Menu

Mode Gelap

Nasional · 24 Mar 2026 19:44 WITA

Ketika Negara Hadir di Pelosok, Safari Tolikara Menjawab Harapan yang Lama Ditunggu


 Ketika Negara Hadir di Pelosok, Safari Tolikara Menjawab Harapan yang Lama Ditunggu Perbesar

SoalIndonesia—Tolikara – Di sebuah jembatan gantung yang membentang di tengah hijaunya perbukitan Papua Pegunungan, langkah-langkah rombongan pemerintah berjalan perlahan. Di ujung sana, masyarakat telah menunggu—bukan sekadar menyambut, tetapi menitipkan harapan.

Safari Pembangunan Wilayah V yang digelar Pemerintah Kabupaten Tolikara bukan hanya agenda kerja. Ia menjelma menjadi perjalanan menyapa, mendengar, dan merasakan langsung denyut kehidupan masyarakat di kampung-kampung, dari Distrik Wari hingga Distrik Dou.

Di setiap titik yang disinggahi, wajah-wajah penuh harap tampak jelas. Anak-anak berseragam sekolah berbaris rapi, sebagian tanpa alas kaki, menyambut bantuan perlengkapan belajar. Di sudut lain, para ibu menggenggam erat program pelatihan yang diharapkan bisa menguatkan ekonomi keluarga mereka.

READ  Ridwan Kamil Tiba di Bareskrim Polri untuk Tes DNA

Pemerintah tidak datang dengan janji semata. Program nyata dibawa langsung ke masyarakat—mulai dari 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) untuk mencegah stunting, sarapan sehat bagi anak sekolah, hingga perhatian terhadap pendidikan dari PAUD sampai SMA.

Di ruang-ruang kelas sederhana itu, harapan tentang masa depan Tolikara seperti tumbuh perlahan.

Tak jauh dari sana, kehidupan kampung juga berdenyut lewat potensi lokal. Sagu, yang selama ini menjadi bagian dari keseharian masyarakat, diangkat menjadi simbol ketahanan pangan melalui festival olahan lokal. Sebuah pesan sederhana namun kuat—bahwa kemandirian bisa lahir dari tanah sendiri.

READ  Wamenag: Urusan Haji dan Umrah Resmi Dialihkan ke Kementerian Haji dan Umrah

Safari ini juga menyentuh sisi spiritual masyarakat. Dalam kebersamaan ibadah, pemerintah dan warga berdiri tanpa sekat, memperkuat nilai kebersamaan dan iman. Dukungan terhadap pembangunan Gereja Elshaday Dou pun menjadi bagian dari komitmen tersebut, dengan dana yang telah terkumpul mencapai Rp660 juta.

Sementara itu, di lapangan terbuka, tawa para pemuda pecah saat menerima bantuan sarana olahraga. Di balik bola dan perlengkapan sederhana itu, tersimpan harapan agar generasi muda Tolikara tumbuh dengan semangat, disiplin, dan arah yang jelas.

Bagi Pemerintah Kabupaten Tolikara, safari pembangunan ini bukan sekadar kunjungan. Ini adalah cara memastikan bahwa negara benar-benar hadir—menyentuh, mendengar, dan bekerja bersama rakyat.

READ  Menag Nasaruddin Umar Perkenalkan Kurikulum Berbasis Cinta untuk Perkuat Pendidikan Inklusif dan Moderasi Beragama di Asia

“Pemerintah hadir bukan hanya melihat, tetapi bekerja dan mendengar langsung kebutuhan masyarakat,” menjadi pesan yang terus digaungkan dalam setiap langkah kegiatan.

Dari kampung-kampung inilah, Tolikara perlahan dibangun. Bukan hanya dengan program, tetapi dengan kehadiran, kepedulian, dan harapan yang dirawat bersama.

Dan di setiap langkah safari itu, satu keyakinan terus tumbuh:
Tolikara tidak berjalan sendiri. Ia bangkit bersama rakyatnya.

Artikel ini telah dibaca 5 kali

Baca Lainnya

Menag Nasaruddin Umar Minta Tim Hisab Rukyat Jadi Perekat Persatuan Umat

12 Mei 2026 - 21:54 WITA

Mabit Ala Sultan, Jamaah Haji Khusus PT Annur Maarif Tempati Maktab 113 VIP

12 Mei 2026 - 19:29 WITA

Ketua Yayasan Pondok Pesantren As’adiyah Hadiri Wisuda XIX Ma’had Aly As’adiyah, Tekankan Loyalitas dan Menjaga Nama Baik Pesantren

9 Mei 2026 - 15:45 WITA

Bekies Kogoya Dukung Langkah Tegas Gubernur Meki Nawipa Berantas Tambang Ilegal di Papua Tengah

7 Mei 2026 - 09:55 WITA

Prabowo Turunkan Harga Pupuk Subsidi 20 Persen, Antisipasi Gejolak Global

5 Mei 2026 - 02:55 WITA

Pemerintah Siap Beri Pajak 0 Persen di KEK Keuangan Bali, Ini Tujuannya

5 Mei 2026 - 02:48 WITA

Trending di Nasional