SOALINDONESIA—TOLIKARA – Satu tahun kepemimpinan Bupati Tolikara William Wandik dan Wakil Bupati Yotam Wonda menghadirkan optimisme baru bagi masyarakat di Lembah Nawi Arigi. Pasangan dengan slogan Tolikara Bersatu ini dinilai berhasil meletakkan fondasi perubahan, terutama dalam memperkuat tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik yang lebih terarah.
Berbekal pengalaman panjang sebagai anggota DPR RI, William Wandik mengimplementasikan jejaring dan pemahamannya tentang kebijakan nasional ke dalam pembangunan daerah. Pendekatan tersebut menjadi pembeda, khususnya setelah sebelumnya roda pemerintahan lebih banyak dijalankan oleh penjabat (Pj) bupati. Kini, arah pembangunan disebut semakin jelas dengan visi yang terukur dan program yang menyentuh kebutuhan riil masyarakat.
Tata Kelola Pemerintahan Lebih Terarah
Sejak dilantik, William–Yotam mulai merapikan sistem birokrasi, memperkuat disiplin aparatur, serta memastikan program berjalan sesuai perencanaan. Reformulasi tata kelola dilakukan agar kebijakan tidak sekadar administratif, tetapi benar-benar berdampak langsung bagi masyarakat.
Pelayanan publik menjadi fokus utama. Pemerintah daerah mendorong percepatan pelayanan administrasi, transparansi penggunaan anggaran, hingga penguatan koordinasi antar-organisasi perangkat daerah (OPD). Langkah ini dinilai penting untuk membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.
Kekompakan pasangan ini juga menjadi sorotan. Dalam berbagai agenda pemerintahan dan kemasyarakatan, keduanya tampil solid. Mengedepankan kebersamaan dan meninggalkan ego sektoral menjadi prinsip yang terus digaungkan demi memastikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Tolikara.
Pendidikan dan Kesehatan Jadi Prioritas
Di sektor pendidikan dan kesehatan, langkah percepatan mulai terlihat. Peningkatan kualitas sekolah, perhatian terhadap tenaga pengajar di distrik-distrik, serta penguatan fasilitas kesehatan dasar menjadi bagian dari program prioritas.
Kebijakan ini selaras dengan arah pembangunan nasional dalam kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto khususnya dalam memperkuat sumber daya manusia sebagai fondasi Indonesia Emas. Tolikara menempatkan pendidikan dan kesehatan sebagai investasi jangka panjang untuk mengangkat kualitas hidup masyarakat pegunungan.
Upaya tersebut mencakup peningkatan akses layanan kesehatan di wilayah terpencil, penyediaan tenaga medis, serta mendorong generasi muda Tolikara agar mendapatkan pendidikan yang layak dan berkelanjutan.
Menghidupkan Kembali Semangat Lembah Nawi Arigi
Tolikara dikenal sebagai salah satu kabupaten dengan bentang alam indah di Papua Pegunungan. Lembah Nawi Arigi bukan sekadar jargon, melainkan identitas yang ingin dihidupkan kembali. Pasca kepemimpinan Usman Wanimbo, sempat muncul kerinduan akan stabilitas dan arah pembangunan yang konsisten.
Di tangan William Wandik, Tolikara disebut mulai “bersolek kembali”. Stabilitas keamanan dijaga, komunikasi dengan tokoh adat dan gereja diperkuat, serta pembangunan infrastruktur dasar perlahan digerakkan. Pemerintah daerah juga mulai menyusun langkah strategis untuk membuka akses ekonomi masyarakat, termasuk mendorong potensi pertanian, peternakan, dan UMKM lokal.
Capaian dan Target ke Depan
Beragam capaian telah ditorehkan dalam satu tahun pertama, mulai dari pembenahan birokrasi, penguatan pelayanan dasar, hingga konsolidasi pemerintahan yang lebih solid. Namun, bagi pasangan ini, capaian bukan semata soal plakat dan penghargaan.
Ke depan, William–Yotam menargetkan penguatan konektivitas antarwilayah, peningkatan kualitas SDM, serta kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal. Pemerintah daerah juga menyiapkan langkah jangka panjang untuk memastikan pembangunan berjalan inklusif dan berkelanjutan.
Dengan semangat Tolikara Bersatu, kepemimpinan satu tahun ini menjadi pijakan awal menuju masa depan yang lebih cerah. Lembah yang indah itu perlahan menemukan kembali denyut optimisme—memberi harapan bahwa Tolikara siap tersenyum menyongsong hari esok.











