Menu

Mode Gelap

Kriminal · 23 Okt 2025 01:56 WITA

Dua Polisi di Pekalongan Dilaporkan Tipu Pengusaha Rp3,5 Miliar dengan Modus Loloskan Anak ke Akpol


 Dua Polisi di Pekalongan Dilaporkan Tipu Pengusaha Rp3,5 Miliar dengan Modus Loloskan Anak ke Akpol Perbesar

SOALINDONESIA–SEMARANG Dua anggota Polres Pekalongan, Jawa Tengah, dilaporkan ke Polda Jateng atas dugaan penipuan bermodus penerimaan Taruna Akademi Kepolisian (Akpol). Kedua oknum polisi tersebut diduga menipu seorang pengusaha bernama Dwi Purwanto, dengan kerugian mencapai miliaran rupiah.

Dua polisi yang dilaporkan adalah Bripka AUK alias Alex dan Aipda F alias Rohim, yang bertugas di jajaran Polsek di wilayah Polres Pekalongan. Selain mereka, dua warga sipil berinisial SAP alias Agung dan J juga ikut dilaporkan karena diduga terlibat dalam komplotan tersebut.

Modus Janji Kuota Khusus Akpol

Kasus ini bermula ketika Aipda Rohim menghubungi Dwi Purwanto dan menawarkan bantuan untuk memasukkan anaknya menjadi taruna Akpol. Ia mengaku memiliki akses khusus dan menyebut ada “kuota dari Kapolri”.

“Saya menerima pesan dari Rohim, beliau bilang bisa bantu anak saya biar masuk Akpol. Katanya ini ada kuota khusus dari Bapak Kapolri,” ujar Dwi di Semarang, Rabu (22/10).

READ  Presiden Prabowo Tegaskan Tak Pernah Cawe-cawe di Polri: “Saya Tidak Titipkan Satu Pejabat Pun”

Namun, untuk bisa diterima, Dwi diminta menyetorkan uang Rp3,5 miliar dengan skema pembayaran bertahap. Awalnya, ia diminta menyerahkan Rp500 juta sebagai tanda keseriusan, kemudian sisanya dibayarkan setelah anaknya diterima.

Tak lama kemudian, Rohim mengenalkan Dwi kepada Bripka Alex yang disebut bisa membantu proses pelolosan. Pada Januari 2025, keduanya kembali meminta uang tambahan Rp1,5 miliar. Total uang yang telah disetorkan Dwi mencapai sekitar Rp2 miliar.

Ada Pelaku Ngaku “Adik Kapolri”

Tak berhenti di situ, Dwi juga diperkenalkan dengan pria bernama Agung, yang mengaku sebagai adik Kapolri. Selain itu, ia juga dipertemukan dengan Joko, seorang sipil asal Kediri, Jawa Timur, yang mengaku memiliki jaringan ke seorang purnawirawan jenderal polisi.

“Agung ini katanya adik Kapolri. Lalu saya juga diajak ketemu Joko di Kediri. Kata mereka, nanti anak saya diurus oleh ‘Babe’, seorang jenderal purnawirawan,” tutur Dwi.

READ  Pasca Teror Bom di Sekolah Internasional, Presiden Prabowo Beri Arahan Khusus ke BIN, BNPT, dan Polri

Dalam pertemuan itu, Joko meminta uang tambahan sebesar Rp650 juta untuk memperlancar proses penerimaan anak Dwi di Akpol.

Anak Gagal, Uang Tak Kembali

Namun, kenyataan pahit menimpa Dwi. Saat proses seleksi berlangsung, anaknya tidak lolos. Ia pun meminta agar uang yang telah diserahkan dikembalikan, namun keempat orang itu saling lempar tanggung jawab.

“Mereka bilang akan kembalikan uang, tapi sampai sekarang belum ada etika baik. Malah saling menyalahkan satu sama lain,” kata Dwi kecewa.

Akibat peristiwa ini, Dwi harus menanggung beban utang karena uang miliaran rupiah tersebut ia dapatkan dari hasil pinjaman dan menjual kendaraan pribadi.

“Saya sampai pinjam ke bank, ke saudara, bahkan jual mobil untuk biaya ini. Sekarang saya cuma ingin keadilan dan uang saya kembali,” ujarnya.

Dilaporkan ke Polda Jateng

Dwi telah resmi melaporkan kasus ini ke Polda Jawa Tengah sejak 9 Agustus 2025. Ia juga telah menjalani pemeriksaan sebagai pelapor. Namun, hingga kini belum ada tersangka yang ditetapkan dalam kasus tersebut.

READ  ATM Berisi Rp 320 Juta Dijarah Saat Demo Rusuh di DPRD Makassar, 4 Pelaku Ditangkap

“Penyidik bilang sudah naik ke tahap penyidikan, tapi belum ada perkembangan. Salah satu pelakunya malah sedang ikut pendidikan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto mengatakan pihaknya masih menelusuri laporan tersebut.

“Ini sedang saya cek dulu ke Direktorat Reserse Kriminal Umum dan Bidang Propam. Nanti kalau sudah lengkap saya kabari,” ujar Artanto saat dikonfirmasi.

Kasus Penipuan Bermodus Akpol Kembali Terjadi

Kasus penipuan dengan modus penerimaan Taruna Akpol bukan kali ini saja terjadi. Polri berulang kali mengingatkan masyarakat agar tidak percaya pada pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan uang, karena seluruh proses seleksi dilakukan secara transparan dan gratis.

Kasus ini menambah daftar panjang dugaan penipuan serupa yang memanfaatkan impian orang tua agar anaknya bisa menjadi anggota Polri.

Artikel ini telah dibaca 81 kali

Baca Lainnya

Dirtipidnarkoba Bareskrim: Eks Kapolres Bima Kota Diduga Terima “Uang Keamanan” dari Bandar Narkoba

28 Februari 2026 - 20:57 WITA

Terduga Pelaku Penusukan Advokat di Kelapa Dua Tangsel Ditangkap di Semarang

26 Februari 2026 - 12:59 WITA

Kapolda Sulsel Ungkap Motif Penganiayaan Bripda Dirja Pratama, Dipicu Masalah Hirarki Senior-Junior

25 Februari 2026 - 21:17 WITA

Buron 3 Bulan, Kakak Tikam Adik hingga Tewas di Makassar Ditangkap di Samarinda

25 Februari 2026 - 19:56 WITA

Debt Collector Tikam Anggota Advokat di Palem Semi Tangerang, Korban Dirawat di RS

24 Februari 2026 - 21:54 WITA

Polda Metro Jaya Sita 18,8 Kg Ganja di Jakarta Barat, Satu Tersangka Ditangkap

22 Februari 2026 - 01:18 WITA

Trending di Kriminal