Menu

Mode Gelap

Nasional · 5 Des 2025 02:24 WITA

Kapolri Ungkap Temuan Kayu Bergergaji di Lokasi Banjir Sumatra, Polri–Kemenhut Bentuk Satgas Khusus


 Kapolri Ungkap Temuan Kayu Bergergaji di Lokasi Banjir Sumatra, Polri–Kemenhut Bentuk Satgas Khusus Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkap perkembangan terbaru penyisiran area terdampak banjir di wilayah Sumatra. Tim gabungan menemukan sejumlah batang kayu gelondongan dengan bekas potongan gergaji mesin (chainsaw) di kawasan yang dihantam banjir beberapa hari terakhir.

“Dari temuan tim di lapangan ada berbagai jenis kayu, namun kita dapati ada beberapa yang ada bekas potongan dari chainsaw ya,” ujar Listyo di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (4/12/2025).

Temuan ini memicu dugaan awal bahwa sebagian kayu yang terseret arus banjir bukan berasal dari tumbangnya pohon secara alami, melainkan dari aktivitas manusia.

READ  Bupati Sidrap Tinjau Langsung Persiapan Audisi DA8, Pastikan Kesiapan Venue Hingga Detail Teknis

Penelusuran Daerah Aliran Sungai dari Hilir hingga Hulu

Kapolri menjelaskan bahwa tim gabungan kini tengah menyisir daerah aliran sungai (DAS) — mulai dari titik terparah di hilir hingga ke arah hulu — untuk mengidentifikasi dari mana kayu-kayu tersebut berasal.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan apakah material kayu tersebut terkait dengan aktivitas penebangan, baik legal maupun ilegal, yang kemudian terhanyut akibat derasnya arus banjir.

Polri–Kemenhut Bentuk Satgas Khusus Telusuri Asal Kayu

Menindaklanjuti temuan lapangan, Polri bersama Kementerian Kehutanan (Kemenhut) membentuk satuan tugas khusus guna melakukan penyelidikan lebih mendalam.

READ  Luhut Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Tetap Dilanjutkan Meski Dihantam Kasus Keracunan Massal

Kemenhut mengonfirmasi telah mengamankan sampel kayu dari lokasi banjir. Sampel tersebut akan dianalisis menggunakan teknologi AIKO, sebuah sistem identifikasi kayu berbasis kecerdasan buatan yang mampu memetakan:

karakteristik anatomi kayu,

jejak perlakuan manusia seperti potongan gergaji atau penggunaan alat berat,

indikasi praktik penebangan komersial atau pembalakan liar.

Hasil analisis ini nantinya akan menjadi dasar penindakan hukum apabila ditemukan unsur pelanggaran.

Potensi Pelanggaran & Dugaan Pembalakan Liar

Pemerintah membuka kemungkinan bahwa kayu-kayu yang ditemukan berasal dari aktivitas penebangan hutan, yang bisa saja dilakukan secara legal maupun ilegal.

Apabila terbukti kayu tersebut merupakan hasil pemotongan manusia, bukan tumbang alami, maka temuan ini dapat mengarah pada:

READ  Presiden Prabowo Gelar Pertemuan di Istana, Bahas Stabilitas Politik dan Penguatan Investasi Nasional

pembuktian adanya praktik pembalakan liar,

penelusuran pihak yang bertanggung jawab,

proses penegakan hukum kepada para pelaku.

Respons Publik Menagih Transparansi

Sejumlah organisasi masyarakat menyampaikan apresiasi atas langkah cepat aparat. Front Pemuda Indonesia Raya (FPIR) menilai penyelidikan Polri dan Kemenhut menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengontrol tata kelola hutan.

Publik pun berharap proses ini berjalan transparan dan tuntas, guna memastikan:

pelaku pelanggaran dapat diproses secara hukum,

pengelolaan hutan diperbaiki,

serta pencegahan penebangan liar dilakukan lebih ketat.

Artikel ini telah dibaca 7 kali

Baca Lainnya

Di Tengah Perbedaan, Willem Wandik dan Elisabeth Flassy Hadir Membawa Kebahagiaan Idul Adha bagi Umat Muslim Tolikara

30 Mei 2026 - 15:23 WITA

Elisabeth Y. Flassy Wandik Menembus Pelosok Douw, Membawa Harapan bagi Generasi Emas Papua Pegunungan,”

30 Mei 2026 - 13:03 WITA

Dari Padangloang ke Baitullah, Hj Hasna Apae Menutup Perjalanan Hidupnya dengan Gelar Haji,TA Menag RI Sampaikan Belasungkawa

29 Mei 2026 - 20:41 WITA

Bupati Tolikara Salurkan Bantuan Hewan Qurban di Masjid Raya Tolikara dan Kota Jayapura

27 Mei 2026 - 12:11 WITA

WW Foundation Salurkan 2 Ekor Sapi Qurban di Hari Raya Idul Adha 1447 H

26 Mei 2026 - 21:44 WITA

Willem Wandik: Momentum Hari Kebangkitan Nasional Jadi Energi Baru Pembangunan Papua Pegunungan

20 Mei 2026 - 12:52 WITA

Trending di Nasional