Menu

Mode Gelap

Nasional · 4 Des 2025 21:34 WITA

Menko PKP Pastikan 2026, Renovasi Rumah Rakyat Menjangkau Seluruh Kabupaten/Kota di Indonesia


 Menko PKP Pastikan 2026, Renovasi Rumah Rakyat Menjangkau Seluruh Kabupaten/Kota di Indonesia Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Pemerintah menargetkan pada tahun 2026 mendatang, program renovasi rumah melalui Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) akan hadir di 100 persen kabupaten/kota di Indonesia. Langkah ini menjadi yang pertama dalam sejarah pelaksanaan BSPS.

Hal tersebut ditegaskan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait saat Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Kamis (4/12/2025).

“Untuk pertama kalinya, dengan dukungan Komisi V, hal seperti ini tidak boleh terjadi lagi. Tahun 2026 kami pastikan tidak ada satu pun kabupaten/kota yang terlewat,” tegas Menteri Ara.

Maruarar menuturkan, masih terdapat 224 kabupaten/kota yang belum mendapat alokasi BSPS pada 2025, termasuk 22 daerah yang sudah lima tahun berturut-turut tidak tersentuh program tersebut. Menurutnya, kebijakan itu harus segera diperbaiki demi keadilan bagi seluruh wilayah.

READ  Menkeu Purbaya Akui Tak Bisa Lagi “Ngomong Koboi”, Belajar Jaga Ucapan di Depan Publik

Langkah tersebut, lanjutnya, merupakan bentuk pelaksanaan langsung arahan Presiden Prabowo Subianto agar seluruh program pemerintah menyentuh masyarakat hingga pelosok.

“Ini wujud keberpihakan dan pemerataan nyata agar tidak ada warga dan wilayah yang tertinggal,” ujarnya.

Berbasis Data BPS: Tepat Sasaran ke Keluarga Miskin

Untuk menjaga ketepatan sasaran, Maruarar menegaskan bahwa seluruh proses penyaluran BSPS mulai 2026 akan berbasis indikator resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS).

Sejumlah indikator yang digunakan antara lain:

Persentase penduduk miskin tertinggi

Jumlah penduduk miskin terbesar

Gini ratio tertinggi

READ  DPR Bocorkan Jumlah Uang Pensiun Anggota Dewan, Tertinggi Rp3,6 Juta

Indeks kedalaman kemiskinan tertinggi

Jumlah desa tertinggal terbanyak

Jumlah penduduk desil 1–4 dengan rumah tidak layak huni terbanyak

“Dengan pendekatan berbasis data dan komitmen pemerataan, BSPS akan semakin tepat sasaran dan manfaatnya benar-benar dirasakan keluarga Indonesia,” jelas Menteri Ara.

DPR Dorong Percepatan Realisasi

Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Roberth Rouw, menegaskan dukungan penuh terhadap kebijakan pemerataan BSPS dan meminta Kementerian PKP segera menuntaskan proses administrasi.

Ia meminta pengusulan data dilakukan paling lambat akhir Januari 2026, dan realisasi program dimulai tidak lebih dari Mei 2026.

READ  Presiden Prabowo Subianto Tiba di Republik Korea Hadiri KTT APEC 2025 di Gyeongju

Program BSPS menjadi salah satu fokus besar pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama bagi keluarga berpenghasilan rendah yang masih tinggal di rumah tidak layak huni.

Dengan kebijakan baru ini, pemerintah memastikan bahwa hak atas hunian layak bukan lagi menjadi mimpi bagi sebagian warga, melainkan dapat dinikmati secara merata dari Sabang sampai Merauke.

Artikel ini telah dibaca 4 kali

Baca Lainnya

Menag Nasaruddin Umar di Haul Pendiri Tremas: Teladani Ulama, Hidupkan Doa untuk yang Telah Wafat

17 April 2026 - 14:07 WITA

Bupati Tolikara Willem Wandik Teken Hibah untuk BP Calon Wilayah Kembu, Perkuat Pelayanan Rohani

17 April 2026 - 00:41 WITA

Halal Bihalal MUI: Menag Nasaruddin Umar Serukan Persatuan Ulama dan Negara Demi Indonesia Damai

15 April 2026 - 22:27 WITA

Tausiah Menag RI Prof. H. Nasaruddin Umar di Halal Bi Halal DWP Kemenag Sarat Makna: Belajar dari Keteguhan dan Ujian Iman

15 April 2026 - 13:20 WITA

Willy Aditya Guyon Soal “Merger” NasDem–Gerindra di Rapat DPR

13 April 2026 - 14:47 WITA

Wacana Pengambilalihan PNM dan Whoosh oleh Kemenkeu Dikritik Ekonom

13 April 2026 - 14:37 WITA

Trending di News