Menu

Mode Gelap

News · 22 Sep 2025 17:10 WITA

Viral Kasus Letda AF Pukul Ojol di Pontianak, Danpuspom TNI Pastikan Proses Hukum Tetap Berjalan


 Viral Kasus Letda AF Pukul Ojol di Pontianak, Danpuspom TNI Pastikan Proses Hukum Tetap Berjalan Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Seorang perwira TNI berinisial Letda AF diduga melakukan pemukulan terhadap seorang pengemudi ojek online (ojol) di Kota Pontianak pada Sabtu (20/9/2025) sekitar pukul 14.00 WIB. Meski kedua belah pihak sudah berdamai, TNI memastikan proses hukum tetap berjalan.

Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI, Mayjen Yusri Nuryanto, menegaskan bahwa insiden tersebut tidak bisa dianggap sepele.

“Memang sempat terjadi insiden antara salah satu oknum prajurit berinisial AF di Pontianak. Kedua belah pihak sudah berdamai. Namun, proses penyidikan tetap berjalan,” ujarnya di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Senin (22/9).

READ  Polisi Bekuk Anggota KKB Dugi Telenggen Tersangka Penembakan Brigpol Joan Sibarani di Papua Pegunungan

Menurut Yusri, dugaan pemukulan terjadi karena faktor emosi di jalan. “Mungkin karena emosi, sehingga terjadi pemukulan. Itu sebetulnya tidak boleh. Tetapi proses hukum tetap berjalan,” tegasnya.

Kronologi: Dari Senggolan hingga Aksi Pemukulan

Berdasarkan keterangan awal, Letda AF mengaku sedang terburu-buru membawa anaknya yang sakit ke rumah sakit. Dalam situasi panik, mobil yang dikendarainya bersenggolan dengan motor korban. Peristiwa kecil itu berujung pada percekcokan dan pemukulan.

Namun, korban memberikan versi berbeda. Ia menyebut insiden bermula saat mobil Letda AF mundur di tengah kemacetan. Korban yang berada di belakang membunyikan klakson untuk menghindari tabrakan, tetapi justru membuat Letda AF turun dari mobil dan menyikut korban hingga mengalami patah hidung.

READ  Gaji ASN Berpotensi Naik Tahun 2026, Menkeu Purbaya: “Kemungkinannya Selalu Ada”

Respons Cepat Aparat

Insiden tersebut memicu reaksi cepat dari sesama pengemudi ojol yang mendatangi Markas Pomdam XII/Tanjungpura untuk menuntut keadilan.

“Oknum pelaku langsung diamankan,” jelas Letkol Inf Agung W Palupi, menegaskan keseriusan TNI dalam menangani kasus ini.

Agung menambahkan, penyelidikan dilakukan menyeluruh dengan mengacu pada hukum militer. “Proses hukum akan berlanjut sampai ke pengadilan militer,” katanya.

Tegas: Tak Ada Toleransi Kekerasan

Meski perdamaian sudah tercapai, TNI menegaskan tidak akan memberikan impunitas kepada anggotanya.

“Pimpinan sudah berulang kali mengingatkan para Dansat agar prajurit menghindari konflik dengan masyarakat. Kasus ini jadi evaluasi dan pengingat serius,” ujar Yusri.

READ  Menkeu Purbaya Soroti Peran BNPB dalam Penanganan Bencana Aceh dan Sumatera, Anggaran Rehabilitasi Disiapkan hingga Rp51 Triliun

Kasus Letda AF menjadi perhatian publik karena menyangkut hubungan antara aparat dan warga sipil. Dengan tetap berjalannya proses hukum, TNI berharap keadilan bagi korban terpenuhi sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi militer.

Artikel ini telah dibaca 12 kali

Baca Lainnya

Maktab Jamaah Haji Khusus PT Annur Maarif Disambangi Menteri Bahlil, Raffi Ahmad hingga Anang-Ashanty

30 Mei 2026 - 10:51 WITA

Bupati Luwu Timur Support Penuh Aura Malaeka di Ajang Putera Puteri Ekraf 2026

28 Mei 2026 - 21:10 WITA

Dr. H. Bunyamin M. Yapid Jadi Khatib di Tenda 111 Jemaah Haji Khusus PT Annur Maarif

26 Mei 2026 - 21:21 WITA

WASPADA! Dugaan Penipuan “Kandayya Sewa Apartemen Vida View” Makassar: Kamar Diduga Palsu, Korban Diperas Lalu Ditinggalkan

24 Mei 2026 - 11:13 WITA

Terungkap! Wanita Tewas di Mulia House Makassar Diduga Dibunuh karena Cinta Segitiga

21 Mei 2026 - 23:44 WITA

Pemerintah Targetkan Penyaluran KUR Rp295 Triliun pada 2026, Rp10 Triliun untuk UMKM Ekonomi Kreatif Berbasis HKI

16 Mei 2026 - 01:02 WITA

Trending di Nasional