Menu

Mode Gelap

News · 25 Okt 2025 00:46 WITA

Wali Kota Eri Cahyadi Kumpulkan GM Hotel Surabaya Usai Terungkapnya Pesta Seks Sesama Jenis di Hotel


 Wali Kota Eri Cahyadi Kumpulkan GM Hotel Surabaya Usai Terungkapnya Pesta Seks Sesama Jenis di Hotel Perbesar

SOALINDONESIA–SURABAYA Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menggelar pertemuan dengan sejumlah General Manager (GM) hotel di Gedung Pemerintah Kota Surabaya pada Jumat (24/10). Langkah ini diambil menyusul pengungkapan kasus pesta seks sesama jenis atau pesta gay yang terjadi di salah satu hotel di Surabaya pada Sabtu (18/10) lalu.

Dalam pertemuan tersebut, Eri menegaskan bahwa kejadian tersebut tidak mencerminkan nilai dan karakter Kota Surabaya yang menjunjung tinggi nilai agama dan moralitas. Ia meminta seluruh pengelola hotel untuk meningkatkan kewaspadaan serta memastikan hal serupa tidak terulang kembali.

“Jadi kemarin ada kejadian seperti itu (pesta gay) di Surabaya. Maka tadi saya mengumpulkan hotel-hotel untuk saya sampaikan, Surabaya ini adalah kota yang dibangun dengan syariat agama, dengan kekuatan agama, yang dibuktikan sejak zaman pertempuran dulu. Jadi jangan dicoreng Surabaya dengan hal seperti itu,” ujar Eri kepada wartawan.

READ  Guru SMKN 1 Kutalimbaru Dilaporkan Orang Tua Murid Usai Melerai Perkelahian, Gubernur Bobby Nasution Turun Tangan

Eri menambahkan, sektor jasa—termasuk perhotelan—memegang peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi Surabaya. Karena itu, ia menilai kerja sama antara pemerintah dan pihak hotel sangat dibutuhkan untuk menjaga reputasi dan keamanan kota.

“Kota Surabaya ini kota jasa. Pertumbuhan ekonomi kita berasal dari sektor jasa, termasuk hotel. Maka saya mengundang seluruh anggota PHRI dan GM hotel untuk berkomitmen menjaga agar kejadian seperti itu tidak terulang lagi,” ucapnya.

Menurut Eri, hasil dari pertemuan tersebut menghasilkan komitmen bersama antara Pemkot, kepolisian, dan pelaku industri hotel untuk memperketat pengawasan dan memperkuat sistem deteksi dini terhadap aktivitas mencurigakan di lingkungan hotel.

“Teman-teman hotel punya komitmen agar kejadian itu tidak terulang. Kita akan lakukan pelatihan bekerja sama dengan kepolisian dan beberapa lembaga,” katanya.

READ  Baleg DPR dan Pemerintah Sepakati 67 RUU Masuk Prolegnas Prioritas 2025–2026

Eri juga menekankan pentingnya koordinasi cepat antara hotel dan aparat keamanan, terutama bila ada indikasi aktivitas yang tidak wajar di dalam kamar hotel.

“Kalau ada yang aneh, misalnya orang (banyak) keluar masuk kamar berulang kali, langsung hubungi Polrestabes Surabaya atau Call 112. Kita akan bergerak bersama,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Harian PHRI Koordinator Wilayah Surabaya, Firman Sudi Permana, menyambut positif langkah Pemkot Surabaya. Ia memastikan bahwa seluruh anggota PHRI siap mendukung upaya pemerintah untuk menjaga nama baik kota dan industri pariwisata.

“Kalau kami dari PHRI sudah ada komitmen. Alhamdulillah, kami diberi kesempatan oleh Pak Eri untuk menerima masukan. Karena dampaknya bukan hanya dari sisi pariwisata, tapi juga budaya dan citra kota,” ujar Firman.

READ  Kapolri Resmikan Tim Patroli Maung Presisi Polda Banten, Perkuat Keamanan Wilayah Rawan

Firman menilai, kasus pesta gay tersebut tidak hanya berdampak pada citra kota, tetapi juga berpotensi menurunkan tingkat okupansi hotel akibat kekhawatiran wisatawan terhadap keamanan dan reputasi.

“Makanya kami akan mempertajam sistem pengawasan, mulai dari keamanan, resepsionis, hingga semua aspek hotel agar lebih waspada,” tambahnya.

Sebagai tindak lanjut, PHRI Surabaya berencana menerbitkan surat edaran kepada seluruh hotel di kota tersebut untuk memperketat pengawasan aktivitas tamu.

“Kalau ada indikasi sesuatu yang tidak normal, misalnya jumlah tamu terlalu banyak dalam satu kamar, itu harus segera dicegah. Bisa langsung lapor ke CC 112 seperti disampaikan Pak Wali,” tutup Firman.

Dengan komitmen bersama antara Pemkot Surabaya, kepolisian, dan pihak hotel, diharapkan kasus serupa tidak kembali terjadi serta keamanan dan citra positif Kota Pahlawan dapat terus terjaga.

Artikel ini telah dibaca 8 kali

Baca Lainnya

Willy Aditya Guyon Soal “Merger” NasDem–Gerindra di Rapat DPR

13 April 2026 - 14:47 WITA

Wacana Pengambilalihan PNM dan Whoosh oleh Kemenkeu Dikritik Ekonom

13 April 2026 - 14:37 WITA

Rupiah Melemah ke Rp17.135 per Dolar AS, Imbas Ketegangan Iran–AS Meningkat

13 April 2026 - 14:20 WITA

Jokowi Bantah Isu Caplok Partai NasDem: “Tidak Ada Sama Sekali”

13 April 2026 - 14:13 WITA

Ceramah JK di UGM Berujung Laporan Polisi, Ini Isi dan Penjelasannya

13 April 2026 - 14:08 WITA

Kaesang Pangarep: PSI Kebut Mesin Politik, Target Siap “Perang” di Pemilu 2029

12 April 2026 - 19:24 WITA

Trending di News