Menu

Mode Gelap

News · 24 Okt 2025 20:58 WITA

Bahlil Pastikan Kuota Impor BBM Swasta untuk 2026, Pemerintah Buka Peluang Penambahan


 Bahlil Pastikan Kuota Impor BBM Swasta untuk 2026, Pemerintah Buka Peluang Penambahan Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan bahwa badan usaha swasta tetap akan mendapatkan kuota impor BBM untuk tahun 2026. Pemerintah juga membuka peluang untuk menambah kuota jika diperlukan, sebagai upaya menjaga ketersediaan BBM di pasar.

“Terkait dengan 2026, kita akan memberikan kuota juga dan kita akan berlakukan sama bagi perusahaan-perusahaan yang mau taat aturan,” ujar Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (24/10/2025).

Bahlil menegaskan bahwa pemerintah dan pelaku usaha swasta harus berjalan bersama dalam mengamankan pasokan energi nasional.

“Saya katakan bahwa pemerintah enggak boleh zalim pada pengusaha, tapi pengusaha juga jangan mengatur pemerintah. Pemerintah dan swasta harus sama-sama. Pemerintah punya kewajiban mengayomi pengusaha, tapi pengusaha juga punya kewajiban jangan mengatur pemerintah. Kita sama-sama membutuhkan,” tambahnya.

READ  Kementerian ESDM Tegaskan BBM Bobibos Belum Bersertifikat, Proses Uji Masih Berjalan di Lemigas

Kuota Impor BBM Tahun Ini

Sejak 2025, kuota impor BBM bagi badan usaha swasta, seperti Shell, BP, dan Vivo, tercatat 10 persen lebih tinggi dibanding alokasi 2024. Meski begitu, pada pertengahan Agustus 2025, sejumlah SPBU swasta mulai menghadapi kehabisan stok BBM, khususnya bensin.

Bahlil menekankan bahwa skema tambahan kuota untuk 2026 masih dapat dipertimbangkan:

“Sampai saat ini pikiran saya masih begitu, terkecuali kalau ada yang agak sedikit bagaimana-bagaimana, kita pikirkan lah ya,” ujarnya.

Perubahan Skema Kerja Sama Pertamina

Untuk mempercepat distribusi BBM dan mengatasi keterlambatan pasokan di SPBU swasta, PT Pertamina (Persero) mengubah pola kerja sama dengan badan usaha hilir migas non-pemerintah.

READ  Menhan Sjafrie Tegaskan Penertiban Tambang Timah Ilegal di Babel: “Negara Tak Boleh Kalah”

Menurut Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, sistem baru tidak lagi menggunakan lelang kolektif. Sebelumnya, semua BU harus menyiapkan calon importir dan sumber pasokan secara bersamaan, yang kerap menimbulkan hambatan teknis dan memperlambat distribusi.

“Sekarang masing-masing badan usaha nanti berkomitmen langsung dengan Pertamina. Enggak dikumpul lagi seperti sebelumnya, karena hasilnya kurang efisien,” kata Laode di acara Minerba Convex 2025 di Jakarta, Jumat (17/10/2025).

Dengan mekanisme ini, negosiasi dilakukan langsung per perusahaan, sehingga proses lebih cepat dan hasilnya lebih konkret.

READ  Prabowo Instruksikan Pemangkasan Birokrasi, Soroti Dana Desa hingga Mundurnya Dirut PT Agrinas

“Kalau dulu digabung, kadang ada yang siap, ada yang mundur. Sekarang, masing-masing diproses sendiri,” tambahnya.

Target Ketersediaan BBM

Perubahan skema kerja sama ini diharapkan mampu memastikan stok BBM, khususnya bensin, kembali terisi penuh pada akhir Oktober 2025, sekaligus menjaga kelancaran distribusi hingga kuota impor 2026 berlaku.

Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga keseimbangan pasokan energi nasional, sekaligus memberi kepastian bisnis bagi pelaku usaha swasta yang taat aturan.

Artikel ini telah dibaca 8 kali

Baca Lainnya

Willy Aditya Guyon Soal “Merger” NasDem–Gerindra di Rapat DPR

13 April 2026 - 14:47 WITA

Wacana Pengambilalihan PNM dan Whoosh oleh Kemenkeu Dikritik Ekonom

13 April 2026 - 14:37 WITA

Rupiah Melemah ke Rp17.135 per Dolar AS, Imbas Ketegangan Iran–AS Meningkat

13 April 2026 - 14:20 WITA

Jokowi Bantah Isu Caplok Partai NasDem: “Tidak Ada Sama Sekali”

13 April 2026 - 14:13 WITA

Ceramah JK di UGM Berujung Laporan Polisi, Ini Isi dan Penjelasannya

13 April 2026 - 14:08 WITA

Kaesang Pangarep: PSI Kebut Mesin Politik, Target Siap “Perang” di Pemilu 2029

12 April 2026 - 19:24 WITA

Trending di News