Menu

Mode Gelap

Nasional · 2 Apr 2026 10:19 WITA

Menag RI Nasaruddin Umar Hadiri Haul Guru Tua di Palu, Teguhkan Spirit Merawat Warisan Ulama Nusantara


 Menag RI Nasaruddin Umar Hadiri Haul Guru Tua di Palu, Teguhkan Spirit Merawat Warisan Ulama Nusantara Perbesar

SOAlINDONESIA—PALU – Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, tiba di Kota Palu, Sulawesi Tengah, melalui Bandar Udara Mutiara Sis Aljufri, Rabu (1/4/2026).

Kedatangan orang nomor satu di Kementerian Agama itu disambut langsung oleh Rektor UIN Datokarama Palu, Prof. KH. Lukman S. Thahir, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sulawesi Tengah.

Kunjungan kerja Menag ke Palu kali ini dalam rangka menghadiri Haul ke-58 ulama kharismatik Sulawesi Tengah, Sayyid Idrus bin Salim Aljufri, atau yang dikenal luas dengan sebutan Guru Tua, sekaligus menjalankan sejumlah agenda strategis keagamaan lainnya yang telah disusun oleh Kanwil Kemenag Sulteng.

Kehadiran Menag di Palu terbilang padat dan berkelanjutan. Sehari sebelumnya, ia baru saja meninggalkan Sulawesi Selatan usai menghadiri rangkaian kegiatan keagamaan dan halal bihalal bersama masyarakat. Tanpa jeda panjang, ia kembali melanjutkan perjalanan dinas ke Sulawesi Tengah.

READ  20 Questions You Should Always Ask About Playstation Before Buying It

Hal ini menjadi cerminan komitmen kuat Menteri Agama dalam merawat tradisi keagamaan serta menjaga kesinambungan nilai-nilai spiritual di tengah masyarakat. Di tengah padatnya agenda nasional, kehadiran Menag dalam kegiatan haul menunjukkan perhatian serius pemerintah terhadap warisan ulama sebagai fondasi moral bangsa.

“Haul bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum untuk menyambung sanad keilmuan, memperkuat nilai keteladanan, dan menghidupkan kembali semangat dakwah yang diwariskan para ulama,” demikian pesan yang kerap disampaikan Menag dalam berbagai kesempatan.

Sosok Guru Tua dan Jejak Peradaban Islam di Kawasan Timur Indonesia

Nama Sayyid Idrus bin Salim Aljufri bukanlah sosok biasa dalam sejarah Islam di Indonesia Timur. Ia merupakan ulama besar keturunan Arab yang lahir di Tarim, Hadramaut, Yaman, dan kemudian mengabdikan hidupnya untuk dakwah di Nusantara, khususnya di wilayah Sulawesi Tengah.

READ  SBY Lukis Kapal “Only The Strong”, Simbol Demokrat Hadapi Badai Politik

Guru Tua dikenal sebagai pendiri organisasi pendidikan Islam Alkhairaat, yang hingga kini telah berkembang menjadi salah satu jaringan pendidikan Islam terbesar di kawasan timur Indonesia.

Melalui Alkhairaat, beliau mendirikan ratusan madrasah dan lembaga pendidikan yang tersebar di berbagai daerah, dari Sulawesi, Maluku, hingga Papua. Perannya tidak hanya dalam bidang pendidikan, tetapi juga dalam membentuk karakter umat, menanamkan nilai moderasi beragama, serta memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah keberagaman.

Keteladanan Guru Tua tercermin dari kesederhanaan hidup, keteguhan dalam berdakwah, serta komitmennya dalam mencerdaskan umat. Ia menjadi simbol persatuan dan rujukan spiritual bagi masyarakat lintas generasi.

Merawat Tradisi, Menjaga Akar Spiritual Bangsa

Haul Guru Tua setiap tahunnya menjadi magnet spiritual yang menghadirkan ribuan jamaah dari berbagai penjuru Indonesia. Momentum ini bukan hanya ajang mengenang jasa ulama, tetapi juga menjadi ruang refleksi kolektif untuk memperkuat nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil alamin.

READ  Investigasi Dugaan Korupsi Proyek KA: KPK Masih Dalami Peran Bupati Pati Sudewo

Kehadiran Nasaruddin Umar di tengah masyarakat Palu mempertegas bahwa negara hadir dalam merawat tradisi keagamaan sekaligus menghormati jasa para ulama yang telah meletakkan dasar peradaban Islam di Indonesia.

Selain menghadiri rangkaian haul, Menag juga dijadwalkan mengikuti sejumlah agenda keagamaan lainnya, termasuk pertemuan dengan tokoh agama, akademisi, serta pembinaan kelembagaan keagamaan di Sulawesi Tengah.

Di tengah dinamika zaman, kehadiran pemimpin yang terus menyambangi ruang-ruang spiritual seperti ini menjadi pesan kuat bahwa pembangunan bangsa tidak hanya bertumpu pada aspek material, tetapi juga pada kekuatan nilai dan warisan ruhani.

Semangat tanpa lelah yang ditunjukkan Menag menjadi cerminan dedikasi dalam menjaga denyut kehidupan beragama di Indonesia—bahwa di balik setiap perjalanan dinas, ada ikhtiar untuk terus menyalakan cahaya para ulama di tengah umat.

Artikel ini telah dibaca 20 kali

Baca Lainnya

Menag Nasaruddin Umar di Haul Pendiri Tremas: Teladani Ulama, Hidupkan Doa untuk yang Telah Wafat

17 April 2026 - 14:07 WITA

Bupati Tolikara Willem Wandik Teken Hibah untuk BP Calon Wilayah Kembu, Perkuat Pelayanan Rohani

17 April 2026 - 00:41 WITA

Halal Bihalal MUI: Menag Nasaruddin Umar Serukan Persatuan Ulama dan Negara Demi Indonesia Damai

15 April 2026 - 22:27 WITA

Tausiah Menag RI Prof. H. Nasaruddin Umar di Halal Bi Halal DWP Kemenag Sarat Makna: Belajar dari Keteguhan dan Ujian Iman

15 April 2026 - 13:20 WITA

Menteri ESDM Dampingi Presiden Prabowo ke Moskow, Perkuat Diplomasi Energi Indonesia–Rusia

13 April 2026 - 14:25 WITA

Mendagri Tito Karnavian Usulkan Perpanjangan Dana Otsus Aceh hingga Pasca-2027

13 April 2026 - 14:03 WITA

Trending di Nasional