Menu

Mode Gelap

Nasional · 15 Jul 2026 19:13 WITA

John Tabo dan Willem Wandik, Dua Pemimpin yang Dicintai Rakyat: Menyatukan Papua Pegunungan Lewat Iman, Kasih, dan Persaudaraan


 John Tabo dan Willem Wandik, Dua Pemimpin yang Dicintai Rakyat: Menyatukan Papua Pegunungan Lewat Iman, Kasih, dan Persaudaraan Perbesar

SOAlINDONESA—KARUBAGA – Ada pemandangan yang berbeda di Bandara Karubaga, Kabupaten Tolikara, Selasa (14/7/2026). Sejak pagi, masyarakat telah memadati area bandara. Tokoh adat, tokoh gereja, pemerintah daerah hingga ribuan jemaat GIDI berdiri menanti dengan penuh sukacita. Begitu pesawat Mission Aviation Fellowship (MAF) yang membawa Gubernur Papua Pegunungan Dr. (H.C.) John Tabo, S.E., M.B.A. beserta keluarga mendarat dari Jayapura, sorak syukur dan tarian adat langsung mengiringi penyambutan.

Mahkota burung cenderawasih disematkan di kepala sang gubernur sebagai simbol penghormatan tertinggi masyarakat Papua. Sambutan hangat itu semakin lengkap ketika Bupati Tolikara Willem Wandik, S.Sos. bersama Wakil Bupati Yotam Wonda, Forkopimda, pimpinan DPRK, tokoh gereja, tokoh masyarakat, dan ribuan jemaat menyambut langsung kehadiran orang nomor satu di Papua Pegunungan tersebut.

Momen itu bukan sekadar seremoni penyambutan seorang kepala daerah. Lebih dari itu, masyarakat menyaksikan pertemuan dua pemimpin yang selama ini dikenal memiliki kedekatan dengan rakyatnya dan menjadikan pelayanan sebagai dasar kepemimpinan.

Kehadiran John Tabo di Tolikara untuk membuka Konferensi Klasis Konda XX Tahun 2026 di Aula GIDI Wilayah Toli menjadi simbol kuat sinergi antara Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan dan Pemerintah Kabupaten Tolikara dalam membangun daerah melalui iman, persatuan, dan kasih.

Mengusung tema “Kembalilah kepada Kasih yang Mula-Mula” (Wahyu 2:4-5) dengan subtema “Melalui Konferensi Klasis Ini Marilah Kita Meningkatkan Persaudaraan”, konferensi tersebut tidak hanya menjadi agenda gerejawi, tetapi juga momentum mempererat hubungan pemerintah dengan masyarakat.

READ  Menag Nasaruddin Umar: MQK Jadi Langkah Awal Menuju Kebangkitan Peradaban Islam dari Pesantren

Dalam sambutannya, Gubernur John Tabo menegaskan bahwa dirinya hadir bukan sekadar memenuhi kewajiban sebagai kepala daerah.

“Saya datang karena undangan gereja dan para orang tua iman. Gereja telah melahirkan banyak pemimpin Papua. Karena itu pemerintah harus selalu berjalan bersama gereja,” ungkapnya.

Pesan yang disampaikan John Tabo sarat makna. Ia mengajak seluruh umat untuk kembali menghidupkan kasih kepada Tuhan, menjaga persatuan, memperkuat doa, serta tetap setia melayani sesama.

Bagi John Tabo, pembangunan Papua tidak hanya diukur dari jalan, jembatan, atau gedung yang berdiri megah. Jauh lebih penting adalah membangun manusia yang takut akan Tuhan, berkarakter, berpendidikan, dan memiliki semangat melayani.

Perhatian besar juga ia tunjukkan kepada generasi muda Papua. Di hadapan ribuan jemaat, John Tabo berpesan agar anak-anak Papua tidak pernah berhenti bermimpi.

Menurutnya, masa depan Papua Pegunungan akan lahir dari generasi yang tekun belajar, disiplin, menghormati orang tua, dan setia kepada Tuhan.

Keteladanan serupa juga ditunjukkan Bupati Tolikara Willem Wandik, S.Sos. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh umat GIDI menghidupkan kembali kasih mula-mula yang telah diwariskan para penginjil dan para orang tua iman.

READ  Gus Irfan Resmi Dilantik Jadi Menteri Haji dan Umrah Pertama

Menurut Willem Wandik, kasih adalah fondasi utama membangun Tolikara.

Dari kasih, kata dia, lahir persatuan masyarakat, pendidikan yang semakin maju, pemberdayaan ekonomi, pembangunan infrastruktur, hingga semangat penginjilan yang membawa damai bagi seluruh masyarakat.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai budaya “Nore Kore, Nabua Kabua”, falsafah persaudaraan masyarakat Tolikara yang selama ini menjadi perekat kehidupan sosial.

