Menu

Mode Gelap

News · 6 Okt 2025 21:31 WITA

OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi, Tuntaskan Peralihan Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek


 OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi, Tuntaskan Peralihan Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) resmi menandatangani addendum Berita Acara Serah Terima (BAST) terkait peralihan tugas pengaturan dan pengawasan derivatif keuangan dengan underlying berupa Efek.

Penandatanganan dilakukan oleh Kepala Bappebti Tirta Karma Senjaya dan Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek dan Pemeriksaan Khusus OJK, I.B. Aditya Jayaantara, bertempat di Kantor OJK, Jakarta, Senin (6/10).

Perkuat Implementasi UU P2SK dan Kepastian Hukum Pelaku Industri

Addendum ini merupakan bagian lanjutan dari proses peralihan tugas pengawasan derivatif keuangan yang telah dimulai sejak 10 Januari 2025, sebagai bagian dari pelaksanaan amanat Undang-undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

Dalam addendum ini, pengawasan oleh OJK diperluas mencakup produk Penyaluran Amanat Nasabah ke Bursa Berjangka Luar Negeri (PALN) yang memiliki aset dasar berupa efek.

READ  Divhubinter Polri Terus Buru Buronan Keuangan, Fokus Selanjutnya Michael Steven dan Pasutri Pietruschka

“Penandatanganan addendum ini menegaskan bahwa seluruh fungsi pengawasan dan pengaturan derivatif keuangan berbasis efek, termasuk PALN, telah sepenuhnya beralih dari Bappebti ke OJK,” jelas Aditya Jayaantara.

Dua Metode Pengawasan: Onsite dan Offsite

Aditya juga memaparkan bahwa OJK telah menerapkan dua pendekatan pengawasan terhadap produk derivatif keuangan, yaitu:

1. Pengawasan Offsite:

Menggunakan sistem e-reporting, OJK memantau pelaporan dari pelaku industri secara elektronik, sehingga memungkinkan pengawasan yang lebih efisien dan berbasis data.

2. Pengawasan Onsite:

Pemeriksaan langsung ke pelaku industri dilakukan oleh tim OJK yang juga bersinergi dengan tim pengawas dari Bappebti selama masa transisi.

READ  Banding Ditolak, Kopda Bazarsah Tetap Divonis Mati atas Penembakan Tiga Polisi di Way Kanan

Bappebti Lanjutkan Dukungan Teknis dan SDM

Kepala Bappebti Tirta Karma Senjaya menyatakan bahwa meski pengawasan telah resmi beralih, pihaknya tetap akan mendukung OJK melalui berbagai bentuk kolaborasi, termasuk:

Penugasan teknis bersama

Pertukaran sumber daya manusia

Program magang lintas lembaga

“Kami akan terus bekerja sama dengan OJK. Saat ini, instrumen derivatif seperti indeks, single stock, hingga PALN, masih diatur oleh tiga regulator. Ke depan, pengawasan akan dilakukan melalui tim gabungan OJK, Bappebti, dan Bank Indonesia (BI) untuk memudahkan industri,” ujar Tirta.

Implementasi SID untuk Nasabah Derivatif Keuangan

Sebagai bagian dari penguatan pengawasan, OJK juga mengacu pada POJK Nomor 15 Tahun 2023 yang mewajibkan setiap Perantara Pedagang Efek Derivatif Keuangan (PPE DK) membuatkan Single Investor Identification (SID) bagi setiap nasabahnya.

READ  Puan Maharani: Kritik Perlu Disampaikan Beretika demi Perbaikan Kebijakan

Tujuannya adalah untuk:

Mempermudah pemantauan portofolio derivatif setiap nasabah

Menjamin keterlacakan transaksi

Meningkatkan keamanan dan transparansi industri

Komitmen Bersama untuk Perlindungan Investor

Menutup sesi penandatanganan, Aditya menyampaikan apresiasinya kepada Bappebti atas sinergi dan dukungan yang kuat dalam proses transisi pengawasan ini.

“OJK dan Bappebti akan terus berkomitmen untuk memberikan perlindungan optimal bagi pelaku industri maupun konsumen derivatif keuangan berbasis efek,” pungkasnya.

Kedua lembaga berharap peralihan ini berjalan seamless dan mampu memberikan kepastian serta kenyamanan hukum bagi seluruh pemangku kepentingan di sektor keuangan dan komoditas berjangka.

Artikel ini telah dibaca 4 kali

Baca Lainnya

Kapolri Rotasi Sejumlah Pejabat, Kakortastipidkor hingga Kapolres Berganti

28 Februari 2026 - 21:16 WITA

Dirtipidnarkoba Bareskrim: Eks Kapolres Bima Kota Diduga Terima “Uang Keamanan” dari Bandar Narkoba

28 Februari 2026 - 20:57 WITA

Seskab Tegaskan Anggaran Pendidikan 2026 Rp769,1 Triliun Disepakati Pemerintah dan DPR, MBG Tak Kurangi Program Sekolah

28 Februari 2026 - 20:49 WITA

BGN Hentikan Sementara 47 SPPG hingga Hari ke-9 Ramadhan, Temukan Menu MBG Tak Layak Konsum

28 Februari 2026 - 20:41 WITA

Kejagung Ajukan Banding atas Vonis 9 Terdakwa Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah Pertamina

28 Februari 2026 - 20:34 WITA

BGN Luruskan Informasi Alokasi Dana MBG, Rp500 Juta per 12 Hari untuk Setiap SPPG

28 Februari 2026 - 20:21 WITA

Trending di News