Menu

Mode Gelap

Nasional · 16 Mei 2026 14:53 WITA

Willem Wandik: Wamena Adalah Honai Besar Orang Papua, Jangan Nodai dengan Pertumpahan Darah


 Screenshot Perbesar

Screenshot

SOAlINDONESIA—KARUBAGA — Bupati Tolikara, Willem Wandik, menyerukan perdamaian kepada seluruh masyarakat Papua Pegunungan menyusul konflik sosial yang terjadi di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, yang menyebabkan korban jiwa, pengungsian warga, serta kerusakan sejumlah rumah masyarakat.

Dalam pernyataan resminya di Karubaga, Jumat (15/5/2026), Willem Wandik menegaskan bahwa Wamena merupakan simbol persatuan dan pusat kehidupan masyarakat Papua Pegunungan yang harus dijaga bersama sebagai rumah besar Orang Asli Papua (OAP).

“Wamena adalah honai besar kita bersama. Jangan kita tumpahkan darah di honai kita sendiri,” tegas Willem Wandik.

READ  Zulkifli Hasan Soroti Darurat Sampah Jakarta, Pemerintah Percepat Pengolahan Jadi Energi

Ia menyampaikan duka mendalam kepada seluruh keluarga korban terdampak konflik serta meminta masyarakat menahan diri dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memperkeruh situasi keamanan di Papua Pegunungan.

Menurutnya, konflik yang dipicu oleh tindakan individu maupun kelompok tertentu tidak boleh berkembang menjadi pertikaian antarsuku yang berpotensi memecah persaudaraan masyarakat Papua.

“Kalau yang bermasalah hanya beberapa orang, jangan satu suku dibawa-bawa ke dalam pusaran konflik. Kita semua bersaudara,” ujarnya.

Bupati Tolikara menilai penyelesaian konflik harus ditempuh melalui pendekatan adat, hukum, dan musyawarah damai dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat, termasuk tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, dan organisasi kepemudaan.

READ  Airlangga Pastikan Sri Mulyani Tidak Mundur Usai Rumahnya Dijarah Massa

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas daerah demi keberlangsungan pembangunan di Papua Pegunungan. Menurutnya, anggaran pemerintah seharusnya diprioritaskan untuk pembangunan pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat, dan pelayanan dasar, bukan terus terkuras akibat konflik sosial yang berulang.

“Dana pembangunan jangan habis untuk konflik. Kita harus fokus membangun masa depan generasi Papua yang lebih baik,” katanya.

Selain itu, Willem Wandik mengajak masyarakat untuk bijak menggunakan media sosial dan tidak menyebarkan provokasi maupun informasi yang belum terverifikasi.

Ia menegaskan bahwa tidak ada kemenangan dalam konflik saudara karena setiap nyawa Orang Asli Papua sangat berharga bagi masa depan Tanah Papua.

READ  Luhut Binsar Pandjaitan Ungkap Gunakan ChatGPT untuk Rancang Awal Konsep Family Office di Indonesia

“Jangan bakar Papua dengan kebencian. Mari jadi pembawa damai bagi negeri ini,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Tolikara berharap seluruh pihak dapat menjadikan peristiwa di Wamena sebagai momentum refleksi bersama untuk memperkuat rekonsiliasi dan membangun perdamaian permanen di Papua Pegunungan.

“Mari kita jaga Wamena, mari kita jaga Papua Pegunungan, mari kita jaga Tanah Papua,” tutup Willem Wandik.

Artikel ini telah dibaca 3 kali

Baca Lainnya

Gubernur Papua Pegunungan Jhon Tabo Salurkan Bantuan Kasur dan Selimut untuk Pengungsi Konflik Wouma

16 Mei 2026 - 22:22 WITA

Pemerintah Targetkan Penyaluran KUR Rp295 Triliun pada 2026, Rp10 Triliun untuk UMKM Ekonomi Kreatif Berbasis HKI

16 Mei 2026 - 01:02 WITA

Airlangga Bertemu PM Belarus di Minsk, Bahas Penguatan Perdagangan hingga Ketahanan Panga

16 Mei 2026 - 00:49 WITA

Mensos Gus Ipul Tegaskan Tak Segan Laporkan Pegawai Kemensos yang Korupsi ke KPK dan Kejagung

16 Mei 2026 - 00:27 WITA

Mentan: PM Australia Ucapkan Terima Kasih ke Presiden Prabowo usai RI Setujui Ekspor Pupuk Urea

16 Mei 2026 - 00:19 WITA

Menteri UMKM Larang Sementara Marketplace Naikkan Biaya untuk Pedagang Online

16 Mei 2026 - 00:14 WITA

Trending di Nasional