Soalindonesia–Jakarta Pemerintah terus memperluas akses pendidikan berkualitas melalui pembangunan Sekolah Rakyat (SR) dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Kebijakan ini menjadi salah satu strategi utama untuk memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan mobilitas sosial masyarakat kurang mampu.
Sepanjang tahun 2025, pemerintah telah merealisasikan anggaran Rp 6,6 triliun untuk program Sekolah Rakyat. Dari jumlah tersebut, Rp 5,4 triliun dialokasikan untuk renovasi dan pembangunan sentra pendidikan, sementara Rp 1,1 triliun digunakan untuk penyelenggaraan kegiatan pendidikan.
“Per 31 Desember 2025, realisasi anggaran program Sekolah Rakyat sebesar Rp 6,6 triliun atau 85 persen dari pagu,” kata Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono dalam konferensi pers APBN Kita di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (8/1/2025).
Hingga saat ini, pemerintah telah membangun 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Program tersebut melibatkan 6.849 guru dan tenaga kependidikan, serta memberikan akses pendidikan kepada 15.895 siswa dari keluarga kurang mampu.
“Anggaran Sekolah Rakyat itu digunakan untuk mendidik 15.895 siswa kurang mampu dengan mengoperasionalkan 166 Sekolah Rakyat dari tingkat SD sampai SMA,” ujar Thomas.
Fasilitas Lengkap Sekolah Rakyat
Sekolah Rakyat dirancang dengan konsep pendidikan terpadu. Para siswa mendapatkan berbagai fasilitas penunjang, mulai dari pemeriksaan kesehatan, pemetaan bakat (talent mapping), penguatan kompetensi akademik dasar, pembinaan kedisiplinan, hingga sistem boarding school (asrama).
Selain itu, siswa juga memperoleh seragam dan perlengkapan sekolah, makan tiga kali dan dua kali snack setiap hari, serta dukungan pembelajaran berbasis digital.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperluas pembangunan Sekolah Rakyat sebagai bagian dari pemerataan pendidikan nasional.
Ke depan, pemerintah menargetkan pembangunan 100 Sekolah Rakyat baru setiap tahun, sehingga dalam beberapa tahun mendatang diharapkan berdiri 500 Sekolah Rakyat di wilayah-wilayah dengan tingkat ekonomi paling lemah. Program ini juga diarahkan untuk menjangkau kelompok masyarakat menengah ke bawah.
“Ini sedang kita rencanakan supaya semua anak-anak kita harus mendapatkan pendidikan dengan fasilitas yang bagus. Kita tidak boleh ketinggalan dengan bangsa lain. Itu cita-cita kita,” kata Prabowo.











