Menu

Mode Gelap

Nasional · 29 Jun 2026 10:51 WITA

Prabowo Dorong BUMN Alokasikan Laba untuk Riset, Targetkan Jumlah Perusahaan Negara Dipangkas Jadi 250


 Prabowo Dorong BUMN Alokasikan Laba untuk Riset, Targetkan Jumlah Perusahaan Negara Dipangkas Jadi 250 Perbesar

Soalindonesia–JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah memperkuat riset dan inovasi nasional melalui transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang lebih efisien dan produktif. Presiden juga menyambut usulan agar setiap BUMN mengalokasikan sebagian laba perusahaan untuk mendukung kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28/6/2026).

Menurut Presiden, penguatan riset menjadi salah satu fondasi penting untuk meningkatkan daya saing industri nasional sekaligus mempercepat terwujudnya kemandirian teknologi Indonesia.

“Tadi juga ada usul, biaya riset diusulkan agar tiap BUMN mengalokasikan sebagian laba mereka untuk riset. Dan untuk riset, inovasi, ini bagus, usul,” ujar Prabowo.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden mengapresiasi perbaikan kinerja sejumlah BUMN yang mulai mencatatkan keuntungan. Meski demikian, ia menilai reformasi menyeluruh terhadap tata kelola perusahaan negara tetap harus dilanjutkan agar BUMN mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

READ  Presiden Brasil Lula da Silva Tiba di Jakarta, Siap Bertemu Prabowo Bahas Kerja Sama Strategis dan Program Makan Bergizi Gratis

“Terima kasih, satu tahun ini sudah mulai ada laba,” katanya.

Target BUMN Dipangkas Menjadi 250

Presiden mengungkapkan pemerintah tengah melakukan penataan besar-besaran terhadap jumlah perusahaan negara guna meningkatkan efisiensi dan menekan biaya operasional yang dinilai tidak produktif.

Dari lebih dari seribu BUMN yang ada sebelumnya, pemerintah telah menutup lebih dari 200 perusahaan. Ke depan, jumlah tersebut akan terus dikurangi hingga tersisa sekitar 250 BUMN yang dinilai memiliki fungsi strategis.

“Dari seribu lebih BUMN, sekarang kita sudah tutup lebih dari 200. Nantinya kita akan bikin tinggal 300 lah. Bagaimana Pak Dony, ujungnya kita bisa berapa BUMN? Ujungnya nanti 250,” ujar Prabowo.

READ  Presiden Prabowo Tanggapi Sindiran soal Program Makan Bergizi Gratis: “Dulu Banyak yang Menertawakan, Sekarang Bukti Berbicara”

Menurut Presiden, penyederhanaan jumlah BUMN akan mengurangi beban biaya organisasi yang selama ini dinilai terlalu besar, mulai dari posisi direksi hingga komisaris.

“Bayangkan, lebih dari 750 kita tutup, 750 dirut, 750 direksi kali empat atau kali lima, 750 komisaris kali 10. Overhead-nya kayak apa? Gajinya kayak apa? Ini uang rakyat semua, perusahaan tidak untung hanya bayar overhead,” tegasnya.

Prabowo menargetkan proses pembenahan BUMN dapat diselesaikan dalam waktu dekat sehingga perusahaan negara menjadi lebih profesional, transparan, dan fokus melayani kepentingan masyarakat.

“Kita mau sekarang rasional, efisien. Dan ini kita buktikan, dan ini kita lakukan. Saya minta dalam tahun ini harus selesai. Jadi dalam dua tahun kita akan bikin BUMN-BUMN lebih efisien, lebih transparan, lebih bekerja untuk rakyat,” ujarnya.

Perkuat Kolaborasi Riset Nasional

READ  Kemenkeu Bentuk Satgas Khusus Awasi Penyerapan APBN, Fokus pada Program Prioritas Presiden Prabowo

Selain mendorong transformasi BUMN, Presiden juga mendukung penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, lembaga riset, dunia usaha, serta institusi dalam dan luar negeri guna mempercepat pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan industri nasional.

Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci untuk memperkuat ekosistem inovasi nasional sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.

“Kemudian usul-usul lain tentang kerja sama dengan institusi luar negeri yang melibatkan kampus-kampus universitas di semua bidang dan di semua daerah saya kira ini benar. Nanti kita akan ke arah situ semua,” pungkas Presiden.

Penutupan KSTI 2026 menjadi penegasan arah kebijakan pemerintah dalam membangun ekosistem riset dan industri yang berdaya saing melalui penguatan inovasi, kolaborasi antarlembaga, serta transformasi BUMN agar lebih sehat, efisien, dan mampu menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi nasional.

Artikel ini telah dibaca 7 kali

Baca Lainnya

Tampil Lebih Elegan, PT Annur Maarif Gandeng Desainer Nasional Lina Sukijo Rancang Batik Eksklusif Jamaah Umrah

16 Juli 2026 - 18:14 WITA

John Tabo dan Willem Wandik, Dua Pemimpin yang Dicintai Rakyat: Menyatukan Papua Pegunungan Lewat Iman, Kasih, dan Persaudaraan

15 Juli 2026 - 19:13 WITA

Kuasa Hukum 69 Korban Sampaikan Surat Pengaduan ke Surya Paloh, Soroti Dugaan Kasus yang Libatkan Putri Dakka

14 Juli 2026 - 11:24 WITA

Willem Wandik Tegaskan Misi Besar Selamatkan Generasi Muda Tolikara: “Tidak Ada Tempat bagi Judi, Narkoba, dan Miras”

13 Juli 2026 - 21:24 WITA

Ny. Elisabet Y. Flassy Wandik, SE, MM: Ketekunan dan Keinginan yang Kuat Mampu Mengubah Hidup Menjadi Lebih Bermakna

11 Juli 2026 - 12:14 WITA

Kementerian ESDM: Biodiesel B50 Penuhi Standar Teknis, Siap Diterapkan Secara Nasional

11 Juli 2026 - 06:20 WITA

Trending di Nasional