Menu

Mode Gelap

Nasional · 30 Okt 2025 16:38 WITA

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Terima Kunjungan Mantan Panglima Angkatan Bersenjata Australia David Hurley di Kemenhan


 Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Terima Kunjungan Mantan Panglima Angkatan Bersenjata Australia David Hurley di Kemenhan Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Republik Indonesia menerima kunjungan kehormatan dari mantan Panglima Angkatan Bersenjata sekaligus mantan Gubernur Jenderal Australia, Jenderal (Purn.) David John Hurley AC CVO DSC, pada Rabu (29/10/2025).

Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin di Gedung Kemenhan, Jakarta. Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan pertahanan bilateral antara Indonesia dan Australia sekaligus mengenang hubungan personal yang telah terjalin lama antara kedua tokoh militer senior tersebut.

“Tadi baru saja kita saksikan General David Hurley, mantan CDF (Chief of Defence Force) Australia dan juga mantan Gubernur Jenderal Australia, berkunjung ke Kementerian Pertahanan. Beliau disambut oleh Sekjen dan diterima langsung oleh Bapak Menteri Pertahanan,” ujar Kepala Biro Informasi Pertahanan (Infohan) Setjen Kemhan, Brigadir Jenderal TNI Frega F. Wenas, kepada wartawan di Jakarta, Rabu (29/10/2025).

Perkuat Kerja Sama Militer dan Kesehatan Pertahanan

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat, kedua pihak membahas penguatan hubungan pertahanan Indonesia–Australia, termasuk peluang peningkatan kerja sama militer di bidang pelatihan dan kesehatan militer.

READ  Ayah Diplomat Muda Arya Daru Tolak Anggapan Bunuh Diri, Keluarga Minta Kasus Diusut Tuntas

“Australia juga menyampaikan harapan agar dapat memberikan dukungan dalam konteks pelatihan, khususnya di bidang kesehatan militer atau kedokteran militer yang diperlukan dalam operasi penanggulangan bencana maupun operasi bantuan kemanusiaan,” jelas Frega.

Selain mempererat kerja sama strategis, diskusi juga menyoroti pentingnya pertukaran pengalaman dan teknologi pertahanan guna memperkuat kesiapan militer kedua negara menghadapi tantangan keamanan regional.

Apresiasi Terhadap Perkembangan Pertahanan Indonesia

Jenderal (Purn.) David Hurley menyampaikan apresiasi terhadap kemajuan sistem pertahanan Indonesia di bawah kepemimpinan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin. Ia menyoroti pembentukan Batalyon Teritorial Pembangunan serta keberadaan Dewan Pertahanan Nasional sebagai langkah maju dalam memperkuat struktur dan koordinasi pertahanan nasional.

“General David Hurley memberikan apresiasi atas perkembangan pertahanan Indonesia, termasuk pembentukan satuan baru serta komitmen Indonesia dalam berkontribusi terhadap perdamaian dunia, khususnya di kawasan Timur Tengah,” ujar Frega.

READ  TNI AD Dalami Keberadaan Mayjen Achmad Adipati di Tengah Eksekusi Lahan Sengketa Milik Jusuf Kalla di Makassar

Menurutnya, Hurley menilai Indonesia memiliki peran strategis sebagai kekuatan penyeimbang di kawasan Indo-Pasifik serta mitra penting Australia dalam menjaga stabilitas kawasan.

Hubungan Personal Perkuat Diplomasi Pertahanan

Selain membahas isu strategis, pertemuan ini juga sarat dengan nuansa emosional. Hubungan pribadi antara Menhan Sjafrie dan Jenderal Hurley telah terjalin sejak masa keduanya masih menjadi taruna militer, dan komunikasi baik tetap terjaga hingga kini.

“Kedua pimpinan menyampaikan komitmen untuk terus menjaga komunikasi. Walaupun sudah tidak menjabat sebagai Panglima Angkatan Bersenjata maupun Gubernur Jenderal, hubungan personal mereka tetap berlanjut,” ungkap Frega.

Ia berharap, kedekatan yang ditunjukkan kedua tokoh militer tersebut bisa menjadi contoh positif bagi hubungan antarpersonel militer kedua negara.

“Hubungan people to people contact antara personel militer Indonesia dan Australia ini penting. Semakin erat hubungan informal, semakin kuat pula fondasi kerja sama formal antar pemerintah dan pertahanan,” imbuhnya.

READ  Kabar Gembira, Pemerintah Naikkan Gaji ASN, TNI, Polri, hingga Pejabat Negara Lewat Perpres 79/2025

Tak Bahas Belanja Militer

Frega menegaskan bahwa dalam kunjungan kali ini tidak ada pembahasan mengenai belanja militer atau kerja sama alutsista. Fokus pembahasan lebih pada peningkatan hubungan personal dan kontribusi terhadap kerja sama militer kedua negara.

“Tidak ada pembahasan terkait belanja militer. General David Hurley hadir dalam kapasitas pribadi, dengan fokus pada kontribusi yang bisa diberikan untuk mempererat hubungan pertahanan Indonesia–Australia, meskipun beliau sudah tidak menjabat,” kata Frega.

Simbol Hubungan Strategis Indonesia–Australia

Kunjungan Jenderal (Purn.) David Hurley ke Kemenhan RI ini dinilai sebagai simbol hubungan strategis yang terus tumbuh antara Indonesia dan Australia di bidang pertahanan, pelatihan militer, serta kerja sama kemanusiaan.

Kemenhan menegaskan akan terus membuka ruang kolaborasi yang berorientasi pada perdamaian regional, modernisasi militer, dan diplomasi pertahanan yang inklusif di kawasan Indo-Pasifik.

Artikel ini telah dibaca 16 kali

Baca Lainnya

Di Tengah Perbedaan, Willem Wandik dan Elisabeth Flassy Hadir Membawa Kebahagiaan Idul Adha bagi Umat Muslim Tolikara

30 Mei 2026 - 15:23 WITA

Elisabeth Y. Flassy Wandik Menembus Pelosok Douw, Membawa Harapan bagi Generasi Emas Papua Pegunungan,”

30 Mei 2026 - 13:03 WITA

Dari Padangloang ke Baitullah, Hj Hasna Apae Menutup Perjalanan Hidupnya dengan Gelar Haji,TA Menag RI Sampaikan Belasungkawa

29 Mei 2026 - 20:41 WITA

Bupati Tolikara Salurkan Bantuan Hewan Qurban di Masjid Raya Tolikara dan Kota Jayapura

27 Mei 2026 - 12:11 WITA

WW Foundation Salurkan 2 Ekor Sapi Qurban di Hari Raya Idul Adha 1447 H

26 Mei 2026 - 21:44 WITA

Willem Wandik: Momentum Hari Kebangkitan Nasional Jadi Energi Baru Pembangunan Papua Pegunungan

20 Mei 2026 - 12:52 WITA

Trending di Nasional