Menu

Mode Gelap

News · 24 Okt 2025 02:44 WITA

JPU Minta Hakim Tolak Eksepsi Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan dalam Kasus Korupsi Tata Kelola Minyak


 JPU Minta Hakim Tolak Eksepsi Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan dalam Kasus Korupsi Tata Kelola Minyak Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Jaksa Penuntut Umum (JPU) meminta majelis hakim untuk menolak seluruh eksepsi atau nota keberatan yang diajukan oleh mantan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan, dalam sidang perkara dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang minyak.

Dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta pada Kamis (23/10/2025), JPU menegaskan bahwa seluruh poin keberatan yang disampaikan tim penasihat hukum Riva telah memasuki materi pokok perkara, bukan ranah eksepsi.

“Sehingga alasan keberatan penasihat hukum tersebut telah masuk dalam pokok perkara sehingga harus dikesampingkan oleh majelis hakim,” ujar jaksa dalam sidang tersebut.

READ  Sidang Perdana Kasus Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah di PT Pertamina Dimulai, Empat Terdakwa Jalani Dakwaan

JPU juga menanggapi keberatan Riva yang menyoal besaran kerugian negara senilai Rp285 triliun yang disebut dalam hasil penyidikan. Menurut jaksa, angka tersebut merupakan bagian dari substansi perkara yang akan diuji lebih lanjut dalam tahap pembuktian, bukan materi yang dapat diperdebatkan di tahap eksepsi.

Lebih lanjut, jaksa menilai surat dakwaan telah disusun dengan cermat dan lengkap, menguraikan unsur-unsur perbuatan yang diduga dilakukan oleh terdakwa. Oleh karena itu, klaim bahwa tindakan Riva merupakan peristiwa administratif dinilai tidak berdasar.

“Perbuatan terdakwa nyata-nyata bukan merupakan peristiwa administratif. Dengan demikian, dalil atau alasan eksepsi penasihat hukum terdakwa tersebut tidak berdasar dan harus dikesampingkan atau tidak diterima,” tegas JPU.

READ  Roblox Jadi Ekstrakurikuler di SMP Solo, Kuota Edublox Penuh 511 Siswa

Jaksa juga menegaskan bahwa beberapa poin dalam nota keberatan tim pembela Riva justru membahas substansi perkara yang akan diuji dalam proses pembuktian di sidang pokok perkara.

“Materi keberatan dari penasihat hukum terdakwa yang telah membahas atau memasuki materi pokok perkara lebih lanjut akan dibuktikan pada persidangan perkara pokok, sehingga bukan merupakan alasan materi keberatan,” lanjutnya.

Selain Riva Siahaan, JPU juga membacakan tanggapan atas eksepsi dua terdakwa lain, yakni mantan Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga PT Pertamina Patra Niaga, Maya Kusmaya, serta eks VP Trading Operations, Edward Corne.

READ  KPK Resmi Tahan Ketua Kadin Kaltim Dayang Donna Walfiaries Tania Terkait Suap IUP

Ketiganya didakwa terlibat dalam praktik korupsi yang merugikan negara hingga ratusan triliun rupiah melalui penyimpangan tata kelola impor, ekspor, serta penjualan minyak mentah dan produk kilang Pertamina Patra Niaga.

Majelis hakim dijadwalkan akan membacakan putusan sela atas eksepsi para terdakwa dalam sidang berikutnya. Jika eksepsi ditolak, maka sidang akan berlanjut ke tahap pembuktian dengan menghadirkan saksi-saksi dari pihak penuntut umum.

Artikel ini telah dibaca 10 kali

Baca Lainnya

Willy Aditya Guyon Soal “Merger” NasDem–Gerindra di Rapat DPR

13 April 2026 - 14:47 WITA

Wacana Pengambilalihan PNM dan Whoosh oleh Kemenkeu Dikritik Ekonom

13 April 2026 - 14:37 WITA

Rupiah Melemah ke Rp17.135 per Dolar AS, Imbas Ketegangan Iran–AS Meningkat

13 April 2026 - 14:20 WITA

Jokowi Bantah Isu Caplok Partai NasDem: “Tidak Ada Sama Sekali”

13 April 2026 - 14:13 WITA

Ceramah JK di UGM Berujung Laporan Polisi, Ini Isi dan Penjelasannya

13 April 2026 - 14:08 WITA

Kaesang Pangarep: PSI Kebut Mesin Politik, Target Siap “Perang” di Pemilu 2029

12 April 2026 - 19:24 WITA

Trending di News