Menu

Mode Gelap

Nasional · 22 Feb 2026 00:20 WITA

Indonesia Wajib Impor Migas USD 15 Miliar dari AS, Sumber Asia Bakal Dipangkas


 Indonesia Wajib Impor Migas USD 15 Miliar dari AS, Sumber Asia Bakal Dipangkas Perbesar

Soalindonesia–JAKARTA — Pemerintah Indonesia akan mengalihkan sebagian impor minyak dan gas bumi (migas) ke Amerika Serikat (AS) senilai USD 15 miliar per tahun sebagai implementasi kesepakatan dagang kedua negara.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan, kewajiban belanja energi tersebut telah disepakati dalam Agreement on Reciprocal Trade (ART).

“Volumenya untuk Amerika kita harus belanja USD 15 billion itu sudah final, switch-nya dari mana-mana itu (diumumkan) tiga minggu dari sekarang,” kata Bahlil dalam konferensi pers daring, Sabtu (21/2/2026).

Ia menyebut pemerintah masih menghitung komposisi pengurangan impor dari negara lain. Namun, pengurangan terbesar diperkirakan berasal dari kawasan Asia Tenggara, disusul Timur Tengah dan beberapa negara di Afrika.

READ  Pemerintah Resmi Luncurkan Skema PPPK Paruh Waktu untuk Non-ASN Tahun 2025

“Saya pulang saya akan hitung lagi, sebagian dari Asia Tenggara mungkin pangkas paling banyak di situ, kemudian di Middle East, dan beberapa negara di Afrika. Jadi kita akan prioritaskan untuk mengambil di Amerika dengan angka USD 15 billion,” ujarnya.

Geser Sumber Impor, Bukan Tambah Volume

Bahlil menegaskan, kebijakan ini bukan untuk menambah total volume impor energi nasional, melainkan menggeser sumber pasokan ke AS guna menjaga keseimbangan neraca perdagangan kedua negara.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah menandatangani kesepakatan dagang yang memuat komitmen tersebut.

READ  Indeks Kerukunan Umat Beragama 2025 Capai 77,89, Tertinggi Sejak 2015

“USD 15 miliar yang kita alokasikan untuk membeli BBM di Amerika Serikat bukan berarti kita menambah volume impor, namun kita menggeser sebagian volume impor kita dari beberapa negara di antaranya Asia Tenggara, Middle East maupun beberapa negara di Afrika. Secara keseluruhan neraca komoditas pembelian BBM kita dari luar negeri itu sama, cuma kemudian kita geser,” jelasnya.

Adapun alokasi USD 15 miliar atau setara sekitar Rp 253,39 triliun (asumsi kurs Rp 16.890 per dolar AS) akan digunakan untuk pembelian bahan bakar minyak (BBM), LPG, dan minyak mentah (crude).

Regulasi Disiapkan, Pertamina Dijaga Tetap Kompetitif

READ  Tukin ASN Kementerian ESDM Naik 100 Persen, Bahlil: Jangan Ada Lagi Praktik Lama di Lapangan!

Pemerintah juga akan menyiapkan regulasi agar proses impor tidak membebani PT Pertamina (Persero) sebagai pelaksana penugasan.

“Kita juga akan membuat peraturan yang membuat mereka juga aman, nyaman, agar nilai pembeliannya itu nilai ekonomis yang kompetitif dan saling menguntungkan antara kedua belah pihak,” kata Bahlil.

Ia menambahkan, impor LPG Indonesia saat ini mencapai sekitar 7 juta ton per tahun, di mana sebagian pasokan sudah berasal dari Amerika Serikat dan volumenya akan ditingkatkan.

Terkait implementasi teknis, Bahlil menyebut setelah masa 90 hari sesuai arahan presiden berakhir, pemerintah akan langsung memulai tahap eksekusi pengalihan impor tersebut.

Artikel ini telah dibaca 2 kali

Baca Lainnya

PT Annur Maarif Raih Predikat Hijau (Excellent) dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi pada Musim Umrah 1447 H

3 Juni 2026 - 13:32 WITA

Willem Wandik: Kesaktian Pancasila Harus Terlihat dalam Pelayanan dan Kesejahteraan Rakyat Tolikara”.

2 Juni 2026 - 13:41 WITA

Di Tengah Perbedaan, Willem Wandik dan Elisabeth Flassy Hadir Membawa Kebahagiaan Idul Adha bagi Umat Muslim Tolikara

30 Mei 2026 - 15:23 WITA

Elisabeth Y. Flassy Wandik Menembus Pelosok Douw, Membawa Harapan bagi Generasi Emas Papua Pegunungan,”

30 Mei 2026 - 13:03 WITA

Dari Padangloang ke Baitullah, Hj Hasna Apae Menutup Perjalanan Hidupnya dengan Gelar Haji,TA Menag RI Sampaikan Belasungkawa

29 Mei 2026 - 20:41 WITA

Bupati Tolikara Salurkan Bantuan Hewan Qurban di Masjid Raya Tolikara dan Kota Jayapura

27 Mei 2026 - 12:11 WITA

Trending di Nasional