Menu

Mode Gelap

Nasional · 2 Des 2025 04:41 WITA

Menteri UMKM Soroti Banjir Produk Impor Tanpa Sertifikasi: “UMKM Kita Dipaksa Patuh, Barang Impor Masuk Seenaknya”


 Menteri UMKM Soroti Banjir Produk Impor Tanpa Sertifikasi: “UMKM Kita Dipaksa Patuh, Barang Impor Masuk Seenaknya” Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Menteri Koperasi dan UMKM Maman Abdurrahman mengkritik keras maraknya produk impor—khususnya dari China—yang masuk ke Indonesia tanpa melalui proses perizinan maupun sertifikasi. Ia menyebut kondisi ini menjadi ironi karena pelaku UMKM dalam negeri justru diwajibkan memenuhi beragam persyaratan sebelum bisa memasarkan produk.

“Sederet perizinan diberlakukan kepada UMKM: NIB, P-IRT, SNI, BPOM, dan lain-lain. Tapi barang-barang China masuk Indonesia gak perlu lewat sertifikasi perizinan segala macam, seakan-akan barang dari luar itu sudah pasti maha benar,” tegas Maman dalam Rapimnas Kadin di Hotel Park Hyatt Jakarta, Senin (1/12).

Pakaian Bekas Impor Membanjiri Pasar

Selain produk baru, Maman juga menyoroti ledakan impor pakaian bekas (thrifting) yang terus meningkat drastis dalam empat tahun terakhir.

READ  Menkop dan Menteri PU Teken MoU Percepatan Pembangunan Gudang dan Gerai Kopdes Merah Putih di Seluruh Indonesia

2021: 7 ton

2022: 12 ton

2024: 3.600 ton

2025 (Agustus): tambahan 1.800 ton

“Bayangkan, dari 12 ton tahun 2023 melonjak jadi 3.600 ton pada 2024. Tahun ini per Agustus sudah masuk lagi 1.800 ton,” kata Maman.

Menurutnya, pakaian bekas dan produk white label—yakni barang fesyen produksi massal yang diberi label lokal—menjadi tantangan besar karena tidak tersertifikasi dan sulit dilacak legalitasnya.

Di sisi lain, pemerintah melalui Kemendag juga telah menyita ribuan balpres pakaian ilegal senilai lebih dari Rp 112 miliar di berbagai daerah, menandakan masalah semakin meluas.

READ  Menag Nasaruddin Umar Kunjungi Ponpes Al Ikhlas Pasarwajo, Hidupkan Kembali Jejak Sejarah Islam di Buton

Pemerintah Siapkan Langkah “Dari Hulu”

Maman menegaskan pemerintah kini akan mengambil langkah tegas menutup akses masuk produk impor ilegal. KemenKop UMKM berkoordinasi dengan Kemenkeu, Kemenperin, dan Kemendag untuk memperkuat pengawasan di pintu masuk impor.

“Selama lapangannya belum disterilisasi, gak akan mungkin UMKM bisa survive,” tegasnya.

Menurutnya, dominasi barang impor membuat upaya pemerintah dalam memberikan pelatihan, pembiayaan, hingga pemasaran tidak membuahkan hasil maksimal. Padahal UMKM menyerap 8–11 juta tenaga kerja melalui KUR pada 2025, banyak di antaranya masih berada di sektor informal.

Belajar dari China, Korsel, Hingga AS

READ  BAM DPR Minta Pemerintah Cari Solusi bagi Pelaku Thrifting Sebelum Lakukan Penindakan

Maman juga membantah bahwa produk impor unggul hanya karena efisiensi produksi. Ia menilai keberhasilan negara seperti China dan Korea Selatan tidak lepas dari keberanian politik dalam melindungi pasar domestik.

“Mereka melindungi industrinya. Sama seperti yang dilakukan negara kuat seperti Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump—memperketat impor demi pasar domestik mereka,” ujarnya.

Menurutnya, Indonesia harus memiliki keberanian serupa agar UMKM bisa naik kelas dan tidak terus tertekan oleh serbuan produk asing.

“Ini soal political will. Kalau kita ingin UMKM berkembang, lapangan harus bersih dulu dari barang ilegal,” tutup Maman.

Artikel ini telah dibaca 5 kali

Baca Lainnya

Menaker Yassierli Tekankan Pentingnya K3 untuk Lingkungan Kerja Aman dan Produktif

9 Januari 2026 - 23:24 WITA

Menkum Supratman Minta Publik Cermati KUHP dan KUHAP Baru Terkait Pelaporan Pandji Pragiwaksono

9 Januari 2026 - 23:15 WITA

Kemensos Mulai Seleksi Siswa Baru Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027, Pembangunan Gedung Permanen Dimulai

9 Januari 2026 - 23:07 WITA

Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Peran Kemenag Jaga Persatuan Bangsa di Rakerwil Sultra 2026

9 Januari 2026 - 23:00 WITA

Tak Hanya Gus Yaqut, Mantan Stafsus Menteri Agama Ikut Ditahan KPK

9 Januari 2026 - 17:26 WITA

KPK Tetapkan Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji

9 Januari 2026 - 17:17 WITA

Trending di Nasional