Menu

Mode Gelap

Nasional · 2 Okt 2025 15:32 WITA

MQK Nasional ke-8 dan Internasional Pertama Resmi Dibuka, Menag Ajak Pesantren Gali Fiqih Lingkungan


 MQK Nasional ke-8 dan Internasional Pertama Resmi Dibuka, Menag Ajak Pesantren Gali Fiqih Lingkungan Perbesar

SOALINDONESIA–WAJO Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) Nasional ke-8 sekaligus MQK Internasional pertama resmi dibuka hari ini oleh Menteri Agama KH Nasaruddin Umar di Pondok Pesantren As’adiyah, Macanang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.

Ajang ini menjadi momentum penting bagi pesantren untuk menegaskan kembali peran kitab turats (kitab kuning) dalam merawat lingkungan dan menebarkan pesan perdamaian dunia.

Dalam sambutannya, Menag Nasaruddin Umar menekankan pentingnya pembaruan fiqih sebagai bagian dari upaya merespons kerusakan lingkungan dan krisis iklim global. Ia menyoroti besarnya dampak perubahan iklim yang bahkan melebihi kerusakan akibat konflik bersenjata.

“Jumlah korban jiwa akibat perubahan iklim mencapai empat juta jiwa setiap tahun, karena penyakit dan bencana yang ditimbulkannya. Kadang musim penghujan justru kering, kemarau malah banjir,” ungkap Menag di hadapan ribuan santri dan tamu undangan.

Pesantren Diminta Gali Ajaran Turats tentang Lingkungan

Menag mengajak komunitas pesantren untuk menggali kembali nilai-nilai ekologis yang tersimpan dalam khazanah kitab-kitab klasik. Ia meyakini, pemahaman yang lebih dalam terhadap kitab turats akan melahirkan pendekatan baru dalam menyikapi krisis lingkungan.

READ  Menag RI Gaungkan Kerja Sama Hadis Global dan Perjuangkan Terjemahan Bahasa Indonesia di Platform Hadis Madinah

“Semakin sopan kita memperlakukan alam, semakin besar peluang kita menunda datangnya bencana. Kitab-kitab lama menyimpan nilai-nilai ekologis yang harus digali ulang,” katanya.

Tema MQK 2025: Merawat Lingkungan dan Menebar Perdamaian

Tahun ini, MQK mengangkat tema besar “Dari Pesantren untuk Dunia: Merawat Lingkungan dan Menebar Perdamaian dengan Kitab Turats.” Tema tersebut menegaskan peran pesantren sebagai pusat peradaban Islam yang mampu menjawab tantangan global melalui kearifan lokal dan keilmuan klasik.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Prof. Amien Suyitno, menyampaikan bahwa KH Ali Yafie, ulama asal Sulawesi Selatan, telah menjadi pelopor dalam mengembangkan fiqih lingkungan Nusantara jauh sebelum isu pemanasan global menjadi perhatian dunia.

“Beliau menulis fiqih lingkungan dengan merujuk pada kitab-kitab otoritatif. Kitab turats itu bukan hanya membahas ibadah, tapi juga sarat nilai ekoteologi dan perdamaian,” tegasnya.

READ  3 Koper Dibawa Usai KPK Geledah Kantor Haji

MQK: Lebih dari Sekadar Lomba Membaca Kitab Kuning

Wakil Ketua Umum Pesantren As’adiyah, AGH Kamaluddin Abunawas, menekankan bahwa MQK bukan hanya ajang kompetisi membaca kitab kuning, melainkan forum ilmiah untuk memperdalam pengetahuan Islam yang kontekstual dengan kehidupan umat saat ini.

“MQK adalah ruang untuk mendalami kitab, mengaitkannya dengan kehidupan nyata, dan membumikan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin,” tuturnya.

Ia juga menyebut bahwa Pesantren As’adiyah, yang akan genap berusia 100 tahun pada 2027, kini telah memiliki lebih dari 450 cabang di seluruh Indonesia.

Dihadiri Tokoh Nasional dan Internasional

Pembukaan MQK 2025 turut dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Bupati Wajo Andi Rosman, Wakil Gubernur Maluku Utara H Sarbin Sehe, para pejabat Kementerian Agama, ulama lintas negara, serta dewan hakim dan peserta MQK dari dalam dan luar negeri.

Agenda Meriah: Dari Halaqah Internasional hingga Night Inspiration

READ  KPK Ingatkan Potensi Korupsi dari Kucuran Dana Rp 200 Triliun ke Bank Himbara

Selain perlombaan, rangkaian MQK tahun ini juga diisi dengan beragam agenda edukatif dan inspiratif:

Pramuka Santri Nasional

Expo Kemandirian Pesantren di Lapangan Merdeka Wajo

Halaqah Internasional di Macanang, mengangkat tema ekoteologi dalam kitab turats

Gerakan Ekoteologi Pesantren, berupa aksi bersih lingkungan dan penanaman pohon

Night Inspiration, yang akan dimeriahkan oleh penampilan Veve Zulfikar, Raim Laode, Arda Naff, dan Budi Doremi

Fajar Inspiration pada Jumat Subuh, menghadirkan tokoh-tokoh nasional seperti:

Prof. Nasaruddin Umar

Prof. Kamaruddin Amin

Prof. Sayid Agil Husin Al-Munawar

KH Abdul Moqsith Ghazali

Acara ini akan dilangsungkan di Masjid Ummul Qurra, Pondok Pesantren As’adiyah.

Pesan dari Wajo untuk Dunia

MQK Nasional dan Internasional ini diharapkan tidak hanya menjadi kompetisi keilmuan, tetapi juga wadah pertukaran gagasan lintas negara, serta momentum penting dalam mengarusutamakan narasi Islam damai dan ramah lingkungan dari pesantren Indonesia untuk dunia.

Artikel ini telah dibaca 14 kali

Baca Lainnya

Pengamat Nilai Pengangkatan Anak Menteri Haji Sarat Etika

9 Juni 2026 - 10:11 WITA

Dr. Bunyamin Yapid Kunjungi Studio Dakwah Mesir, Bawa Inspirasi Penguatan Edukasi Keagamaan di Indonesia

7 Juni 2026 - 20:20 WITA

Dua Anak Menteri Haji dan Umrah Jadi TA, Dapat Fasilitas Istimewa Hingga Haji Non Antrian

7 Juni 2026 - 15:00 WITA

Anak Menteri Haji Jadi Tenaga Ahli, Transparansi Kementrian haji Dipertanyakan

6 Juni 2026 - 22:55 WITA

Tiga Peserta Audisi DA8 Asal Sidrap Lolos ke Jakarta, Bupati Beri Restu dan Dukungan Penuh

5 Juni 2026 - 14:40 WITA

PT Annur Maarif Raih Predikat Hijau (Excellent) dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi pada Musim Umrah 1447 H

3 Juni 2026 - 13:32 WITA

Trending di Nasional