Menu

Mode Gelap

Nasional · 6 Des 2025 18:12 WITA

Kontroversi Makin Panas: Bupati Aceh Selatan Pergi Umrah Saat Banjir, Gubernur Murka dan Warga Protes


 Kontroversi Makin Panas: Bupati Aceh Selatan Pergi Umrah Saat Banjir, Gubernur Murka dan Warga Protes Perbesar

Soalindonesia–Aceh–selatan Penanganan banjir di Aceh Selatan kembali menjadi sorotan setelah Bupati Aceh Selatan menuai kecaman keras dari publik dan membuat Gubernur Aceh marah besar. Bupati disebut meninggalkan daerah yang sedang dilanda bencana dan memilih berangkat umrah, di saat ribuan warga masih terdampak banjir di berbagai kecamatan.

Kontroversi ini bermula dari beredarnya sebuah rekaman yang menampilkan pernyataan sang bupati yang mengaku “menyerah menghadapi banjir.” Ia menyebut tidak mampu lagi mengambil tindakan efektif di tengah curah hujan ekstrem yang menyebabkan sungai meluap dan merendam pemukiman warga.

Pernyataan tersebut memicu reaksi keras, terutama dari Pemerintah Aceh yang menilai sikap sang bupati tidak mencerminkan tanggung jawab seorang kepala daerah dalam kondisi darurat.

READ  Ketua DPD RI Apresiasi RAPBN 2026, Soroti Pemangkasan Dana Transfer ke Daerah

Gubernur Aceh Geram

Gubernur Aceh dikabarkan murka setelah mengetahui bahwa bupati tidak berada di lokasi bencana ketika banjir kembali meluas. Kepergian bupati ke Tanah Suci dianggap sebagai bentuk pengabaian tugas dan tidak menghormati situasi darurat yang sedang dihadapi masyarakatnya.

“Saat rakyat membutuhkan kehadiran pemimpin, ia justru pergi. Penanganan bencana membutuhkan koordinasi, kepemimpinan, dan kehadiran langsung di lapangan,” ujar seorang pejabat Pemerintah Aceh yang enggan disebutkan namanya.

Gubernur bahkan telah memerintahkan evaluasi internal terkait penanganan banjir di Aceh Selatan, termasuk memanggil sejumlah pejabat daerah untuk dimintai klarifikasi.

Warga Mengecam, Relawan Meradang

Di media sosial, kemarahan publik semakin terlihat. Tagar bernada kritik terhadap kepemimpinan Aceh Selatan sempat trending secara lokal. Warga menilai keputusan pergi umrah saat bencana adalah tindakan yang tidak sensitif dan tidak menunjukkan empati terhadap penderitaan rakyat.

READ  Jimly Buka Peluang Revisi UU Demi Reformasi Polri: “Kalau Perlu, Kita Ubah Undang-Undangnya”

“Rumah kami terendam, akses jalan terputus, kami butuh bantuan. Tapi pemimpin malah pergi umrah. Bagaimana bisa?” keluh seorang warga Labuhan Haji.

Para relawan kemanusiaan yang sudah bekerja tanpa henti selama sepekan juga merasa frustasi. Minimnya arahan dari pemerintah daerah membuat koordinasi di lapangan berjalan lambat dan tidak terstruktur.

Pemerintah Provinsi Ambil Alih Penanganan

Melihat kondisi yang semakin tidak terkendali, Pemerintah Aceh disebut mulai mengambil alih sebagian koordinasi penanganan bencana di Aceh Selatan. Langkah yang dilakukan antara lain percepatan distribusi logistik, evakuasi warga terdampak, serta penguatan posko darurat di sejumlah titik kritis.

READ  Mentan Amran Heran Harga Minyak Goreng Naik Padahal RI Produsen Sawit Terbesar Dunia

“Fokus utama kami adalah keselamatan rakyat. Penanganan bencana tidak boleh berhenti hanya karena ada pejabat yang tidak berada di tempat,” kata seorang pejabat BPBA.

Sikap Bupati Masih Dinanti

Hingga berita ini diturunkan, Bupati Aceh Selatan belum memberikan penjelasan resmi mengenai alasan kepergiannya ke Tanah Suci maupun pernyataan bahwa dirinya telah “menyerah” dalam menghadapi banjir. Publik menantikan klarifikasi langsung, terutama karena polemik ini telah menimbulkan kegelisahan luas di tengah masyarakat.

Sementara itu, pemerintah pusat dan provinsi menegaskan bahwa stabilitas penanganan banjir harus tetap terjaga. Ribuan warga masih berada di lokasi pengungsian dan membutuhkan bantuan cepat serta koordinasi yang solid.

Artikel ini telah dibaca 15 kali

Baca Lainnya

Menag Nasaruddin Umar di Haul Pendiri Tremas: Teladani Ulama, Hidupkan Doa untuk yang Telah Wafat

17 April 2026 - 14:07 WITA

Bupati Tolikara Willem Wandik Teken Hibah untuk BP Calon Wilayah Kembu, Perkuat Pelayanan Rohani

17 April 2026 - 00:41 WITA

Halal Bihalal MUI: Menag Nasaruddin Umar Serukan Persatuan Ulama dan Negara Demi Indonesia Damai

15 April 2026 - 22:27 WITA

Tausiah Menag RI Prof. H. Nasaruddin Umar di Halal Bi Halal DWP Kemenag Sarat Makna: Belajar dari Keteguhan dan Ujian Iman

15 April 2026 - 13:20 WITA

Menteri ESDM Dampingi Presiden Prabowo ke Moskow, Perkuat Diplomasi Energi Indonesia–Rusia

13 April 2026 - 14:25 WITA

Mendagri Tito Karnavian Usulkan Perpanjangan Dana Otsus Aceh hingga Pasca-2027

13 April 2026 - 14:03 WITA

Trending di Nasional