Menu

Mode Gelap

News · 30 Okt 2025 16:13 WITA

Kemenpar Angkat Suara Soal Lift Kaca di Pantai Kelingking Nusa Penida: Pengawasan Diperketat, Keberlanjutan Jadi Prioritas


 Kemenpar Angkat Suara Soal Lift Kaca di Pantai Kelingking Nusa Penida: Pengawasan Diperketat, Keberlanjutan Jadi Prioritas Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) akhirnya buka suara terkait pembangunan lift kaca di kawasan wisata Pantai Kelingking, Desa Bunga Mekar, Nusa Penida, Klungkung, Bali, yang tengah menjadi sorotan publik di media sosial.

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf, Hariyanto, menegaskan bahwa pemerintah terus memantau perkembangan proyek tersebut untuk memastikan seluruh proses pembangunan berjalan sesuai ketentuan, sekaligus menjunjung tinggi prinsip pariwisata berkelanjutan.

“Pengawasan telah dilakukan sejak tahap perencanaan pada tahun 2023. Kami memastikan pembangunan dilaksanakan sesuai regulasi dan memperhatikan aspek keberlanjutan, keselamatan, kebersihan, serta kondisi lingkungan di kawasan sekitar,” ujar Hariyanto dalam keterangan resminya, Kamis (30/10/2025).

Fasilitas Baru, Tapi Tetap Jaga Keaslian Alam

Menurut Hariyanto, Dinas Pariwisata Kabupaten Klungkung menilai keberadaan lift kaca dapat menjadi daya tarik wisata baru untuk meningkatkan kunjungan dan memperpanjang rata-rata lama tinggal wisatawan.

Namun demikian, Kemenparekraf tetap mengingatkan agar setiap pengembangan destinasi wisata dilakukan tanpa mengorbankan kelestarian alam dan keaslian daya tarik lokal.

READ  DPR Soroti Pengadaan 21.800 Motor Listrik BGN, Minta Penjelasan Transparan

“Pemerintah mendorong seluruh proyek pariwisata agar memperhatikan prinsip kelestarian lingkungan dan nilai budaya setempat. Tujuannya agar pembangunan ekonomi bisa berjalan beriringan dengan pelestarian alam dan identitas budaya,” jelasnya.

Kebijakan ini, lanjut Hariyanto, sejalan dengan Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 9 Tahun 2021 tentang Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan, yang menjadi panduan nasional dalam setiap pengembangan kawasan wisata di Indonesia.

Dorong Konstruksi Hijau dan Energi Terbarukan

Kemenparekraf juga mengimbau pihak pengembang proyek lift kaca agar menerapkan standar konstruksi hijau selama proses pembangunan, termasuk pemanfaatan teknologi berbasis energi terbarukan untuk meminimalkan dampak pemanasan global.

“Kami mendorong penggunaan energi ramah lingkungan serta desain yang adaptif terhadap kondisi alam sekitar. Pengembangan pariwisata tidak boleh merusak daya tarik utama kawasan tersebut,” kata Hariyanto.

READ  BGN Hentikan Sementara 47 SPPG hingga Hari ke-9 Ramadhan, Temukan Menu MBG Tak Layak Konsum

Selain itu, Kemenparekraf meminta agar masyarakat lokal dilibatkan dalam proses perencanaan dan operasional destinasi, sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan secara merata, sekaligus menjaga kearifan lokal dan filosofi budaya Bali.

Data Kunjungan Wisatawan Terus Naik

Meski menuai pro dan kontra, hingga saat ini pembangunan lift kaca tidak berdampak negatif terhadap jumlah kunjungan wisatawan ke Nusa Penida.

Berdasarkan data dari Dinas Pariwisata Kabupaten Klungkung, jumlah kunjungan wisatawan ke Nusa Penida terus meningkat — dari 714.335 wisatawan pada 2023 menjadi 1.108.791 wisatawan pada 2024.

“Kami optimistis tren positif ini akan berlanjut meski proyek lift masih berjalan. Terlebih, Nusa Penida telah diakui dunia sebagai salah satu pantai terbaik versi Tripadvisor 2024 dan Trip Best 2025 Global Water Fun Attraction dari Trip.com,” ujar Hariyanto.

Pemerintah Kabupaten Klungkung menargetkan 1,5 juta kunjungan wisatawan pada tahun 2025, dengan rata-rata 3.000 hingga 6.000 wisatawan per hari yang berkunjung ke kawasan tersebut.

READ  Banjir di Kemang Belum Surut, Petugas Damkar Evakuasi Karyawan dan Kendaraan Warga hingga Malam

Viral di Media Sosial

Polemik pembangunan lift kaca ini mencuat di media sosial pada Selasa (28/10/2025), setelah beredar foto proyek setinggi 182 meter dengan jembatan sepanjang 64 meter di tebing Pantai Kelingking.

Sebagian warga dan warganet menilai proyek tersebut mengganggu keindahan alami panorama tebing Kelingking, yang selama ini dikenal karena keasriannya.

Namun, sebagian lainnya menilai keberadaan lift justru dapat membantu wisatawan lanjut usia atau penyandang disabilitas untuk menikmati pemandangan pantai dari titik yang lebih rendah dengan aman.

Kemenpar: Keseimbangan Adalah Kunci

Hariyanto menegaskan bahwa keseimbangan antara kemudahan akses, keselamatan wisatawan, dan pelestarian alam harus menjadi prinsip utama dalam setiap pengembangan destinasi.

“Kita ingin pariwisata tumbuh tanpa kehilangan jati diri. Keindahan alam Nusa Penida harus tetap terjaga, sambil memastikan wisatawan bisa menikmati keindahan itu dengan aman dan nyaman,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 14 kali

Baca Lainnya

Maktab Jamaah Haji Khusus PT Annur Maarif Disambangi Menteri Bahlil, Raffi Ahmad hingga Anang-Ashanty

30 Mei 2026 - 10:51 WITA

Bupati Luwu Timur Support Penuh Aura Malaeka di Ajang Putera Puteri Ekraf 2026

28 Mei 2026 - 21:10 WITA

Dr. H. Bunyamin M. Yapid Jadi Khatib di Tenda 111 Jemaah Haji Khusus PT Annur Maarif

26 Mei 2026 - 21:21 WITA

WASPADA! Dugaan Penipuan “Kandayya Sewa Apartemen Vida View” Makassar: Kamar Diduga Palsu, Korban Diperas Lalu Ditinggalkan

24 Mei 2026 - 11:13 WITA

Terungkap! Wanita Tewas di Mulia House Makassar Diduga Dibunuh karena Cinta Segitiga

21 Mei 2026 - 23:44 WITA

Pemerintah Targetkan Penyaluran KUR Rp295 Triliun pada 2026, Rp10 Triliun untuk UMKM Ekonomi Kreatif Berbasis HKI

16 Mei 2026 - 01:02 WITA

Trending di Nasional