Menu

Mode Gelap

Nasional · 11 Jul 2026 06:20 WITA

Kementerian ESDM: Biodiesel B50 Penuhi Standar Teknis, Siap Diterapkan Secara Nasional


 Kementerian ESDM: Biodiesel B50 Penuhi Standar Teknis, Siap Diterapkan Secara Nasional Perbesar

Soalindonesia–JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan bahan bakar biodiesel B50 telah memenuhi seluruh persyaratan teknis dan siap diterapkan secara luas di berbagai sektor. Kepastian tersebut diperoleh setelah B50 berhasil melewati serangkaian pengujian pada kendaraan, alat berat, transportasi laut, kereta api, hingga pembangkit listrik.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengatakan hasil pengujian menunjukkan bahwa B50 tidak hanya memenuhi spesifikasi teknis yang ditetapkan pemerintah, tetapi juga sesuai dengan standar yang dipersyaratkan oleh para produsen kendaraan.

“Hasil pengujian menunjukkan bahwa B50 tidak hanya memenuhi spesifikasi teknis yang ditetapkan pemerintah, tetapi juga telah memenuhi standar yang dipersyaratkan oleh para pabrikan kendaraan,” ujar Bahlil dalam keterangan resminya, Jumat (10/7/2026).

READ  Pemerintah Tetapkan 7 Wilayah Strategis untuk Pembangunan PSEL: Dari Bogor hingga Bali Jadi Prioritas Nasional

Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi dasar kuat bagi pemerintah untuk mengimplementasikan Program Mandatori B50 secara nasional. Uji lapangan juga telah dilakukan di sejumlah lokasi strategis, di antaranya Kutai Timur, Semarang, Stasiun Lempuyangan Yogyakarta, Kapal Geomarin ESDM di Cirebon, serta Instalasi Surabaya milik PT Pertamina Patra Niaga.

Selain dinilai layak dari sisi teknis, implementasi B50 diproyeksikan memberikan dampak ekonomi yang besar. Berdasarkan perhitungan Kementerian ESDM, penggunaan B50 diperkirakan mampu meningkatkan penghematan devisa negara dari sekitar Rp133,3 triliun pada program B40 menjadi sekitar Rp170 triliun.

READ  Golkar Salurkan Bantuan Rp 3 Miliar untuk Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar, Bahlil Ajak Semua Elemen Bergerak Bersama

Di sektor industri, nilai tambah crude palm oil (CPO) diproyeksikan naik dari Rp20,92 triliun menjadi Rp23,49 triliun. Program ini juga diperkirakan mampu menciptakan dan menyerap sekitar 2,1 juta tenaga kerja di berbagai sektor pendukung.

Untuk memenuhi kebutuhan implementasi B50, pemerintah memperkirakan kebutuhan biodiesel mencapai 16,7 juta hingga 18 juta kiloliter dengan kebutuhan bahan baku CPO sekitar 15,2 juta hingga 16,3 juta ton.

Dari aspek lingkungan, penerapan B50 diproyeksikan mampu menurunkan emisi karbon dioksida (CO₂) hingga 44,46 juta ton. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan penurunan emisi pada implementasi B40 yang mencapai sekitar 39,66 juta ton.

READ  OJK Tegaskan Komitmen Jaga Integritas Perbankan dan Cegah Praktik Judi Online

Bahlil menegaskan, peluncuran Program Mandatori B50 bukan sekadar meningkatkan kadar campuran biodiesel dalam bahan bakar solar, melainkan menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperkuat kemandirian energi nasional sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya dalam negeri.

Program biodiesel nasional sendiri telah berkembang secara bertahap sejak 2008, dimulai dari B2,5, kemudian meningkat menjadi B10, B15, B20, B30, B35, B40, hingga kini memasuki era B50. Pemerintah menilai kebijakan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat bauran energi nasional, mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak, serta mendukung target transisi menuju energi yang lebih berkelanjutan.

Artikel ini telah dibaca 4 kali

Baca Lainnya

Pemerintah Resmikan Perdagangan Karbon Kehutanan, Menhut: Dukungan Presiden Prabowo Jadi Kunci

11 Juli 2026 - 03:08 WITA

Bank Indonesia: Penjualan Eceran Juni 2026 Tetap Terjaga, Didukung Libur Sekolah dan Permintaan Konsumen

11 Juli 2026 - 02:25 WITA

Pemerintah Siapkan Investasi Data Center 1,3 GW, Dorong Indonesia Jadi Hub Digital Regional

11 Juli 2026 - 02:19 WITA

Presiden Prabowo: Rencana Penjualan Sejumlah BUMN Strategis ke Asing Dihentikan

11 Juli 2026 - 02:14 WITA

Menlu Sugiono dan Ketua MPR Ahmad Muzani Temui Pimpinan Iran, Sampaikan Belasungkawa dan Perkuat Hubungan Bilateral

11 Juli 2026 - 02:09 WITA

Pemerintah Pastikan Pusat Finansial Internasional Indonesia Dibangun di Bali

11 Juli 2026 - 01:54 WITA

Trending di Nasional