Menu

Mode Gelap

News · 3 Agu 2026 00:52 WITA

707 Siswa dan Guru Diduga Keracunan MBG, BGN Hentikan Sementara Operasional SPPG Karangturi Semarang


 707 Siswa dan Guru Diduga Keracunan MBG, BGN Hentikan Sementara Operasional SPPG Karangturi Semarang Perbesar

Soalindonesia–Semarang – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangturi, Semarang, Jawa Tengah, menyusul insiden keamanan pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga menyebabkan ratusan siswa dan guru mengalami gangguan kesehatan.

Langkah tersebut diambil setelah sebanyak 707 orang yang terdiri dari 693 siswa dan 14 guru SMK Negeri 6 Semarang dilaporkan mengalami gejala seperti pusing, mual, muntah, dan diare usai mengonsumsi makanan Program MBG pada Jumat (31/7).

Sudaryono, yang akrab disapa Mas Dar, turun langsung meninjau kondisi para korban di sejumlah rumah sakit di Kota Semarang, yakni RS Permata Medika, RS Bhakti Tamtama, dan RS Pantiwilasa Citarum, pada Sabtu (1/8).

READ  Ramai-Ramai UMKM Tinggalkan District Blok M Gara-Gara Sewa Kios Melonjak Tajam

“Alhamdulillah, tadi sudah kita tengok kondisinya sudah baik. Sebagian dirawat di rumah sakit, dan sebagian lainnya mendapat penanganan di puskesmas,” ujar Sudaryono dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu (2/8).

Berdasarkan hasil investigasi awal, BGN menduga insiden dipicu oleh beberapa bahan makanan yang masih dalam proses pemeriksaan laboratorium, di antaranya daun singkong, bumbu rendang, serta faktor waktu memasak yang dilakukan terlalu dini sebelum makanan didistribusikan kepada para siswa.

Menurut Sudaryono, hasil uji laboratorium diperkirakan baru akan diketahui dalam waktu sekitar lima hingga tujuh hari kerja. Hasil tersebut nantinya akan menjadi dasar untuk memastikan penyebab pasti insiden keamanan pangan tersebut.

READ  Presiden Prabowo di KTT ASEAN Plus Three: Persaingan Harus Jadi Mesin Kemajuan, Bukan Sumber Ketegangan

“Kita masih menunggu hasil laboratorium. Dugaan sementara mengarah pada beberapa bahan makanan dan proses memasak yang dilakukan terlalu awal,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi, BGN memutuskan menghentikan sementara operasional SPPG Karangturi hingga proses investigasi selesai dan dipastikan memenuhi standar keamanan pangan.

Selain itu, BGN juga mempercepat penerapan sistem digital untuk mengawasi seluruh proses produksi makanan dalam Program MBG. Sistem tersebut akan mencatat secara rinci tahapan produksi, mulai dari waktu bahan dipersiapkan, proses memasak, jenis menu, hingga penggunaan bumbu.

Sudaryono mengatakan sistem digital tersebut ditargetkan mulai diterapkan secara menyeluruh dalam satu hingga dua pekan ke depan agar seluruh proses dapat dipantau secara real time oleh pihak terkait, termasuk orang tua siswa, guru, dan dinas kesehatan.

READ  4 Tips for Getting Your Best High School Senior Photos

BGN berharap penerapan sistem tersebut dapat meningkatkan pengawasan dan mencegah terulangnya insiden serupa, sehingga pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan dengan standar keamanan pangan yang tinggi.

Artikel ini telah dibaca 4 kali

Baca Lainnya

Kapal Rute Surabaya–Makassar Terbakar di Perairan Sumenep, 4 Penumpang Tewas dan 218 Dievakuasi

2 Agustus 2026 - 18:28 WITA

Bahlil Akhirnya Bertemu Pencipta Lagu Viral “MBG”, Terungkap Dibuat Sepenuhnya dengan AI

2 Agustus 2026 - 18:17 WITA

Jokowi Minta Kader PSI Kerja Lebih Keras, Target Pemilu 2029 Tak Sekadar Lolos ke Senayan

2 Agustus 2026 - 13:28 WITA

Terduga Pelaku Pembakaran Rumah Usai Pencurian di Bulukumba Bertambah, URC Resmob Polda Sulsel Tangkap AF di Makassar

1 Agustus 2026 - 12:50 WITA

Kakanwil Kemenhaj Sulsel: Bicara Umrah dan Haji di Sulsel, PT Annur Maarif Tak Bisa Dipisahkan

25 Juli 2026 - 10:07 WITA

Labfor Polda Sumut Pastikan Ledakan Rumah di Grand Polonia Medan Bukan Akibat Bom

23 Juli 2026 - 07:19 WITA

Trending di News