Menu

Mode Gelap

Nasional · 30 Sep 2025 07:33 WITA

Menkeu Purbaya Ancam Tarik Anggaran Subsidi KPR Jika Realisasi FLPP Tak Capai Target


 Menkeu Purbaya Ancam Tarik Anggaran Subsidi KPR Jika Realisasi FLPP Tak Capai Target Perbesar

SOALINDONESIA–BOGOR Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memberi peringatan keras terhadap kinerja program subsidi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Ia menyatakan tidak akan segan menarik kembali anggaran subsidi jika realisasinya tidak mencapai 100 persen hingga akhir tahun.

Peringatan ini disampaikan Purbaya saat menghadiri kunjungan kerja ke Cileungsi, Kabupaten Bogor, sebagai bentuk evaluasi terhadap penyaluran bantuan pembiayaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Uangnya kita ambil, kita bagi ke tempat lain yang lebih siap,” ujar Purbaya, dikutip Selasa (30/9).

Anggaran Rp35,2 Triliun Terancam Dialihkan

Pada tahun anggaran 2025, pemerintah telah mengalokasikan Rp35,2 triliun untuk program FLPP. Anggaran tersebut ditujukan untuk membiayai 350 ribu unit rumah subsidi di seluruh Indonesia. Namun hingga saat ini, realisasi penyaluran dinilai masih jauh dari target.

READ  ATR/BPN Targetkan 2 Juta Bidang Tanah Tergarap Melalui GEMAPATAS

Purbaya menegaskan bahwa anggaran yang tidak terserap akan dialihkan ke program atau kementerian lain yang dinilai lebih siap.

“Kalau anggaran tidak dipakai secara maksimal, artinya masih ada ketidakefisienan. Kita harus pastikan uang negara digunakan sebaik-baiknya,” tegasnya.

Menkeu Masih Percaya pada Menteri PKP

Meski memberi peringatan, Purbaya tetap menunjukkan keyakinan bahwa Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mampu mempercepat proses penyaluran subsidi.

“Tapi saya yakin, Menteri Perumahan akan mempercepat semuanya. Karena mereka tahu kalau uangnya tidak terpakai, saya akan ambil,” katanya menegaskan kembali.

READ  Polri Siap Dukung Penuh Penertiban Impor Pakaian Bekas Ilegal, Nunung Syaifuddin: “Kami Dukung 1.000 Persen”

Realisasi Baru 52,3 Persen hingga Akhir September

Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), Heru Pudyo Nugroho, menyampaikan bahwa hingga 28 September 2025, penyaluran KPR subsidi melalui FLPP baru mencapai 183.058 unit rumah atau 52,3 persen dari total target 350 ribu unit.

Total nilai penyaluran tercatat Rp22,72 triliun, yang disalurkan melalui 38 bank penyalur dan dikerjakan oleh 7.382 pengembang. Proyek-proyek rumah subsidi ini tersebar di 11.488 lokasi perumahan, mencakup 33 provinsi dan 394 kabupaten/kota di Indonesia.

“Realisasi FLPP terus mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama di tahun 2024. Ini menunjukkan bahwa KPR subsidi FLPP begitu diminati oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujar Heru.

READ  Ribuan Jemaah Hadiri Zikir Kebangsaan dan Ikrar Bela Negara di Masjid Istiqlal

Tantangan dan Harapan

Meski program FLPP menunjukkan tren peningkatan, capaian yang masih setengah jalan pada akhir triwulan ketiga memunculkan kekhawatiran terhadap efektivitas realisasi anggaran. Pemerintah berharap, penyaluran dapat dipercepat di kuartal terakhir 2025 untuk menghindari pengembalian dana atau pengalihan anggaran ke sektor lain.

Program FLPP sendiri menjadi tulang punggung dalam pemenuhan kebutuhan rumah layak dan terjangkau, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang masih kesulitan mengakses perumahan komersial.

INFO SINGKAT: KPR Subsidi FLPP 2025

Anggaran: Rp35,2 triliun

Target rumah subsidi: 350.000 unit

Realisasi per 28 September: 183.058 unit (52,3%)

Total penyaluran dana: Rp22,72 triliun

Bank penyalur: 38 bank

Pengembang terlibat: 7.382

Lokasi: 33 provinsi, 394 kabupaten/kota

Artikel ini telah dibaca 14 kali

Baca Lainnya

Puspenma Siapkan 1.900 Beasiswa 2026, Dorong Dosen PTK Tempuh Studi Doktor dan Perkuat Riset

28 Februari 2026 - 21:43 WITA

Satgas PRR Targetkan Seluruh Pengungsi Pascabencana Sumatera Direlokasi Sebelum Idulfitri 2026

28 Februari 2026 - 21:28 WITA

AS dan Israel Serang Iran, Presiden Prabowo Siap Fasilitasi Dialog

28 Februari 2026 - 21:02 WITA

BGN Hentikan Sementara 47 SPPG hingga Hari ke-9 Ramadhan, Temukan Menu MBG Tak Layak Konsum

28 Februari 2026 - 20:41 WITA

Kepala BGN: 93 Persen Anggaran Rp268 Triliun Dialokasikan untuk Program Makan Bergizi

28 Februari 2026 - 20:29 WITA

Bupati Tolikara Serahkan DPA 2026, Tandai Dimulainya Pelaksanaan APBD Rp1,64 Triliun

28 Februari 2026 - 15:22 WITA

Trending di Nasional