Menu

Mode Gelap

Nasional · 23 Sep 2025 18:59 WITA

Purbaya: “Enggak Ada Lagi Cerita Pegawai Pajak Memeras” – APBN 2026 Disahkan, Kemenkeu Siapkan Reformasi Layanan Pajak


 Purbaya: “Enggak Ada Lagi Cerita Pegawai Pajak Memeras” – APBN 2026 Disahkan, Kemenkeu Siapkan Reformasi Layanan Pajak Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmen pemerintah untuk menindak tegas oknum pegawai pajak yang melakukan pemerasan terhadap wajib pajak. Hal ini ia sampaikan saat membacakan pendapat akhir Presiden dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-5 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2025–2026, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (23/9/2025).

Dalam sidang tersebut, DPR resmi mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) APBN 2026 menjadi undang-undang, dengan postur:

Pendapatan negara: Rp3.153,58 triliun

Belanja negara: Rp3.842,72 triliun

Defisit anggaran: Rp698,15 triliun atau 2,68% terhadap PDB

Tak Ada Toleransi bagi Pemerasan oleh Oknum Pajak

Purbaya menyampaikan bahwa integritas dalam pelayanan perpajakan kini menjadi sorotan utama. Ia menjamin tidak akan ada lagi perlakuan semena-mena terhadap wajib pajak yang taat.

READ  Komisi III DPR Gelar Uji Makalah 13 Calon Hakim Agung dan 3 Calon Hakim Ad Hoc HAM

“Yang jelas gini, kita melakukan fair treatment. Kalau sudah bayar pajak, jangan diganggu sama sekali. Dan enggak ada lagi cerita pegawai pajak, memeras-meras itu,” tegasnya kepada awak media.

Sebagai bentuk konkret, Kementerian Keuangan akan membuka saluran pengaduan khusus untuk menampung laporan dari wajib pajak yang merasa dirugikan oleh tindakan tidak profesional dari oknum Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

“Nanti saya akan buka channel khusus untuk pengaduan masalah itu,” lanjut Purbaya.

Pemerintah Incar 200 Pengemplang Pajak

Dalam upaya optimalisasi penerimaan negara, Purbaya mengungkapkan bahwa pemerintah tengah membidik 200 pengemplang pajak dengan total tagihan diperkirakan mencapai Rp50–60 triliun. Ini merupakan bagian dari strategi mempersempit kebocoran penerimaan perpajakan.

READ  Menkeu Purbaya Soroti Tarif Cukai Rokok Capai 57 Persen: “Terlalu Tinggi”

“Ada, ada (potensi kebocoran penerimaan pajak) yang besar sekali, tapi belum selesai saya buka,” ujarnya.

Langkah ini sejalan dengan target penerimaan perpajakan dalam APBN 2026 yang mencapai Rp2.693,71 triliun. Adapun penerimaan negara bukan pajak (PNBP) ditetapkan Rp459,2 triliun, dan hibah Rp0,66 triliun.

Defisit Aman, Reformasi Pajak Diperkuat

Purbaya meyakini bahwa penerimaan negara yang optimal akan menjamin pembiayaan defisit sebesar Rp698,15 triliun tetap dalam batas aman, yakni 2,68% dari PDB.

“Jadi, target defisit aman,” kata mantan Ketua Dewan Komisioner LPS itu dengan optimistis.

READ  Sahidin Tantang BGN Ungkap Nama Politikus yang Minta Jatah Dapur MBG: "Kalau Ada, Tunjuk Saja!"

Komitmen pada Kepastian Hukum dan Pelayanan Adil

Dalam penutupan pidatonya, Purbaya menegaskan kembali pentingnya menjaga integritas pegawai pajak dan membangun sistem perpajakan yang adil serta transparan.

“Reformasi ini penting untuk membangun kepercayaan masyarakat. Kepastian hukum bagi wajib pajak akan jadi landasan kita ke depan,” pungkasnya.

Langkah-langkah ini menunjukkan arah baru dalam pengelolaan sistem perpajakan nasional: tidak hanya mengejar penerimaan, tetapi juga memastikan keadilan, transparansi, dan pelayanan profesional bagi seluruh wajib pajak di Indonesia.

Artikel ini telah dibaca 11 kali

Baca Lainnya

Puspenma Siapkan 1.900 Beasiswa 2026, Dorong Dosen PTK Tempuh Studi Doktor dan Perkuat Riset

28 Februari 2026 - 21:43 WITA

Satgas PRR Targetkan Seluruh Pengungsi Pascabencana Sumatera Direlokasi Sebelum Idulfitri 2026

28 Februari 2026 - 21:28 WITA

AS dan Israel Serang Iran, Presiden Prabowo Siap Fasilitasi Dialog

28 Februari 2026 - 21:02 WITA

BGN Hentikan Sementara 47 SPPG hingga Hari ke-9 Ramadhan, Temukan Menu MBG Tak Layak Konsum

28 Februari 2026 - 20:41 WITA

Kepala BGN: 93 Persen Anggaran Rp268 Triliun Dialokasikan untuk Program Makan Bergizi

28 Februari 2026 - 20:29 WITA

Bupati Tolikara Serahkan DPA 2026, Tandai Dimulainya Pelaksanaan APBD Rp1,64 Triliun

28 Februari 2026 - 15:22 WITA

Trending di Nasional