Menu

Mode Gelap

Nasional · 21 Sep 2025 18:49 WITA

Menag Sebut Potensi Zakat Capai Rp220 Triliun per Tahun, Realisasi Baru Rp41 Triliun


 Menag Sebut Potensi Zakat Capai Rp220 Triliun per Tahun, Realisasi Baru Rp41 Triliun Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa potensi zakat nasional mencapai Rp220 triliun per tahun, jauh lebih besar dibandingkan realisasi yang baru terkumpul sebesar Rp41 triliun.

“Zakat itu sudah terbukti, Rp41 triliun terkumpul. Itu baru seperberapanya. Kalau dikumpulkan semuanya yang ber-KTP Islam itu, maka seharusnya Rp220 triliun setiap tahun,” kata Nasaruddin Umar dalam acara Zakat Wakaf Funwalk di kawasan Car Free Day, Jakarta, Minggu (21/9/2025).

Acara ini diikuti sekitar 1.400 peserta dan merupakan rangkaian keenam kegiatan yang digelar Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam dalam rangka memperingati Maulid Nabi. Turut hadir jajaran eselon I dan II Kemenag, staf khusus Menag, serta Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag.

READ  KPK Bongkar Korupsi Kuota Haji: Hak 8.400 Jemaah Reguler Terampas

Wakaf Dinilai Berpotensi Lebih Besar

Dalam kesempatan itu, Menag juga menegaskan bahwa wakaf memiliki potensi lebih besar dari zakat. Ia mencontohkan praktik di negara lain, di mana pendapatan dari wakaf jauh melampaui zakat.

“Wakaf itu seharusnya lebih besar pendapatannya daripada zakat. Di negara-negara lain, jauh lebih banyak wakaf daripada zakat,” ungkap Nasaruddin.

Menurutnya, penguatan zakat dan wakaf bukan hanya sebatas kewajiban keagamaan, melainkan juga strategi pemberdayaan ekonomi umat.

“Insya Allah ke depan bapak-ibu sekalian, carilah kiat-kiat bagaimana menampung zakat, bagaimana menampung wakaf produktif ini,” imbuhnya.

READ  Menag Nasaruddin Umar Buka Santri Horseback Archery Championship 2025: Simbol Kebangkitan Santri Tangguh dan Berkarakter

Dorongan dari Ditjen Bimas Islam

Direktur Jenderal Bimas Islam Abu Rokhmad menekankan pentingnya menggelorakan zakat dan wakaf agar pengumpulan serta pendistribusiannya memberikan dampak nyata bagi umat.

“Zakat seperti yang Pak Menteri sering sampaikan kepada kami, harus terus digelorakan, harus terus dikampanyekan. Agar pengumpulan zakat makin maksimal, agar pendistribusian zakat juga makin memberikan dampak yang nyata kepada umat Islam,” ujarnya.

Abu Rokhmad juga menambahkan bahwa wakaf bisa menjadi instrumen strategis dalam mendukung pendidikan Islam.

“Hari ini kami ingin menjadikan wakaf untuk madrasah, untuk pendidikan Islam, agar sarana dan prasarananya semakin layak.

READ  Silaturahmi Bersama Tokoh Agama di Bali,Dr. H. Bunyamin M. Yapid, Lc., M.H.: Keberagaman Adalah Kekayaan Bangsa yang Harus Dirawat

Agar anak-anak kita juga mendapatkan pendidikan yang betul-betul memberikan dampak nyata bagi upaya mereka untuk menjadikan Indonesia makin baik di tahun yang akan datang,” jelasnya.

Artikel ini telah dibaca 3 kali

Baca Lainnya

Puspenma Siapkan 1.900 Beasiswa 2026, Dorong Dosen PTK Tempuh Studi Doktor dan Perkuat Riset

28 Februari 2026 - 21:43 WITA

Satgas PRR Targetkan Seluruh Pengungsi Pascabencana Sumatera Direlokasi Sebelum Idulfitri 2026

28 Februari 2026 - 21:28 WITA

AS dan Israel Serang Iran, Presiden Prabowo Siap Fasilitasi Dialog

28 Februari 2026 - 21:02 WITA

BGN Hentikan Sementara 47 SPPG hingga Hari ke-9 Ramadhan, Temukan Menu MBG Tak Layak Konsum

28 Februari 2026 - 20:41 WITA

Kepala BGN: 93 Persen Anggaran Rp268 Triliun Dialokasikan untuk Program Makan Bergizi

28 Februari 2026 - 20:29 WITA

Bupati Tolikara Serahkan DPA 2026, Tandai Dimulainya Pelaksanaan APBD Rp1,64 Triliun

28 Februari 2026 - 15:22 WITA

Trending di Nasional