Menu

Mode Gelap

News · 3 Mei 2026 01:51 WITA

Megawati Sampaikan Orasi Ilmiah di Universitas Borobudur, Tegaskan Republik Milik Seluruh Rakyat


 Megawati Sampaikan Orasi Ilmiah di Universitas Borobudur, Tegaskan Republik Milik Seluruh Rakyat Perbesar

Soalindonesia–JAKARTA — Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, menyampaikan orasi ilmiah dalam acara pengukuhan Profesor Emeritus bidang Hukum Tata Negara untuk Arief Hidayat di Universitas Borobudur, Sabtu (2/5/2026).

Dalam pidatonya, Megawati menegaskan bahwa Indonesia sebagai negara republik adalah milik seluruh rakyat, bukan individu maupun kelompok tertentu.

“Republik Indonesia ini adalah milik kita semua. Bagaimana sih?” tegas Ketua Umum PDI Perjuangan tersebut.

Soroti Isu Perubahan Sistem Pemilu

Megawati juga menyoroti wacana perubahan sistem Pemilihan Umum (Pemilu), khususnya terkait pemilihan presiden. Ia menegaskan pentingnya mempertahankan sistem pemilihan langsung sebagai bagian dari amanat reformasi yang memberikan legitimasi kuat kepada pemimpin.

READ  Syahrul Aidi Maazat Resmi Dilantik sebagai Ketua BKSAP DPR RI Gantikan Mardani Ali Sera

Ia mengkritik alasan tingginya biaya pemilu yang kerap dijadikan dasar untuk mengubah sistem tersebut.

“Kalau sekarang dibilang biayanya besar, itu aneh bagi saya,” ujarnya, sembari menyinggung pelaksanaan Pemilu 1955 yang dinilainya berjalan baik.

Menurutnya, presiden yang dipilih langsung oleh rakyat harus menjaga konstitusi dan tidak membuka ruang kompromi terhadap pelanggaran yang dapat mengurangi kedaulatan bangsa.

Kritik Penyeragaman Lembaga Negara

Dalam orasinya, Megawati juga mengungkap kekhawatiran terhadap gejala penyeragaman di lembaga negara, baik legislatif maupun yudikatif. Ia menilai munculnya budaya “asal bapak senang” atau mentalitas “siap komandan” dapat mengancam independensi lembaga.

READ  Sri Mulyani Naikkan Anggaran Pendidikan Rp757,8 Triliun, Fokus ke Guru, Dosen, dan Siswa

Ia bahkan membagikan pengalaman pribadinya menghadapi aparat yang kerap berlindung di balik perintah atasan tanpa mempertimbangkan aspek kebenaran hukum.

“Kalau lembaga hanya mengikuti satu komando, keadilan bisa tergerus,” tegasnya.

Apresiasi Integritas Akademik

Pada kesempatan tersebut, Megawati juga memberikan apresiasi kepada Arief Hidayat atas sikapnya yang pernah menyampaikan dissenting opinion saat menjabat di Mahkamah Konstitusi.

Menurutnya, sikap tersebut mencerminkan integritas intelektual dan keberanian dalam menjaga prinsip hukum di tengah tekanan.

Ia pun berpesan kepada akademisi dan mahasiswa untuk tetap berpihak pada keadilan dan kebenaran.

READ  Anggota Polri Tewas Jadi Korban Tabrak Lari di Buleleng, Bali

“Jangan biarkan hukum kehilangan keberpihakannya. Getarkan suara hati nurani saudara untuk mengawal kebenaran dan keadilan,” pungkas Megawati.

Acara pengukuhan ini menjadi momentum refleksi penting bagi dunia akademik dan hukum di Indonesia, khususnya dalam menjaga nilai-nilai demokrasi, independensi lembaga, serta supremasi hukum di tengah dinamika kebangsaan.

Artikel ini telah dibaca 14 kali

Baca Lainnya

Kuasa Hukum Tegaskan Febrie Adriansyah Tak Terkait Money Changer dan Isi Brankas di Sentul

18 Juli 2026 - 00:51 WITA

Kuasa Hukum Don Ritto Sebut Rumah Sentul Milik Febrie Dipinjam untuk Operasional Yayasan

18 Juli 2026 - 00:36 WITA

Komisi IX DPR Minta BGN Fokus Benahi Tata Kelola dan Tuntaskan Persoalan Program MBG

18 Juli 2026 - 00:16 WITA

Ketum PPP Dorong Perempuan Dapat Porsi Lebih Besar di Organisasi dan Pemerintahan

17 Juli 2026 - 22:12 WITA

Don Ritto Resmi Ditahan Kejagung Usai Dilimpahkan Polda Metro Jaya

17 Juli 2026 - 21:43 WITA

OJK Cabut Izin Usaha BPRS Hasanah Mandiri, Dana Nasabah Dijamin LPS

17 Juli 2026 - 17:38 WITA

Trending di News