Menu

Mode Gelap

News · 27 Okt 2025 02:29 WITA

Mahfud MD Akui Belum Dapat Kabar Lanjutan Soal Pembentukan Komite Reformasi Polri: “Saya Belum Tahu Perkembangannya”


 Mahfud MD Akui Belum Dapat Kabar Lanjutan Soal Pembentukan Komite Reformasi Polri: “Saya Belum Tahu Perkembangannya” Perbesar

SOALINDONESIA–YOGYAKARTA Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengaku hingga saat ini belum menerima kabar lanjutan terkait pembentukan Komite Reformasi Polri yang sebelumnya disebut akan dibentuk oleh Presiden Prabowo Subianto.

“Saya enggak tahu ya. Sampai sekarang, saya belum tahu perkembangannya,” ujar Mahfud MD saat ditemui di Kompleks Sasana Hinggil Dwi Abad, Alun-alun Selatan, Kota Yogyakarta, Minggu (26/10/2025), dikutip dari Antara.

Belum Ada Komunikasi Lanjutan dari Pemerintah

Mahfud menjelaskan bahwa komunikasi resmi dengan pemerintah terkait rencana pembentukan komite tersebut sudah berlangsung cukup lama, tepatnya ketika dirinya menyatakan kesediaan untuk bergabung. Namun setelah itu, ia belum mendapatkan informasi lebih lanjut.

“Komunikasi saya resmi itu sudah selesai lama, yaitu ketika saya diminta dan saya menyatakan, ‘Oke’, untuk reformasi Polri saya bersedia. Nah, habis itu saya tidak tahu perkembangannya,” kata Mahfud.

READ  Puan Maharani: DPR Akan Bahas Dugaan Mark Up Proyek Kereta Cepat Whoosh Bersama Pemerintah

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu juga menegaskan bahwa dirinya tidak berinisiatif menanyakan tindak lanjut pembentukan komite tersebut kepada pihak Istana maupun pejabat berwenang lainnya.

“Nanti dikira saya ingin atau apa, gitu. Saya kan cuma bersedia. Tapi saya tidak pernah bertanya ke siapa pun dan tidak pernah memberi penjelasan juga ke siapa pun tentang itu,” ujarnya.

Belum Berkomunikasi dengan Ahmad Dofiri

Mahfud MD juga mengaku belum berkomunikasi dengan Ahmad Dofiri, Penasihat Khusus Presiden Bidang Keamanan dan Ketertiban Masyarakat serta Reformasi Kepolisian, yang disebut ikut terlibat dalam penyusunan komite tersebut.

READ  Gempa Magnitudo 4,6 Guncang Tasikmalaya, BMKG: Kedalaman 0 Km

Ia memahami bahwa proses pembentukan tim membutuhkan waktu dan pertimbangan matang dari Presiden.

“Karena saya tahu tidak mudah pertimbangannya, jadi biar presiden mengolah dengan sebaik-baiknya. Apapun nanti hasilnya ya kita tunggu aja dari presiden,” tutur Mahfud.

Pernah Nyatakan Siap Bergabung

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Mahfud MD telah menyatakan kesediaannya untuk bergabung dalam Komite Reformasi Polri yang tengah disiapkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Prasetyo, komite tersebut akan beranggotakan sekitar sembilan orang, yang terdiri dari tokoh masyarakat, pakar hukum, serta sejumlah mantan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri). Komite ini diharapkan menjadi wadah independen untuk memberikan masukan strategis bagi reformasi kelembagaan Polri, khususnya dalam penguatan akuntabilitas, transparansi, dan profesionalisme kepolisian.

READ  Titiek Soeharto Bersyukur Dukungan Masyarakat Menguat, Soeharto Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Reformasi Polri Jadi Agenda Strategis Pemerintah

Pembentukan Komite Reformasi Polri merupakan bagian dari agenda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat penegakan hukum dan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Pemerintah disebut ingin menghadirkan sistem kepolisian yang modern, humanis, serta bebas dari praktik penyalahgunaan kewenangan. Komite ini nantinya akan berfungsi memberikan rekomendasi kebijakan serta kajian menyeluruh mengenai tata kelola, budaya organisasi, dan mekanisme pengawasan internal di tubuh Polri.

Meski belum ada kabar lanjutan, Mahfud MD menegaskan dirinya tetap siap berkontribusi apabila diminta untuk membantu proses reformasi tersebut.

“Saya sudah menyatakan bersedia. Setelah itu, saya menunggu saja. Semua kita serahkan ke presiden,” pungkas Mahfud MD.

Artikel ini telah dibaca 17 kali

Baca Lainnya

Willy Aditya Guyon Soal “Merger” NasDem–Gerindra di Rapat DPR

13 April 2026 - 14:47 WITA

Wacana Pengambilalihan PNM dan Whoosh oleh Kemenkeu Dikritik Ekonom

13 April 2026 - 14:37 WITA

Rupiah Melemah ke Rp17.135 per Dolar AS, Imbas Ketegangan Iran–AS Meningkat

13 April 2026 - 14:20 WITA

Jokowi Bantah Isu Caplok Partai NasDem: “Tidak Ada Sama Sekali”

13 April 2026 - 14:13 WITA

Ceramah JK di UGM Berujung Laporan Polisi, Ini Isi dan Penjelasannya

13 April 2026 - 14:08 WITA

Kaesang Pangarep: PSI Kebut Mesin Politik, Target Siap “Perang” di Pemilu 2029

12 April 2026 - 19:24 WITA

Trending di News