Menu

Mode Gelap

Nasional · 2 Apr 2026 18:41 WITA

Menag RI Prof Nasaruddin Umar Ikuti Konferensi Internasional Kementerian Agama Saudi, Soroti Urgensi Ekoteologi


 Menag RI Prof Nasaruddin Umar Ikuti Konferensi Internasional Kementerian Agama Saudi, Soroti Urgensi Ekoteologi Perbesar

SOALINDONESIA—JAKARTA — Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, mengikuti konferensi internasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Arab Saudi secara daring pada Kamis (2/4/2026). Forum global ini mempertemukan delapan negara Islam untuk membahas isu-isu strategis keagamaan dan kemanusiaan kontemporer.

Delapan negara yang terlibat dalam konferensi tersebut yakni Indonesia, Pakistan, Maroko, Kuwait, Mesir, Yordania, Arab Saudi, dan Gambia. Pertemuan ini menjadi ruang dialog lintas negara dalam merespons tantangan global, khususnya terkait krisis lingkungan dan peran agama dalam menjawab persoalan tersebut.

Dalam paparannya, Menag Nasaruddin Umar menegaskan bahwa dunia saat ini tidak hanya menghadapi krisis iklim, tetapi juga krisis nilai dan kemanusiaan. Ia menyebut persoalan lingkungan bukan sekadar isu suhu dan cuaca, melainkan menyentuh dimensi moral manusia.

READ  Presiden Prabowo Bertolak ke China Penuhi Undangan Xi Jinping, Hadiri Parade Militer di Beijing

“Ini bukan sekadar krisis suhu, melainkan krisis nurani. Bukan hanya gangguan cuaca, tetapi gangguan pada sistem nilai dan perilaku manusia,” ungkapnya dalam materi yang disampaikan  .

Menag juga menyoroti berbagai tantangan global seperti pemanasan global, krisis air dan pangan, hingga penurunan keanekaragaman hayati yang berdampak langsung terhadap stabilitas sosial dunia. Menurutnya, kondisi ini membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berbasis sains dan teknologi, tetapi juga nilai-nilai agama.

Ia kemudian memperkenalkan konsep ekoteologi sebagai pendekatan strategis yang mengintegrasikan iman, ilmu, dan amal dalam menjaga keseimbangan alam. Dalam perspektif Indonesia, ekoteologi bukanlah mazhab baru, melainkan upaya menghidupkan kembali nilai-nilai agama dalam praktik kehidupan sehari-hari.

READ  Menag Respons Isu Ompreng MBG Mengandung Minyak Babi: Kalau Benar, Akan Diperbaiki Sekarang Juga

“Ekoteologi adalah jembatan antara iman dan tanggung jawab, antara ibadah dan pelestarian kehidupan. Ini adalah panggilan moral untuk mengubah relasi manusia dengan alam dari eksploitasi menuju amanah,” jelasnya  .

Lebih lanjut, Menag menegaskan bahwa Indonesia telah menjadikan ekoteologi sebagai bagian dari kebijakan strategis nasional melalui Kementerian Agama. Hal ini sejalan dengan visi pembangunan yang menekankan harmoni antara manusia dan alam.

Dalam forum tersebut, Menag juga mengajak seluruh negara untuk menjadikan rumah ibadah sebagai contoh nyata dalam menjaga lingkungan, mulai dari pola konsumsi hingga perilaku hidup yang berkelanjutan.

READ  KPK Dalami Dugaan Fee Proyek 4–10 Persen untuk Eks Wali Kota Madiun

“Melindungi bumi bukan pilihan tambahan yang bisa ditunda, tetapi merupakan kewajiban agama dan tanggung jawab moral,” tegasnya  .

Konferensi internasional ini turut diikuti oleh Tenaga Ahli Menteri Agama RI, Bunyamin M. Yapid, yang mendampingi Menag dalam forum strategis tersebut.

Partisipasi Indonesia dalam konferensi ini menegaskan komitmen kuat dalam membawa nilai-nilai keagamaan sebagai solusi atas tantangan global, sekaligus memperkuat peran Indonesia dalam diplomasi keagamaan di tingkat internasional.

Artikel ini telah dibaca 50 kali

Baca Lainnya

Di Tengah Perbedaan, Willem Wandik dan Elisabeth Flassy Hadir Membawa Kebahagiaan Idul Adha bagi Umat Muslim Tolikara

30 Mei 2026 - 15:23 WITA

Elisabeth Y. Flassy Wandik Menembus Pelosok Douw, Membawa Harapan bagi Generasi Emas Papua Pegunungan,”

30 Mei 2026 - 13:03 WITA

Dari Padangloang ke Baitullah, Hj Hasna Apae Menutup Perjalanan Hidupnya dengan Gelar Haji,TA Menag RI Sampaikan Belasungkawa

29 Mei 2026 - 20:41 WITA

Bupati Tolikara Salurkan Bantuan Hewan Qurban di Masjid Raya Tolikara dan Kota Jayapura

27 Mei 2026 - 12:11 WITA

WW Foundation Salurkan 2 Ekor Sapi Qurban di Hari Raya Idul Adha 1447 H

26 Mei 2026 - 21:44 WITA

Willem Wandik: Momentum Hari Kebangkitan Nasional Jadi Energi Baru Pembangunan Papua Pegunungan

20 Mei 2026 - 12:52 WITA

Trending di Nasional