Menu

Mode Gelap

News · 10 Agu 2025 23:53 WITA

TB Hasanuddin Desak Kasus Kematian Prada Lucky Namo Diproses di Pengadilan Militer


 TB Hasanuddin Desak Kasus Kematian Prada Lucky Namo Diproses di Pengadilan Militer Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Anggota Komisi I DPR, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin, mendesak agar kasus kematian Prada Lucky Namo yang diduga dianiaya empat prajurit senior diproses hukum secara serius melalui pengadilan militer. Ia meminta para pelaku dijatuhi sanksi maksimal, termasuk pemecatan dari dinas keprajuritan.

“Pengadilan Militer harus memproses kasus ini dengan serius, transparan, dan menjatuhkan hukuman yang setimpal,” tegas TB Hasanuddin, Minggu (10/8/2025).

Prada Lucky Namo (23), prajurit TNI dari Teritorial Pembangunan 834 Wakanga Mere Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, meninggal dunia pada Rabu (6/8) setelah menjalani perawatan intensif beberapa hari di ICU RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo. Korban diduga mengalami penganiayaan oleh empat prajurit senior. Suasana di RSUD sempat tegang saat Lucky dinyatakan meninggal.

READ  Film Animasi “Merah Putih: One for All” Jadi Sorotan, Produser dan Sutradara Angkat Bicara

TB Hasanuddin menilai keterlibatan empat orang menunjukkan adanya unsur pengeroyokan, bukan sekadar insiden. “Korban pun tidak melawan karena merasa sebagai junior,” ujarnya.

Ia menegaskan, kekerasan oleh senior terhadap junior melanggar hukum dan nilai-nilai keprajuritan, apalagi sampai menimbulkan korban jiwa. “Para pelaku harus dihukum seberat-beratnya sesuai ketentuan hukum yang berlaku di lingkungan TNI,” katanya.

Selain meminta proses hukum, eks Sekretaris Militer di era Presiden Megawati Soekarnoputri itu mendorong adanya reformasi budaya di tubuh TNI, khususnya dalam hubungan senior-junior. “Pembinaan, arahan, dan teguran adalah hal yang wajar. Tapi ketika kekerasan masuk, itu sudah ranah pidana,” ujarnya.

READ  Kemenag Tutup Penyelenggaraan Haji 2025, Indeks Kepuasan Jamaah Capai 88,46

TB Hasanuddin juga menyoroti praktik acara tradisi satuan yang kerap menjadi celah terjadinya kekerasan. Menurutnya, tradisi boleh dilaksanakan asal aman, sehat, dan diawasi ketat oleh komandan satuan. “Kalau lari atau latihan fisik, tentu ada batas dan ketentuan yang jelas. Jangan sampai kegiatan ini malah memakan korban,” tegasnya.

Artikel ini telah dibaca 6 kali

Baca Lainnya

Kapolri Rotasi Sejumlah Pejabat, Kakortastipidkor hingga Kapolres Berganti

28 Februari 2026 - 21:16 WITA

Dirtipidnarkoba Bareskrim: Eks Kapolres Bima Kota Diduga Terima “Uang Keamanan” dari Bandar Narkoba

28 Februari 2026 - 20:57 WITA

Seskab Tegaskan Anggaran Pendidikan 2026 Rp769,1 Triliun Disepakati Pemerintah dan DPR, MBG Tak Kurangi Program Sekolah

28 Februari 2026 - 20:49 WITA

BGN Hentikan Sementara 47 SPPG hingga Hari ke-9 Ramadhan, Temukan Menu MBG Tak Layak Konsum

28 Februari 2026 - 20:41 WITA

Kejagung Ajukan Banding atas Vonis 9 Terdakwa Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah Pertamina

28 Februari 2026 - 20:34 WITA

BGN Luruskan Informasi Alokasi Dana MBG, Rp500 Juta per 12 Hari untuk Setiap SPPG

28 Februari 2026 - 20:21 WITA

Trending di News