Menu

Mode Gelap

Nasional · 23 Nov 2025 13:54 WITA

Wapres Gibran Serukan Solidaritas Global di KTT G20 Johannesburg, Soroti Krisis Kemanusiaan dan Ketahanan Pangan


 Wapres Gibran Serukan Solidaritas Global di KTT G20 Johannesburg, Soroti Krisis Kemanusiaan dan Ketahanan Pangan Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka menyerukan penguatan solidaritas internasional dan kepemimpinan global yang tegas dalam menghadapi krisis multidimensi yang kini terus mengancam dunia. Seruan tersebut disampaikan saat Gibran menyampaikan pernyataan nasional pada sesi KTT G20 di Johannesburg Expo Centre (NASREC), Afrika Selatan, Sabtu (22/11/2025).

Pada sesi kedua bertema “A Resilient World – The G20’s Contribution”, Wapres menegaskan komitmen Indonesia untuk terus mendukung kepemimpinan Afrika Selatan sebagai tuan rumah KTT G20, terutama dalam memperkuat ketahanan energi, air, dan pangan yang menjadi fondasi pembangunan berkelanjutan.

“Di berbagai belahan dunia, krisis semakin intensif. Solidaritas global dan kepemimpinan yang tegas diperlukan untuk mengatasinya,” ujar Gibran, dikutip dari keterangan resmi Sekretariat Wakil Presiden, Minggu (23/11/2025).

Tekankan Ketahanan Pangan sebagai Prioritas Bangsa

Dalam pernyataannya, Gibran menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan kebutuhan mendasar rakyat Indonesia, bukan sekadar agenda ekonomi. Ia menyoroti perhatian besar Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan ketahanan pangan serta penyediaan makanan bergizi gratis bagi 80 juta pelajar dan ibu hamil sebagai investasi jangka panjang bangsa.

READ  Proyek Mobil Nasional Kembali Bergulir, Menperin Pastikan Industri Siap Jalankan Arahan Presiden Prabowo

“Inisiatif ini mendorong penggunaan produk lokal, memberdayakan petani dan peternak, sekaligus memperluas kegiatan ekonomi di berbagai sektor,” kata Gibran.

Sekretariat Wakil Presiden menambahkan bahwa pengalaman Indonesia sebagai negara kepulauan di Cincin Api Pasifik — yang menghadapi lebih dari 3.000 bencana setiap tahun — telah membentuk pendekatan ketahanan berkelanjutan yang menyeimbangkan pembangunan manusia, pertumbuhan ekonomi, dan perlindungan lingkungan.

“Bagi Indonesia, ketahanan bukanlah slogan, melainkan kenyataan sehari-hari,” tegasnya.

Soroti Krisis Kemanusiaan di Gaza, Ukraina, Sudan, dan Sahel

Wapres juga menyoroti krisis kemanusiaan yang masih berlangsung di berbagai belahan dunia, termasuk Gaza, Ukraina, Sudan, dan wilayah Sahel. Ia menyebut banyak tragedi yang terjadi bersumber dari tindakan manusia, bukan semata bencana alam.

“Tragedi-tragedi ini mengingatkan kita untuk menempatkan kemanusiaan di jantung tata kelola global. Dunia tidak boleh menormalisasi penderitaan yang sebenarnya dapat dicegah,” ujarnya.

READ  Putusan Mahkamah Agung AS Buka Peluang RI Renegosiasi Tarif Resiprokal 19%

Menurut Gibran, G20—yang mewakili 85 persen PDB dunia—memiliki tanggung jawab moral untuk memberi contoh kepemimpinan yang berpihak pada perdamaian dan kemanusiaan. Pertumbuhan dan ketahanan, katanya, harus berjalan beriringan demi memastikan harapan, kemakmuran, serta keadilan bagi semua bangsa.

Kehadiran di MIKTA Leaders’ Gathering

Di sela agenda KTT G20, Gibran juga menghadiri MIKTA Leaders’ Gathering yang dipimpin Korea Selatan sebagai Ketua MIKTA tahun 2025. Acara berlangsung di Hall 7, Johannesburg Expo Centre. Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung menyambut Gibran sebelum sesi foto bersama dengan para pemimpin negara anggota MIKTA lainnya—Meksiko, Turki, dan Australia.

Pertemuan tersebut menegaskan komitmen Indonesia terhadap peran MIKTA sebagai kelompok negara menengah yang berkontribusi terhadap stabilitas dan kerja sama global.

Diplomasi Personal: Bertemu Sejumlah Pemimpin Dunia

Selain menghadiri sesi pleno, Gibran melakukan beberapa pertemuan pull aside dengan sejumlah pemimpin dunia, termasuk:

Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed Ali

READ  Menko Airlangga dan Menteri Perdagangan Singapura Bahas Penguatan Integrasi Ekonomi Kawasan

Presiden Angola Joào Manuel Goncalves Lourenco

Presiden Finlandia Alexander Stubb

Sekretaris Jenderal UNCTAD Rebeca Grynspan Mayufis

Presiden Prancis Emmanuel Macron

Momen menarik terjadi ketika menjelang akhir pertemuan dengan Presiden Finlandia, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni tiba-tiba muncul dan menyapa Gibran, menambah suasana hangat di tengah padatnya agenda bilateral.

Diplomasi informal seperti ini dinilai penting untuk memperkuat hubungan antarnegara secara personal sekaligus memperluas jejaring kerja sama Indonesia dengan para pemimpin dunia.

G20 2025: Menghadapi Tantangan Global yang Semakin Kompleks

KTT G20 Johannesburg tahun ini mempertemukan para pemimpin dari 19 negara dan Uni Eropa yang mewakili mayoritas perekonomian global. Fokus pembahasan mencakup penguatan ketahanan global, peningkatan kerja sama ekonomi, serta upaya bersama menjawab krisis kemanusiaan dan tantangan geopolitik yang semakin kompleks.

Keikutsertaan Wapres Gibran menegaskan posisi Indonesia sebagai negara yang aktif mendorong kolaborasi internasional dan memperjuangkan solusi berkelanjutan bagi masa depan dunia.

Artikel ini telah dibaca 5 kali

Baca Lainnya

Menag Nasaruddin Umar di Haul Pendiri Tremas: Teladani Ulama, Hidupkan Doa untuk yang Telah Wafat

17 April 2026 - 14:07 WITA

Bupati Tolikara Willem Wandik Teken Hibah untuk BP Calon Wilayah Kembu, Perkuat Pelayanan Rohani

17 April 2026 - 00:41 WITA

Halal Bihalal MUI: Menag Nasaruddin Umar Serukan Persatuan Ulama dan Negara Demi Indonesia Damai

15 April 2026 - 22:27 WITA

Tausiah Menag RI Prof. H. Nasaruddin Umar di Halal Bi Halal DWP Kemenag Sarat Makna: Belajar dari Keteguhan dan Ujian Iman

15 April 2026 - 13:20 WITA

Menteri ESDM Dampingi Presiden Prabowo ke Moskow, Perkuat Diplomasi Energi Indonesia–Rusia

13 April 2026 - 14:25 WITA

Mendagri Tito Karnavian Usulkan Perpanjangan Dana Otsus Aceh hingga Pasca-2027

13 April 2026 - 14:03 WITA

Trending di Nasional