Soalindonesia–JAKARTA – Indonesia resmi bergabung sebagai negara pendiri (founder member) World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO), organisasi kerja sama internasional di bidang kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) yang diprakarsai oleh China.
Keputusan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto usai rapat terbatas pada 13 Juli 2026. Keikutsertaan Indonesia diumumkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sepulang dari kunjungan kerja ke Shanghai, China.
“Pemerintah Indonesia diminta untuk ikut serta di dalam Deklarasi Pendirian Organisasi Kerja Sama Kecerdasan Artifisial Dunia atau World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO),” ujar Airlangga dalam konferensi pers daring, Jumat (17/7/2026).
Airlangga menjelaskan, Indonesia menjadi salah satu dari 29 negara pendiri organisasi tersebut. Dari kawasan ASEAN, terdapat lima negara yang bergabung sebagai founder member, yaitu Indonesia, Malaysia, Kamboja, Laos, dan Myanmar.
“Founder member WAICO tersebut Indonesia tidak sendirian. Ini ditandatangani oleh 29 negara. Dari ASEAN ada Kamboja, Malaysia, Myanmar, Laos, dan Indonesia,” katanya.
Meski deklarasi pendirian telah ditandatangani, Airlangga mengungkapkan bahwa pendaftaran negara pendiri masih dibuka hingga 31 Juli 2026, sehingga jumlah anggota pendiri masih berpeluang bertambah.
Menurutnya, bergabungnya Indonesia dalam WAICO merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk berperan aktif dalam membangun tata kelola kecerdasan artifisial yang inklusif, aman, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kepentingan manusia di tingkat global.
Airlangga menjelaskan bahwa WAICO dirancang sebagai organisasi internasional antarpemerintah yang berpedoman pada prinsip-prinsip Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yakni inklusif, aman, terpercaya, dan human-centered atau berpusat pada manusia.
Selain mendorong inovasi AI, Indonesia juga ingin memastikan perkembangan teknologi tersebut tidak memperlebar kesenjangan digital maupun teknologi antara negara maju dan negara berkembang.
Adapun 29 negara yang telah bergabung sebagai negara pendiri WAICO meliputi Aljazair, Belarus, Brasil, Kamboja, Kamerun, Republik Kongo, Kuba, Ethiopia, Indonesia, Kazakhstan, Kenya, Kirgizstan, Laos, Lesotho, Malaysia, Mozambik, Myanmar, Nikaragua, Oman, Pakistan, Rusia, Senegal, Serbia, Afrika Selatan, Tajikistan, Uzbekistan, Venezuela, Zambia, dan China.
Dengan bergabung sebagai negara pendiri, Indonesia diharapkan memiliki posisi strategis dalam penyusunan arah kebijakan, tata kelola, serta kerja sama internasional di bidang kecerdasan artifisial, sekaligus memperkuat peran Indonesia dalam perkembangan teknologi global.











