Menu

Mode Gelap

Nasional · 5 Nov 2025 00:26 WITA

Yusril Ihza Mahendra Ajak Tokoh Agama Bahas Judi Online Lewat Khotbah Jumat


 Yusril Ihza Mahendra Ajak Tokoh Agama Bahas Judi Online Lewat Khotbah Jumat Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Hukum dan HAM (Menko Kumham) Imipas Yusril Ihza Mahendra mengajak para tokoh agama dan khotib di seluruh Indonesia untuk ikut berperan aktif dalam memberantas praktik judi online (judol) yang kini kian marak dan meresahkan masyarakat.

Menurut Yusril, persoalan judi online telah menjadi ancaman sosial yang nyata dan membutuhkan kolaborasi lintas lembaga, termasuk peran strategis tokoh agama dalam menyampaikan pesan moral dan pencegahan melalui syiar keagamaan seperti khotbah salat Jumat.

“Saya kira memang diseminasi tentang soal ini perlu mengajak para ulama, para tokoh agama untuk membahas persoalan ini. Coba kalau saya setiap minggu salat Jumat, lima tahun terakhir saya belum pernah dengar khotib membahas masalah judi online,” ujar Yusril di Kantor PPATK, Selasa (4/11/2025).

Khotbah Harus Bahas Masalah Nyata

Yusril menilai bahwa isi khotbah di masjid seharusnya tidak hanya fokus pada persoalan ukhrawi seperti surga dan neraka, tetapi juga menyentuh masalah sosial dan moral yang nyata dihadapi masyarakat saat ini.

READ  PPATK Berhasil Tekan Perputaran Uang Judi Online Jadi Rp 155 Triliun di 2025, Turun Drastis dari Tahun Lalu

“Yang dibicarakan masalah neraka jahanam terus, tapi lupa membahas masalah real seperti judi online dan narkoba. Ini kan yang dihadapi masyarakat setiap hari. Jangan cuma bicara akhirat terus,” tegasnya.

Ia berharap para khotib dan dai mulai menyinggung isu-isu aktual seperti judi online, narkoba, serta kejahatan sosial lainnya, agar masyarakat lebih sadar akan dampak buruknya.

Perputaran Uang Judi Online Lebih Besar dari Korupsi

Dalam kesempatan itu, Yusril juga menyoroti besarnya peredaran uang dalam praktik judi online yang disebutnya bahkan melampaui nilai kerugian akibat tindak pidana korupsi.

“Peredaran uang dalam judi online ini sudah luar biasa besar. Bahkan bisa jadi lebih besar dari korupsi. Ini harus jadi perhatian kita bersama,” ungkapnya.

READ  Jokowi Respon Positif Gibran Sowan ke SBY: Junior Menemui Senior Itu Bagus

Yusril menegaskan bahwa pemberantasan judi online harus dilakukan secara sistematis, tegas, dan tanpa pandang bulu, dengan melibatkan pemerintah, aparat penegak hukum, dan tokoh masyarakat.

“Persoalan korupsi, persoalan judi online, dan persoalan narkoba memang harus kita ambil langkah tegas dan sistematik. Ini tanggung jawab kita bersama, bukan hanya pemerintah,” katanya.

Tanggung Jawab Sosial Bersama

Lebih lanjut, Yusril menekankan bahwa pemberantasan kejahatan sosial seperti narkoba dan judi online tidak bisa hanya dibebankan kepada negara. Ia menilai seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, orang tua, hingga guru, memiliki tanggung jawab sosial untuk ikut mengedukasi dan mengingatkan generasi muda.

“Masalah kejahatan seperti ini harus kita tanggulangi bersama. Ini tanggung jawab sosial, tidak hanya tanggung jawab negara, tapi juga tanggung jawab para tokoh agama, orang tua, dan para guru,” ujar Yusril.

READ  Kontroversi Atlet Israel Ikuti Kejuaraan Senam di Indonesia, Menko Kumham: Menunggu Arahan Presiden

Kerugian Negara Capai Belasan Triliun

Dalam pernyataannya, Yusril mengutip ucapan Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya menyoroti besarnya kerugian negara akibat peredaran uang dari judi online.

“Presiden sudah menyampaikan, negara dirugikan belasan triliun rupiah setiap tahun akibat judi online. Uang yang seharusnya untuk pembangunan, malah mengalir ke praktik haram ini,” tegasnya.

Yusril pun menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen menindak tegas para pelaku, baik operator maupun pihak yang membekingi bisnis ilegal tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa penegakan hukum harus dibarengi dengan edukasi moral dan kesadaran sosial.

“Negara memang harus bertindak tegas, tapi kesadaran masyarakat juga penting. Karena selama masih ada permintaan, judi online akan tetap hidup,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 7 kali

Baca Lainnya

Menag Nasaruddin Umar di Haul Pendiri Tremas: Teladani Ulama, Hidupkan Doa untuk yang Telah Wafat

17 April 2026 - 14:07 WITA

Bupati Tolikara Willem Wandik Teken Hibah untuk BP Calon Wilayah Kembu, Perkuat Pelayanan Rohani

17 April 2026 - 00:41 WITA

Halal Bihalal MUI: Menag Nasaruddin Umar Serukan Persatuan Ulama dan Negara Demi Indonesia Damai

15 April 2026 - 22:27 WITA

Tausiah Menag RI Prof. H. Nasaruddin Umar di Halal Bi Halal DWP Kemenag Sarat Makna: Belajar dari Keteguhan dan Ujian Iman

15 April 2026 - 13:20 WITA

Menteri ESDM Dampingi Presiden Prabowo ke Moskow, Perkuat Diplomasi Energi Indonesia–Rusia

13 April 2026 - 14:25 WITA

Mendagri Tito Karnavian Usulkan Perpanjangan Dana Otsus Aceh hingga Pasca-2027

13 April 2026 - 14:03 WITA

Trending di Nasional