Menu

Mode Gelap

News · 14 Agu 2025 23:14 WITA

Kasus Korupsi Kuota Haji 2024, Cak Imin: Saya Enggak Ikut-Ikutan


 Kasus Korupsi Kuota Haji 2024, Cak Imin: Saya Enggak Ikut-Ikutan Perbesar

SOALINDONESIA–SURABAYA Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, angkat bicara soal penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan korupsi kuota haji 2024.

Cak Imin dimintai tanggapan karena pada saat itu ia menjabat sebagai Wakil Ketua DPR sekaligus Ketua Tim Pengawas (Timwas) Haji 2024. Namun, ia menegaskan tidak terlibat dalam perkara tersebut.

“Wah, saya enggak ikut-ikutan. Saya sudah bukan DPR lagi,” kata Ketua Umum PKB itu di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Kamis (14/8/2025).

Cak Imin juga memilih tidak menjawab ketika ditanya mengenai mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut, yang sudah diperiksa KPK dalam kasus ini.

READ  KPK Tetapkan 3 Orang dan 2 Korporasi Tersangka Kasus Korupsi Bansos Beras PKH 2020

Dugaan Korupsi Kuota Haji

KPK tengah mengusut dugaan korupsi kuota haji 2024 yang merugikan negara lebih dari Rp1 triliun. Kasus ini berawal pada 2023, saat Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, berhasil mendapatkan tambahan 20 ribu kuota haji dari Pemerintah Arab Saudi.

Seharusnya, pembagian kuota haji dilakukan sesuai aturan, yakni 92% untuk haji reguler dan 8% untuk haji khusus. Namun, kuota tambahan tersebut justru dibagi sama rata, 50% untuk reguler dan 50% untuk khusus.

Akibatnya, dana haji yang seharusnya masuk ke kas negara dari jemaah haji reguler mengalir ke pihak swasta, termasuk perusahaan travel haji khusus.

READ  Polri Pastikan 2 Anggota Brimob Lakukan Pelanggaran Berat dalam Kasus Tewasnya Ojol Affan Kurniawan

KPK telah mencegah tiga orang bepergian ke luar negeri, yakni Gus Yaqut; mantan Staf Khusus Menag, Ishfah Abidal Aziz; serta bos travel Maktour, Fuad Hasan Masyhur.

Melalui juru bicaranya, Anna Hasbie, Gus Yaqut menyatakan menghormati dan akan mengikuti proses hukum yang berjalan.

Artikel ini telah dibaca 6 kali

Baca Lainnya

Willy Aditya Guyon Soal “Merger” NasDem–Gerindra di Rapat DPR

13 April 2026 - 14:47 WITA

Wacana Pengambilalihan PNM dan Whoosh oleh Kemenkeu Dikritik Ekonom

13 April 2026 - 14:37 WITA

Rupiah Melemah ke Rp17.135 per Dolar AS, Imbas Ketegangan Iran–AS Meningkat

13 April 2026 - 14:20 WITA

Jokowi Bantah Isu Caplok Partai NasDem: “Tidak Ada Sama Sekali”

13 April 2026 - 14:13 WITA

Ceramah JK di UGM Berujung Laporan Polisi, Ini Isi dan Penjelasannya

13 April 2026 - 14:08 WITA

Kaesang Pangarep: PSI Kebut Mesin Politik, Target Siap “Perang” di Pemilu 2029

12 April 2026 - 19:24 WITA

Trending di News