Menu

Mode Gelap

News · 21 Okt 2025 23:59 WITA

Menkeu Purbaya Pastikan Hubungannya dengan Luhut Baik-baik Saja: “Enggak Ada Masalah”


 Menkeu Purbaya Pastikan Hubungannya dengan Luhut Baik-baik Saja: “Enggak Ada Masalah” Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa hubungannya dengan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan berjalan baik dan tanpa masalah. Ia menepis isu yang menyebut keduanya tengah bersitegang, terutama setelah kabar bahwa keduanya tak saling bertegur sapa dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025).

“Hubungan saya sama dia (Pak Luhut) baik, enggak ada masalah,” kata Purbaya kepada wartawan usai menghadiri sidang kabinet paripurna di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (21/10/2025).

Purbaya menjelaskan, ketidakterlibatannya berbincang dengan Luhut saat sidang murni karena posisi tempat duduk yang berjauhan. Di antara dirinya dan Luhut, duduk Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

“Kan jauh berapa kursi, masa ‘Pak Luhut, Pak Luhut,’” ujarnya sambil memperagakan gestur orang yang berusaha memanggil dari jauh, disambut tawa awak media.

READ  BGN Kejar Target 82,9 Juta Penerima Manfaat Program Makan Bergizi Gratis di 2025

Isu Ketegangan Soal Family Office

Sebelumnya, hubungan antara Purbaya dan Luhut sempat menjadi sorotan publik setelah perbedaan pandangan mengenai pembentukan Family Office — lembaga pengelola kekayaan investor besar yang diinisiasi oleh Luhut melalui Dewan Ekonomi Nasional.

Luhut menegaskan, inisiatif pembentukan Family Office tidak menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menurutnya, kebijakan tersebut murni bertujuan menciptakan ekosistem investasi yang lebih kompetitif dan menarik bagi investor asing.

“Kita harus friendly ke foreign investment. Oleh sebab itu, saya usulkan buat Family Office. Family Office tidak ada urusannya dengan APBN,” kata Luhut dalam acara Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran di Jakarta, Kamis (16/10/2025).

Ia menjelaskan, keberadaan Family Office akan menjadi terobosan untuk menarik dana investasi global ke Indonesia tanpa menambah beban fiskal negara.

READ  Sri Mulyani Pastikan Tak Ada Kenaikan Tarif dan Jenis Pajak Baru Tahun 2026

“Biar orang asing atau orang kita bisa taruh duitnya di Indonesia, dengan zero tax di awal. Nanti pajaknya muncul ketika dia investasi di proyek-proyek di dalam negeri,” ujar Luhut.

Luhut: Hanya Salah Paham

Terkait pernyataan Menkeu Purbaya yang sebelumnya menyebut tidak akan mengalokasikan dana APBN untuk membiayai pembentukan Family Office, Luhut menilai hal tersebut hanya salah paham semata.

“Kita ramai bertengkar ini itu apa, sebenarnya enggak ada urusannya,” ujar Luhut. “Tujuannya supaya dana investasi bisa mengalir ke Indonesia, bukan untuk menambah beban APBN.”

Ia juga mencontohkan keberhasilan sejumlah negara seperti Singapura, Hong Kong, dan Abu Dhabi yang menjadi pusat pengelolaan kekayaan pribadi (private wealth hub) global.

“Orang asing bikin Family Office banyak sekali di Singapura, di Hong Kong, di Abu Dhabi. Nah, proyek di Indonesia banyak, kenapa enggak kita tarik ke sini? Logikanya sederhana,” jelasnya.

READ  Mantan Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona Diperiksa Kejati Lampung Terkait Dugaan Korupsi SPAM Rp8 Miliar

Menkeu Tegaskan Fokus pada Efisiensi Fiskal

Sementara itu, Menkeu Purbaya sebelumnya telah menegaskan bahwa setiap penggunaan APBN harus memiliki urgensi dan manfaat langsung bagi masyarakat. Ia menolak jika anggaran negara digunakan untuk proyek yang tidak prioritas atau belum jelas manfaat fiskalnya.

“Anggaran enggak akan saya alihkan ke sana,” kata Purbaya tegas.

Meski begitu, ia menilai ide Family Office tetap menarik sepanjang tidak membebani APBN dan berpotensi memperkuat iklim investasi nasional.

Dengan klarifikasi dari kedua pihak, isu ketegangan antara Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa dan Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan pun kini mereda. Keduanya sepakat bahwa penguatan ekonomi nasional harus menjadi fokus utama, dengan tetap menjaga keharmonisan antarpejabat di kabinet Presiden Prabowo Subianto.

Artikel ini telah dibaca 20 kali

Baca Lainnya

Kapolri Rotasi Sejumlah Pejabat, Kakortastipidkor hingga Kapolres Berganti

28 Februari 2026 - 21:16 WITA

Dirtipidnarkoba Bareskrim: Eks Kapolres Bima Kota Diduga Terima “Uang Keamanan” dari Bandar Narkoba

28 Februari 2026 - 20:57 WITA

Seskab Tegaskan Anggaran Pendidikan 2026 Rp769,1 Triliun Disepakati Pemerintah dan DPR, MBG Tak Kurangi Program Sekolah

28 Februari 2026 - 20:49 WITA

BGN Hentikan Sementara 47 SPPG hingga Hari ke-9 Ramadhan, Temukan Menu MBG Tak Layak Konsum

28 Februari 2026 - 20:41 WITA

Kejagung Ajukan Banding atas Vonis 9 Terdakwa Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah Pertamina

28 Februari 2026 - 20:34 WITA

BGN Luruskan Informasi Alokasi Dana MBG, Rp500 Juta per 12 Hari untuk Setiap SPPG

28 Februari 2026 - 20:21 WITA

Trending di News