Menu

Mode Gelap

News · 20 Sep 2025 00:19 WITA

Eks Kades di Manggarai Barat Korupsi Rp 650 Juta untuk Judi Online


 Eks Kades di Manggarai Barat Korupsi Rp 650 Juta untuk Judi Online Perbesar

SOALINDONESIA–MANGGARAIBARAT Mantan Kepala Desa (Kades) Lale di Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Avensius Galus, didakwa melakukan tindak pidana korupsi dana desa senilai Rp 650 juta. Mirisnya, uang hasil korupsi itu digunakan pelaku untuk bermain judi online (judol).

Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Manggarai Barat), Wisnu Sanjaya, membenarkan temuan tersebut.

“Ada pengakuan dari masyarakat bahwa si kades tersebut mempunyai hobi judi online,” kata Wisnu, dikutip Jumat (19/9/2025).

Menurutnya, penyidik telah melakukan penelusuran aliran dana melalui rekening tersangka. Hasilnya, terbukti uang dana desa yang dikorupsi masuk ke aplikasi judi online.

READ  Dua Pejabat Bank NTT Jadi Tersangka Kasus Kredit Macet Rp 3 Miliar

“Setelah kami panggil dan kami telusuri dengan membawa tersangka ke bank melalui bukti rekening, memang betul di buku rekening tersebut digunakan untuk judi online dari perusahaan terkait,” jelasnya.

Korupsi di Masa Jabatan 2020–2022

Avensius menjabat sebagai Kades Lale periode 2017–2022. Dugaan korupsi dilakukan saat tahun anggaran 2020–2022, dengan memanfaatkan kewenangannya dalam pengelolaan dana desa.

Modus operandi Avensius diduga dengan menyalahgunakan sebagian besar alokasi dana desa yang seharusnya digunakan untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Namun, dana tersebut justru dipindahkan ke rekening pribadi dan selanjutnya dipakai untuk berjudi online.

READ  Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Barat Hendri Antoro Dicopot Terkait Dugaan Penggelapan Barang Bukti Kasus Robot Trading Fahrenheit

Ditahan Sejak April 2025, Kini Sidang Berjalan

Avensius telah resmi ditahan Kejari Manggarai Barat sejak 29 April 2025. Saat ini, ia tengah menjalani persidangan perkara tindak pidana korupsi dana desa di Pengadilan Negeri Labuan Bajo.

“Sudah dalam tahapan persidangan dengan agenda pemeriksaan saksi,” ungkap Wisnu.

Komitmen Penegakan Hukum

Kasus ini menjadi perhatian serius aparat penegak hukum di Manggarai Barat. Kejaksaan menegaskan akan menindak tegas siapa pun yang menyalahgunakan dana desa, terlebih jika digunakan untuk aktivitas ilegal seperti judi online.

Dana desa merupakan salah satu program strategis pemerintah pusat untuk membangun wilayah perdesaan. Oleh karena itu, Kejari Manggarai Barat menegaskan tidak akan memberi ruang bagi aparat desa yang mengkhianati amanah masyarakat.

READ  Rumah Eks Direktur Keuangan Jiwasraya Terpidana Harry Prasetyo Laku Rp2,7 Miliar di Lelang Negara
Artikel ini telah dibaca 17 kali

Baca Lainnya

Kuasa Hukum Tegaskan Febrie Adriansyah Tak Terkait Money Changer dan Isi Brankas di Sentul

18 Juli 2026 - 00:51 WITA

Kuasa Hukum Don Ritto Sebut Rumah Sentul Milik Febrie Dipinjam untuk Operasional Yayasan

18 Juli 2026 - 00:36 WITA

Komisi IX DPR Minta BGN Fokus Benahi Tata Kelola dan Tuntaskan Persoalan Program MBG

18 Juli 2026 - 00:16 WITA

Ketum PPP Dorong Perempuan Dapat Porsi Lebih Besar di Organisasi dan Pemerintahan

17 Juli 2026 - 22:12 WITA

Don Ritto Resmi Ditahan Kejagung Usai Dilimpahkan Polda Metro Jaya

17 Juli 2026 - 21:43 WITA

OJK Cabut Izin Usaha BPRS Hasanah Mandiri, Dana Nasabah Dijamin LPS

17 Juli 2026 - 17:38 WITA

Trending di News