebijakan yang berhubungan dengan tata kelola hutan, lingkungan hidup, hingga pemanfaatan energi dan sumber daya alam.

READ  5 Diperiksa KPK Terkait Kuota Haji Tambahan 2024, Ini Kata Eks Menag

“Itu kebijakan-kebijakan dalam tanda petik evaluasi dan tobat, agar siklus tahunan di musim November–Desember ini bisa dicegah. Harus dievaluasi total sehingga November nanti tidak terjadi lagi,” tutupnya.

Seruan Cak Imin tersebut menambah tekanan bagi pemerintah untuk memperkuat mitigasi bencana dan penegakan aturan lingkungan, terutama setelah rangkaian banjir dan longsor yang menimbulkan kerugian besar serta memakan korban jiwa di wilayah Sumatera.

Artikel ini telah dibaca 9 kali

Baca Lainnya

Di Tengah Perbedaan, Willem Wandik dan Elisabeth Flassy Hadir Membawa Kebahagiaan Idul Adha bagi Umat Muslim Tolikara

30 Mei 2026 - 15:23 WITA

Elisabeth Y. Flassy Wandik Menembus Pelosok Douw, Membawa Harapan bagi Generasi Emas Papua Pegunungan,”

30 Mei 2026 - 13:03 WITA

Dari Padangloang ke Baitullah, Hj Hasna Apae Menutup Perjalanan Hidupnya dengan Gelar Haji,TA Menag RI Sampaikan Belasungkawa

29 Mei 2026 - 20:41 WITA

Bupati Tolikara Salurkan Bantuan Hewan Qurban di Masjid Raya Tolikara dan Kota Jayapura

27 Mei 2026 - 12:11 WITA

WW Foundation Salurkan 2 Ekor Sapi Qurban di Hari Raya Idul Adha 1447 H

26 Mei 2026 - 21:44 WITA

Willem Wandik: Momentum Hari Kebangkitan Nasional Jadi Energi Baru Pembangunan Papua Pegunungan

20 Mei 2026 - 12:52 WITA

Trending di Nasional