Pesan Willem Wandik mencerminkan gaya kepemimpinannya yang mengedepankan pendekatan kekeluargaan dan kebersamaan. Baginya, pembangunan tidak akan berhasil tanpa persatuan masyarakat.

Tak heran jika kehadiran dua pemimpin tersebut mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. John Tabo dikenal luas sebagai figur yang sederhana, dekat dengan rakyat, dan memiliki perhatian besar terhadap pembangunan Papua Pegunungan. Sementara Willem Wandik selama memimpin Tolikara terus menunjukkan komitmen membangun daerah dengan menempatkan gereja, adat, dan masyarakat sebagai mitra strategis pemerintah.

Ketua DPRK Tolikara, Meinus W. Yanengga, dalam sambutannya bahkan menegaskan bahwa para pemimpin Papua hari ini merupakan buah dari pemberitaan Injil yang telah ditanamkan para misionaris sejak puluhan tahun lalu.

Karena itu, menurutnya, tugas generasi sekarang adalah menjaga iman, melanjutkan pelayanan, dan meneruskan nilai kasih kepada generasi berikutnya.

Ketua Klasis Konda sekaligus Ketua Panitia Konferensi, Pdt. Agus Kogoya, S.Th., menjelaskan bahwa konferensi berlangsung selama tiga hari, 14–16 Juli 2026. Selain melakukan evaluasi pelayanan gereja, konferensi juga akan memilih ketua klasis baru yang akan melayani 17 jemaat di lingkungan Klasis Konda.

READ  Peltu Yun Hery Lubis Divonis 3,5 Tahun Penjara dan Dipecat dari TNI AD dalam Kasus Judi Sabung Ayam Tewaskan Tiga Polisi

Sebagai bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap pelayanan gereja, Sekretariat DPRK Tolikara menyerahkan bantuan sebesar Rp100 juta, sementara Gubernur Papua Pegunungan John Tabo memberikan bantuan sebesar Rp1 miliar untuk mendukung penyelenggaraan konferensi.

Bantuan tersebut menjadi simbol bahwa pemerintah dan gereja merupakan dua pilar yang saling menguatkan dalam membangun masyarakat Papua yang beriman, damai, dan sejahtera.

Konferensi Klasis Konda XX akhirnya menjadi lebih dari sekadar agenda organisasi gereja. Di tengah ribuan umat yang beribadah dengan penuh khidmat, masyarakat menyaksikan hadirnya dua sosok pemimpin yang menunjukkan bahwa kepemimpinan sejati bukan hanya diwujudkan melalui kebijakan dan pembangunan fisik, tetapi juga melalui keteladanan, kedekatan dengan rakyat, penghormatan terhadap gereja, serta komitmen menjaga persaudaraan.

Di bawah kepemimpinan Gubernur John Tabo dan Bupati Willem Wandik, harapan masyarakat Papua Pegunungan terus tumbuh: bahwa pembangunan akan berjalan seiring dengan penguatan iman, pelestarian budaya, dan semangat persatuan. Sebab ketika pemerintah dan gereja melangkah bersama, kasih menjadi perekat, persaudaraan menjadi kekuatan, dan masa depan Papua Pegunungan akan dibangun di atas fondasi yang kokoh—iman kepada Tuhan dan cinta kepada sesama.

Artikel ini telah dibaca 7 kali

Baca Lainnya

Kuasa Hukum 69 Korban Sampaikan Surat Pengaduan ke Surya Paloh, Soroti Dugaan Kasus yang Libatkan Putri Dakka

14 Juli 2026 - 11:24 WITA

Willem Wandik Tegaskan Misi Besar Selamatkan Generasi Muda Tolikara: “Tidak Ada Tempat bagi Judi, Narkoba, dan Miras”

13 Juli 2026 - 21:24 WITA

Ny. Elisabet Y. Flassy Wandik, SE, MM: Ketekunan dan Keinginan yang Kuat Mampu Mengubah Hidup Menjadi Lebih Bermakna

11 Juli 2026 - 12:14 WITA

Kementerian ESDM: Biodiesel B50 Penuhi Standar Teknis, Siap Diterapkan Secara Nasional

11 Juli 2026 - 06:20 WITA

Pemerintah Resmikan Perdagangan Karbon Kehutanan, Menhut: Dukungan Presiden Prabowo Jadi Kunci

11 Juli 2026 - 03:08 WITA

Bank Indonesia: Penjualan Eceran Juni 2026 Tetap Terjaga, Didukung Libur Sekolah dan Permintaan Konsumen

11 Juli 2026 - 02:25 WITA

Trending di Nasional