Menu

Mode Gelap

Nasional · 22 Okt 2025 00:08 WITA

Menhan HAM Natalius Pigai Dorong DPR Setujui Tipikor Masuk Kategori Pelanggaran HAM: “Pertama di Dunia”


 Menhan HAM Natalius Pigai Dorong DPR Setujui Tipikor Masuk Kategori Pelanggaran HAM: “Pertama di Dunia” Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mendorong Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk menyetujui rencana memasukkan tindak pidana korupsi (tipikor) sebagai pelanggaran HAM dalam revisi Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM.

Pigai menyebut, langkah tersebut akan menjadi terobosan pertama di dunia, sebab belum ada negara lain yang secara eksplisit mengaitkan praktik korupsi dengan pelanggaran hak asasi manusia.

“Kami baru pertama yang mengkaitkan antara korupsi dan HAM. Mudah-mudahan kalau DPR menyetujui pasal ini, maka Indonesia adalah negara pertama yang menghubungkan korupsi dan HAM,” ujar Pigai di Kantor Kementerian HAM, Jakarta, Selasa (21/10/2025).

Revisi UU HAM Masuk Tahap Final

Pigai menjelaskan, klausul baru tersebut telah dimuat dalam draf revisi Undang-Undang HAM versi pemerintah, dan kini tinggal diserahkan ke DPR untuk dibahas bersama.

READ  Ketua Komisi VIII DPR Soroti Pramugari Maskapai Haji: “Roknya Tinggi-Tinggi, Kurang Pas untuk Jemaah Kita”

“Pasalnya sudah ada, tinggal kami serahkan ke DPR,” kata Pigai.

Ia menegaskan, undang-undang hanya memberikan kerangka normatif tentang hubungan antara korupsi dan HAM, sementara penjelasan lebih rinci akan diatur dalam peraturan turunan setelah revisi UU disahkan.

“Undang-undang kan hanya mengatur gambaran besar norma. Untuk detailnya nanti dijelaskan lebih lanjut dalam peraturan pelaksana,” jelasnya.

Korupsi Sebagai Pelanggaran HAM: Ada Pertimbangan

Pigai menekankan bahwa tidak semua kasus korupsi akan otomatis dikategorikan sebagai pelanggaran HAM. Hanya korupsi yang menyebabkan penderitaan langsung atau hilangnya nyawa manusia yang akan termasuk kategori tersebut.

READ  Presiden Prabowo Temui Michael Bloomberg di New York, Bahas Investasi Energi Bersih dan Perlindungan Laut

“Kalau korupsi menyebabkan orang lain menderita secara langsung, bahkan sampai kehilangan nyawa, itu bisa dikategorikan sebagai pelanggaran HAM,” ujar Pigai.

Namun, ia menambahkan, praktik korupsi yang timbul akibat kebijakan administratif atau persoalan bisnis tidak akan dimasukkan ke dalam kategori itu.

“Tapi kalau misalnya korupsi karena kebijakan, atau karena urusan bisnis dan lain-lain, tidak. Yang tadi itu, yang emergensi, yang kalau korupsi menyebabkan orang lain menderita secara langsung,” tegasnya.

Dukungan Akademisi dan Ahli

Lebih lanjut, Pigai mengungkapkan bahwa pengaturan mengenai hubungan antara korupsi dan HAM telah melalui kajian mendalam bersama para akademisi, ahli HAM, serta pakar hukum korupsi.

READ  Biaya Haji 2026 Akan Diumumkan Paling Cepat 29 Oktober, Komisi VIII DPR Targetkan Turun Rp2 Juta per Jemaah

“Ini sudah kita diskusikan dengan para ahli HAM dan korupsi. Kita kombinasikan, dan ini pertama dalam sejarah dunia,” tuturnya.

Menurut Pigai, pengakuan korupsi sebagai bentuk pelanggaran HAM akan memperkuat akuntabilitas moral dan hukum terhadap para pelaku tindak rasuah, terutama yang dampaknya meluas terhadap hak hidup masyarakat.

Langkah Reformis Pemerintahan Prabowo

Langkah Kementerian HAM ini disebut-sebut sejalan dengan komitmen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat sistem hukum dan pemberantasan korupsi yang berkeadilan sosial.

Dengan memasukkan korupsi ke dalam kategori pelanggaran HAM, pemerintah berharap tercipta efek jera yang lebih kuat serta pengawasan publik yang lebih ketat terhadap penyalahgunaan kekuasaan yang merugikan rakyat.

Artikel ini telah dibaca 22 kali

Baca Lainnya

Kementerian UMKM Gandeng Aprindo, Perluas Akses Produk UMKM ke Ritel Modern

18 Juli 2026 - 00:43 WITA

Indonesia Dorong D-8 Perjuangkan Kepentingan Negara Berkembang di COP31

17 Juli 2026 - 22:24 WITA

Wamensos Sampaikan Pesan Prabowo kepada Siswa Sekolah Rakyat Semarang: Percaya Diri, Pintar, dan Berkarakter

17 Juli 2026 - 22:17 WITA

Kemenag Catat 725 Ribu Titik Ikut Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026

17 Juli 2026 - 21:58 WITA

Prabowo: Ekonomi Indonesia Tetap Kuat di Tengah Gejolak Global, Impor Solar Resmi Dihentikan

17 Juli 2026 - 21:51 WITA

Prabowo: Indonesia Segera Miliki Motor Listrik Nasional, Siap Diluncurkan dalam Beberapa Pekan

17 Juli 2026 - 21:08 WITA

Trending di Nasional